Elly Dwi Pudjiastuti, Kamabigus 669-670 Pangkalan SMPN 23 “Zero Waste” Surabaya

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa aktivitas yang mengumpulkan orang dalam jumlah banyak identik dengan banyaknya sampah yang dihasilkan di lokasi itu. Khususnya adalah sampah wadah makanan dan minuman sekali pakai dari orang yang dikumpulkan. Pramuka patriot lingkungan Gugusdepan 669-670 pangkalan SMPN 23 Surabaya tidak demikian.

Minimnya sampah non organik kemasan makanan dan minuman yang dihasilkan ini nampak saat sekitar 120 orang anggota Pramuka tampil unjuk gelar Parade Senja ditunjuk Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur pada 17 Oktober 2016. Ialah Kak Elly Dwi Pudjiastuti, Kamabigus 669-679 Pangkalan SMPN 23 Surabaya yang berkomitmen tinggi mewujudkan Zero Waste atau bebas sampah bersama warga sekolahnya.

“Anggota Pramuka gugusdepan kami sudah terbiasa membawa bekal makanan dan minuman sendiri dari rumah dengan wadah yang bisa digunakan berulang kali. Setiap hari, saat ke sekolah, mereka juga biasa membawa bekal makanan dan minuman dari rumah,” kata Kak Elly Dwi Pudjiastuti, yang mendampingi adik didiknya tampil di Parade Surya Senja di Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Pemandangan unik pun nampak di salah satu sudut Grahadi yang menjadi tempat berkumpulnya anggota Pramuka patriot lingkungan pangkalan SMPN 23 Surabaya. Banyak botol minuman yang bisa digunakan berulang kali berjajar. “Semua botol minum ini milik anak-anak,” jelas Kak Elly.

Pramuka Patriot Lingkungan GUgusdepan 669-670 pangkalan SMPN 23 Surabaya

Tidak hanya itu, wadah makanan yang bisa digunakan berulang kali juga nampak berjajar di antara botol minuman itu. “Wadah atau tepak makanan itu juga milik siswa kami. Mereka diminta menyetor tepak itu untuk kami isi dengan makanan yang disiapkan di sekolah sebelum berangkat tampil Parade Senja di Grahadi ini. Jadi gak ada sampah kemasan makanan sekali pakai,” kata Kamabigus 669-670 kelahiran 11 September 1962 ini.

Kepedulian lingkungan hidup juga direalisasikan Elly pada program yang lainnya. Pada pelaksanaan Bersih-Bersih Pantai Kenjeran 2016 lalu, SMP Negeri 23 Surabaya meraih dua dari tiga kategori penghargaan yang disediakan kegiatan dalam rangka Clean Up the World 2016 dan Surabaya Eco School 2016. Penghargaan itu adalah SMP Dengan Peserta Terbanyak dan SMP Paling Zero Waste. 16 truk TNI AL, 3 bus dan 10 mobil pribadi digunakan untuk tranportasi 1485 orang peserta sebanyak itu.

“Tidak hanya prestasi akademis yang menjadi prioritas kami. Prestasi non akademis pun juga harus dipacu. Tidak hanya IQ yang harus tinggi. Emosional dan kepekaan sosial siswa juga harus bagus,” kata Kak Elly Dwi Pudjiastuti.

Pada Bersih-Bersih Pantai Kenjeran yang diselenggarakan Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya, PT Dharma Lautan Utama, PO Mentari Pagi dan Hotel Mercure Mirama, Elly pun turut serta. Hebatnya, nenek dengan satu cucu ini memimpin langsung peserta dari sekolahnya.

Mengenai kepedulian lingkungan di sekolah, kamabigus yang pernah mendapatkan penghargaan Eco Headmaster (Junior) of the Year 2013 ini juga telah membawa SMPN 23 Surabaya menjadi sekolah berbudaya lingkungan hidup. Banyak tamu internasional dibuat kagum dengan pengelolaan lingkungan hidup di sekolah ini.

“Kantin sekolah kami juga bebas sampah plastik kemasan. Tidak ada makanan dan minuman kemasan plastik sekali pakai yang dijual di kantin SMPN23. Kantin SMPN 23 menjual makanan dan minuman dengan selektif. Kantin kami hanya menjual makanan minuman tambahan. Sebab, siswa sudah diminta membawa makanan dan minuman dari rumah dengan kemasan yang bisa digunakan berulang kali,” kata Kak Elly Dwi Pusdiastuti. (ron)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *