Written by Administrator
|
13 October 2006
Brigade Penolong Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur (BP 13) kembali menggelar latihan sebagai bagian dari kesiapsiagaan dalam penanggulangan bencana. Kegiatan dengan tajuk Latihan Gabungan Brigade Penolong Jawa Timur ini dilaksanakan pada tanggal 13-15 Januari 2012 di Lapangan Tembak Paiton Probolinggo. Latihan Gabungan yang diikuti oleh 68 orang anggota Brigade Penolong perwakilan dari masing-masing Kwartir Cabang se-Jawa Timur ini diharapkan menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan anggota Brigade Penolong. Sebagaimana yang dipaparkan oleh Kak Drs. Hariadi Purwantoro, Ketua Brigade Penolong Jawa Timur ketika ditemui oleh redaksi “Kegiatan latihan semacam ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan, sebagai bagian dari peningkatan skill dan kemampuan para anggota dalam menghadapi potensi bencana yang terjadi”.
Kegiatan Latihan Gabungan yang diselenggarakan menitikberatkan pada dua materi besar yaitu bencana banjir dan bencana gempa. “Karena kegiatan ini merupakan Latihan Gabungan, jadi peserta akan lebih banyak praktek mengenai penanganan bencana yang terjadi” papar Kak Hariadi. Dari dua hal yang menjadi penekanan pada masing-masing materi tersebut, peserta diberi studi kasus tentang penanggulangan bencana untuk dapat diselesaikan. Untuk materi bencana banjir, peserta langsung praktek water rescue mulai dari penanganan penyelamatan korban tenggelam , kondisi yang dimungkinkan terjadi saat penanganan korban, sampai pada penanganan pertolongan gawat darurat untuk korban tenggelam. Dalam proses yang dilakukan di pantai lapangan tembak ini tim dari BPBD Jawa Timur dan Komandan Lapangan Tembak bertindak sebagai fasilitator. Sedangkan materi penanganan bencana gempa bumi yang dilaksanakan di Pakuniran peserta langsung praktek untuk vertical rescue mulai dari mengevakuasi korban menuruni tebing, membawa korban melewati sungai sampai pada pendirian selter pengungsian.
Disamping materi inti tersebut, peserta juga mendapatkan materi tambahan dalam latihan gabungan kali ini, yaitu materi Trauma Healing. Walaupun hanya pengantar tentang materi trauma healing yang diberikan, diharapkan peserta dapat memahami pentingnya penanganan korban bencana untuk memulihkan trauma psikis yang dideritanya. Selain untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan anggota Brigade Pemolong Jawa Timur, pelatihan semacam ini sebenarnya dibutuhkan sebagai sarana untuk melihat potensi personil Brigade Penolong di Kwartir Cabang. Sehingga jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk penanggulangan bencana yang terjadi, Brigade Penolong Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur sudah memiliki data potensi anggota yang dapat diterjunkan.
Dalam kegiatan ini juga dilakukan penyematan brevet Brigade Penolong kepada peserta yang telah mengikuti Latihan Dasar (LATSAR) dan Latihan Kejuruan (LATJUR) Brigade Penolong. Di sambutan penutupannya Kak Drs. Hariadi memaparkan, bahwa hendaknya seluruh anggota Brigade Penolong Jawa TImur tetap siap dan sedia terhadap ancaman bencana yang ada, diharapkan juga kepada seluruh anggota Brigade Penolong khususnya pemegang brevet untuk terus meningkatkan kemampuannya sehingga bisa menjadi barisan terdepan dalam upaya penanganan bencana sebagai wujud pelaksanaan janji sebagai anggota pramuka “menolong sesame hidup dan ikut serta membangun masyarakat”.
Brigade Penolong Jawa Timur.. Jaya Jaya Jaya!!!