1000 Pramuka Banyuwangi, Situbondo dan Bondowoso Siap Wujudkan Desa Temenggungan Penuh Warna

Festival Wirakarya “Kampung Kelir Pramuka” zona Banyuwangi, Situbondo dan Bondowoso siap digelar di Desa Temenggungan, Banyuwangi pada 3-6 April 2017. 1000 orang Pramuka Penegak dan Pandega (pramuka usia 16 – 25 tahun) dari ketiga kwarcab tersebut akan mengikuti kegiatan bakti masyarakat ini untuk mewujudkan kampung warna-warni ini.

Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur Kak Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, yang juga wakil Gubernur Jawa Timur, akan membuka pelaksanaan Festival Wirakarya “Kampung Kelir Pramuka” zona Banyuwangi ini, Senin 3 April 2017 malam di Alun-Alun Banyuwangi. Hadir juga Ketua Komis E DPRD Jawa Timur Dr Agung Mulyono.

Grup band Letto akan memeriahkan pembukaan Festival Wirakarya Kampung Kelir Pramuka di Banyuwangi ini. Tarian Jejer Gandrung dari Pramuka Penegak dan Pandega Kwartir Cabang Banyuwangi juga akan menjadi hiburan bernuansa budaya lokal yang siap menghibur para peserta festival dan masyarakat Banyuwangi.

Dikatakan oleh Waka Kwarda Pramuka Jawa Timur Kak AR Purmadi bahwa Festival Wirakarya “Kampung Kelir Pramuka” yang akan dilaksanakan di 11 zona di Jawa Timur ini adalah kemah bakti Pramuka Penegak dan Pandega Jawa Timur yang bertema khusus. “Tema khusus yang dimaksud adalah pengecatan lebih dari 100 rumah yang berada di satu desa/kelurahan,” tiap kabupaten atau kota yang menjadi tuan rumah pelaksanaan.

“Pramuka Penegak dan Pandega Jawa Timur yang menjadi peserta Festival Wirakarya Kampung Kelir Pramuka ini juga akan dibekali dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk selanjutnya mereka sosialisasikan kepada masyarakat di lokasi festival,” kata Kak AR Purmadi saat rapat persiapan antara Kwarcab Banyuwangi dan Kwarda Jatim di Gedung Pramuka Kwarcab Banyuwangi, Minggu (2/4) sore.

Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang menjadi tuan rumah festival akan memberi pembekalan kepada peserta untuk diteruskan kepada masyarakat sekitar. Pada 4 hari pelaksanaan festival ini, peserta akan tinggal di rumah warga yang menjadi target dari pengecatan.

Waka Binamuda Kwarda Jatim Kak Hariadi Purwantoro mengatakan bahwa Festival Wirakarya Kampung Kelir Pramuka ini bertujuan untuk meningkatkan citra potensi desa/kampung untuk menjadi kampung wisata atau kampung industri usaha kecil menengah.

Ditambahkan oleh Sekretaris Kwarcab Banyuwangi Kak Budianto bahwa Desa Temenggungan yang menjadi lokasi estival Kampung Kelir Pramuka Banyuwangi dikenal dengan masyarakatnya yang pembatik. “Desa Temenggungan, Banyuwangi adalah kampung wisata Temenggungan atau disingkat Kawitan. Setiap Minggu selalu digelar bazar makanan tradisional di desa ini,” jelas Kak Budianto. Desa Temenggungan juga dikenal dengan desa jazz patrol.

Rencana semula penyediaan hadiah bagi individu terbaik per zona pelaksanaan berupa kesempatan mengunjungi negara Korea gratis juga disikapi dengan inovasi penyediaan hadiah khusus bagi tim terbaik oleh tuan rumah Kwarcab Banyuwangi. “Untuk pelaksanaan festival zona Banyuwangi, Situbondo dan Bondowoso, kami juga akan memilih tim terbaik dengan hadiah khusus,” kata Kak Budianto.

Ketua Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pandega Kwarda (DKD) Jawa Timur Binar Bintang Putra Ananta mengatakan bahwa tren remaja dan pemuda saat ini mengunjungi tempat wisata yang baru dan unik. “Saat ini sedang trending tempat wisata Gembok Cinta dan Kampung Warna,” kata Binar, sapaan Binar Bintang Putra Ananta.

Melalui Festival Wirakarya Kampung Kelir Pramuka, Pramuka Penegak dan Pandega yang menjadi ujung tombak program ini tidak hanya akan diajak mengecat rumah-rumah dan kampung. “Melalui Festival Wirakarya Kampung Kelir Pramuka Penegak dan Pandega Jawa Timur juga akan diajak menciptakan suasana wisata secara fisik dan mental. Penegak dan Pandega juga diajak mempromosikannya,” ujar Binar.

Promosi yang dimaksud Binar Bintang diantaranya dengan update status masing-masing peserta melalui akun media sosial facebook, instagram dan twitter. “Jangan lupa sertakan #kampungkelirpramuka #festivalwirakarya2017 #pramukajatim #jatimguyub #kwardajatim dengan menyertakan aktivitas dan kondisi terbaru kampung kelir yang menjadi lokasi bakti,” jelas Binar Bintang.

—–

Sementara itu, untuk zona Lumajang dan Jember, Festival Wirakarya akan dilaksanakan pada 5-8 April 2017 di Rogotrunan, Tompokersan, Lumajang. Untuk zona Kabupaten Malang, Kota Malang dan Kota Batu, Festival Wirakarya akan dilaksanakan pada 10-13 April 2017 di Lebakharjo, Ampelgading, Kabupaten Malang.

Untuk zona Trenggalek, Pacitan, Ponorogo, Magetan dan Ngawi, Festial Wirakarya akan dilaksanakan pada 12-15 April 2017 di Ngantru, Trenggalek. Untuk zona Jombang, Kabupaten Mojokerto, Nganjuk, Kabupaten Madiun, Kota Mojokerto dan Kota Madiun, Festival Festival Wirakarya “Kampung Kelir Pramuka” akan digelar pada 17-20 April 2017 di Kauman, Jombang.

Untuk zona Kota Kediri, Kota Blitar, Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar dan Tulungagung, pelaksanaan Festival Wirakarya “Kampung Kelir Pramuka” akan digelar pada 19-22 April 2017 di Dandangan, Kota Kediri. Untuk zona Bojonegoro dan Tuban, pelaksanaan Festival Wirakarya “Kampung Kelir Pramuka” akan digelar pada 24-27 April 2017 di Sumberarum, Dander, Bojonegoro.

Untuk zona Gresik dan Lamongan, Festival Wirakarya “Kampung Kelir Pramuka” akan digelar pada 26-29 April 2017 di Giri Gajah, Kebomas, Gresik. Untuk zona Kota Probolinggo, Kota Pasuruan, Kabupaten Probolinggo dan Kota Pasuruan, Festival Wirakarya “Kampung Kelir Pramuka” akan digelar pada 1-4 Mei 2017 di Kali Buntu, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.

Untuk zona Bangkalan, Pamekasan, Sumenep dan Sampang, Festival Wirakarya “Kampung Kelir Pramuka” akan digelar pada 3-6 Mei 2017 di Kebon Agung, Sumenep. Untuk zona Sidoarjo dan Surabaya, Festival Wirakarya “Kampung Kelir Pramuka” akan digelar pada 8-11 Mei 2017. (roni)

Berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares