Arianto Achmad Awaludin, Pramuka Penggalang Garuda Kota Malang

Arianto Achmad Awaludin ikut Pramuka seperti umumnya pelajar lainnya, yaitu mulai Sekolah Dasar. Saat kelas 4 SD, dia diikutkan lomba di SMAN 7 Malang oleh pembinanya Almarhum Kak Trini. Pada saat itu paling paling kecil sendiri karena peserta yang lainnya kelas 5.

“Ini pengalaman saya pertama ikut lomba Pramuka. Pada lomba pertama saya itu, gugusdepan pangkalan saya mendapat juara umum. Saya senang sekali karena bisa membanggakan sekolah dan orangtua saya juga ikut bangga,” kata Arianto, Pramuka Penggalang Garuda dari Gugusdepan 01.121 pangkalan SMPN 3 Kota Malang.

Dia juga memiliki pengalaman lomba yang tidak bisa dilupakan, yaitu Giat Prestasi Kota Malang. “Lomba ini menggunakan sistem jelajah. Lomba dimulai di Kecamatan Kedungkandang dan finish di Pusdiklatcab Kota Malang,” terang Arianto yang lahir di Malang, 24 November 2001. Pada lomba ini SMPN 3 Kota Malang berhasil meraih juara 2 putra dan juara 3 putri dan berhak mewakili Kota Malang ke Giat Prestasi Jawa Timur di Ponorogo.

Giat Prestasi Jawa Timur hampir sama dengan Giat Prestasi Kota Malang. Lomba ini cukup menguras tenaga, karena suhu di Ponorogo sangat panas berbeda dengan di Malang. Tetapi saya dan regu saya tetap bersemangat untuk menjadi juara.

Pada Giat Prestasi Jawa Timur ini Pramuka Bintaraloka putra, regunya, berhasil menjadi regu tergiat 2 putra. “Saat itu saya sangat senang hingga menangis karena saya berhasil membanggakan masyarakat Kota Malang, sekolah dan juga orangtua,” tutur Arianto yang hobi bermain voli dan sepakbola.

Pengalaman yang tidak bisa dilupakan adalah menjadi peserta Jambore Nasional X 2016 di Jakarta. “Banyak sekali pengalaman yang saya dapat selama mengikuti Jambore Nasional 2016 di Jakarta. Karakter setiap anak yang menjadi peserta dibangun, jiwa kepemimpinan dan rasa tanggung jawab kami juga ditumbuhkan,” lanjut putra ketiga dari 3 bersaudara pasangan Budi Susilo Hariadi dan Nanik Juratminingsih.

Sementara itu, menjadi Pramuka Penggalang Garuda sangatlah asyik dan membanggakan. “Pramuka Garuda tidak boleh sombong. Kita harus bisa menjadi teladan bagi yang lainnya. Pramuka Garuda bukan sekedar penghargaan. Pramuka Garuda harus bisa menghidupkan kegiatan Pramuka menjadi seru dan bermanfaat,” jelas Arianto Achmad Awaludin. (ron)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *