Gus Ipul Melantik Mabicab, Kwarcab, Mabiran, Kwarran dan Mabisa Banyuwangi

Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jatim yang juga Wakil Gubernur Jatim Kak Saifullah Yusuf atau Gus Ipul melantik Majelis Pembimbing Gerakan Pramuka Cabang (Mabicab) dan Kwarcab Gerakan Pramuka Banyuwangi di Pendopo Kabupaten Banyuwangi, Senin (3/4) sore. Turut serta dilantik pada kesempatan itu seluruh camat se Banyuwangi sebagai Kamabiran dan seluruh lurah/kepala desa sebagai Kamabisa.

Dalam sambutannya pasca pelantikan, Kak Abdullah Azwar Anas sangat berharap bahwa Pramuka bisa bersinergi dengan kegiatan pemuda. “Pramuka harus bersinergi dengan kegiatan pemuda dan pemberdayaan ekonomi di Banyuwangi,” kata Bupati Banyuwangi yang juga Kamabicab Banyuwangi Kak Abdullah Azwar Anas.

Kak Anas juga menyampaikan bahwa destinasi wisata bukan lagi keindahan alam, tetapi juga keramahan orangnya. “Banyuwangi kini dikenal dengan penduduknya yang ramah terhadap tamu. Survei kemahalan yang dilakukan tim independen juga menyebutkan bahwa Banyuwangi termasuk destinasi wisata dengan termurah di Indonesia,” kata Kak Anas.

Kak Anas juga menyampaikan berapa keberhasilan yang telah dicapai oleh Banyuwangi di bawah kepemimpinannya. “Banyaknya kegiatan festival di Banyuwangi tidak membuat menurunnya pelayanan kepada masyarakat, malah bisa menghapus sekat antara pemerintah dengan masyarakat,” jelas Kak Anas.

Sementara itu, Kak Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa Banyuwangi dipilih menjadi kota pertama tempat pelaksanaan Festival Wirakarya Kampung Kelir Pramuka 2017 karena semangat festivalnya. “Festival Wirakaya Kampung Kelir Pramuka 2017 menduplikasi festival yang banyak digelar di Banyuwangi,” Kak Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.

Gus Ipul mengapresiasi kemajuan pembangunan di Kabupaten Banyuwangi. Salah satunya di sektor pariwisata. Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi meningkat drastis. Pemkab Banyuwangi secara berkesinambungan memperbaiki sektor pariwisata agar bisa menarik wisatawan.

Dampak pembangunan di segala sektor di Banyuwangi menyebabkan pertumbuhan yang inklusif dan kesenjangan semakin menipis. “Bukan tidak mungkin wisata Banyuwangi menjadi nomor satu di Jatim. Hal tersebut karena ada dukungan dari stakeholder. Banyuwangi juga didukung transportasi kendaraan bermotor, kereta api, kapal laut dan pesawat,” imbuh Gus Ipul. (ron)

Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *