Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka (Kwarda) Jawa Timur, yang juga Wakil Gubernur Jatim  Kak Saifullah Yusuf telah meresmikan Gerakan Sejuta Biopori Pramuka Jawa Timur 2017. Gerakan tersebut diresmikan saat pelaksanaan Rakerda Gerakan Pramuka Jawa Timur di Rumah Makan Agis Surabaya, Kamis (23/3).

Gerakan Sejuta Biopori Pramuka Jatim 2017 ini merupakan implementasi dari darma kedua Pramuka yaitu “Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia”. Bahwa setiap Pramuka adalah patriot peduli lingkungan, dan bahwa setiap gugusdepan Pramuka diajak mengambil peran aktif dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur mengajak seluruh Gugusdepan Pramuka di seluruh Jawa Timur untuk ikut berperan serta secara aktif pada Gerakan Sejuta Biopori Pramuka Jawa Timur 2017 ini. Caranya, dengan melakukan aksi nyata ngebor biopori di lokasi-lokasi yang menjadi prioritas dilakukan pembuatan lubang resapan biopori.

Aksi ngebor biopori bisa menjadi bagian dari latihan rutin Pramuka

Aksi ngebor biopori itu bisa dilakukan sebagai bagian dari latihan rutin Pramuka. Bisa juga sebagai salah satu kegiatan gathering bersama keluarga anggota gugusdepan. Bisa sebagai aksi penempuhan syarat kecakapan umum (SKU) atau syarat kecakapan khusus (SKK).

Pembuatan lubang resapan biopori bisa dilakukan dilakukan di pangkalan gugusdepan, tempat tinggal anggota gugusdepan, dan pemukiman sekitar gugusdepan. Lubang resapan biopori juga bisa dibuat di tapak perkemahan sebagai upaya mengolah sampah organik yang dihasilkan selama perkemahan.

Lubang resapan biopori adalah lubang diameter sekitar 12 cm dan kedalaman 1 meter yang sengaja dibuat dengan menggunakan alat bor tanah sederhana. Lubang resapan itu selanjutnya diisi dengan sampah organik atau sampah yang mudah membusuk.

Lubang resapan biopori ini merupakan upaya nyata meningkatkan kualitas lingkungan hidup sekitar. Sampah organik yang diisikan ke dalam lubang akan menjadi asupan gizi bagi cacing dan biota tanah yang lainnya, sekaligus penambah unsur hara tanah.

Aksi ngebor biopori bisa dilakukan di pangkalan gugusdepan, sekitar pangkalan, taman, jalur hijau, saluran air hujan, pekarangan tempat tinggal anggota gugusdepan atau tempat lainnya

Lubang resapan yang dibuat akan menjadi jalan masuk bagi air hujan agar semakin banyak terserap ke dalam tanah. Lubang resapan biopori juga merupakan salah satu cara jitu mengolah sampah organik menjadi kompos. Setiap 10 lubang resapan biopori bahkan langsung bisa mengolah sedikitnya 1 meter kubik sampah organik tanpa menimbulkan masalah lingkungan hidup yang lainnya.

Setiap 10 lubang resapan biopori yang dibuat bahkan bisa meresapkan sedikitnya 1000 liter air hujan ke dalam tanah setiap kali hujan lebat turun. Sehingga, kandungan air tanah bisa ditingkatkan dan intrusi atau masuknya air laut ke dalam tanah bisa dicegah.

Namun, beberapa hal penting berikut harus diperhatikan dalam aksi pembuatan lubang resapan biopori:

  1. Aksi ngebor biopori tidak boleh meninggalkan kekumuhan atau tidak boleh membuat lokasi menjadi kumuh atau rusaknya taman;
  2. Tanah hasil pengeboran dikumpulkan ke dalam wadah yang disediakan atau diletakkan di sekitar pohon di sekitar;
  3. Keindahan lokasi ngebor biopori harus tetap dijaga dan bahkan dibuat lebih indah;
  4. Lubang resapan biopori yang telah dibuat selanjutnya diisi dengan sampah organik;
  5. Kedalaman lubang resapan biopori yang dibuat idealnya adalah 1 meter atau kedalaman tidak sampai ketemu dengan air tanah;
  6. Pemberian pipa berdiameter 4 dim atau 12 cm bisa dilakukan bila lokasi pembuatan lubang resapan biopori adalah spot yang sering digunakan aktivitas banyak orang. Tujuannya, untuk mencegah longsor kecil dan memudahkan melakukan pemanenan kompos secara berkala. Panjang pipa juga harus dipastikan tidak lebih dari 15 cm dan hanya pada bagian atas lubang saja;
  7. Bila tidak ada kepastian akan dilakukan pemanenan secara berkala, maka tidak perlu diberi pipa. Lubang yang telah dibuat cukup diisi penuh, sekali lagi “diisi penuh” dengan sampah organik;
  8. Lubang resapan biopori paling ideal dibuat di parit atau saluran air hujan. Untuk merealisasikan ini, biasanya harus membongkar semenan pada bagian permukaan dan pembuatannya dilakukan oleh orang dewasa atau tenaga tukang. Siswa dilibatkan pada perawatan selanjutnya;
  9. Prioritaskan pembuatan lubang resapan biopori pada bagian yang biasanya terjadi genangan pasca hujan. Pembuatan lubang biopori di taman, jalur hijau atau tanah terbuka adalah aksi yang paling memudahkan untuk dilakukan siswa. (ron)

Keterangan foto utama: Kakwarda Jatim Kak Saifullah Yusuf saat meresmikan Gerakan Sejuta Biopori Pramuka Jatim 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *