Zona Jombang Siap Kelir 28 Jembatan 100 Rumah dan 1,2 km Plengsengan Jalan

Festival Wirakarya Kampung Kelir Pramuka 2017 zona 8 Jombang siap digelar 17-20 April 2017 di Jombang. 6 kwarcab menjadi peserta kegiatan bakti yang memfokuskan diri pada pengecatan rumah penduduk dan fasilitas umum warga ini. 6 kwarcab itu adalah Jombang, Nganjuk, Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto, Kota Nganjuk dan Kabupaten Nganjuk.

Kontingen Kwarcab Nganjuk yang berjumlah 100 orang Pramuka Penegak dan Pandega menjadi kontingen pertama yang hadir di lokasi kegiatan. Bus yang membawa kontingen Kwarcab Nganjuk ini tiba di lokasi pada pukul 07.40 WIB.

Dijelaskan oleh Kak Yasman, pimpinan kontingen cabang Nganjuk padaFestival Wirakarya Kampung Kelir Pramuka 2017 Jombang ini, bahwa Pramuka Penegak dan Pandega yang menjadi peserta dari kontingen Nganjuk adalah individu yang telah lolos seleksi yang dilakukan oleh Kwarcab Nganjuk.

“Kwarcab Nganjuk melakukan serangkaian seleksi peserta Festival Wirakarya Kampung Kelir Pramuka 2017 ini. Mereka yang terpilih adalah mereka yang siap mandiri, tidak manja, siap berbakti pada masyarakat, sia taat aturan,” kata Kak Yasman yang juga pelatih pembina Pramuka Nganjuk ini.

Tiap gugusdepan terpilih diwakili oleh 4 orang putra dan 4 orang putri. Para peserta yang lolos seleksi adalah Pramuka yang aktif fi gugusdepannya. Mereka juga mendapatkan pembekalan yang dilakukan oleh Kwarcab Nganjuk. “Pembekalannya mengenai peningkatan motivasi bakti masyarakat dan teknis bergiat,” terang Kak Yasman.

Abi Listyo, peserta dari Gudep pangkalan SMAN 2 Nganjuk, mengaku siap mengikuti Festival Wirakarya Kampung Kelir Pramuka 2017 di Jombang ini dengan semangat tinggi. “Kita berangkat di sini tidak hanya bersenang-senang tapi berbakti pada masyarakat. Kita pasti akan mendapatkan banyak pahala,” kata Abi Listyo.

Nadika Martalinda, peserta dari Gudep pangkalan SMAN 1 Sukomoro, Nganjuk, juga tidak kalah optimisnya. “Saya yakin akan mendapatkan banyak pengalaman dengan mengikuti kegiatan ini. Pengalaman berbakti masyarakat juga pasti akan bermanfaat buat saya dan yang lainnya,” kata Nadika Martalinda.

Menurut Akbar Wahyu,  peserta dari Gudep pangkalan SMAN 2 Nganjuk, keikutsertaan pada festival ini merupakan bentuk pengamalan sebenarnya dari Trisatya Pramuka. “Mengamalkan Trisatya yaitu membangun sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat diantaranya melalui festival in,” ujar Akbar Wahyu.

Dewi Riskiani,  peserta dari Gudep pangkalan SMAN 1 Kertosono siap tidak hanya akan numpang makan,  minum,  nambah pengalaman pada festival ini. “Saya siap belajar mengamalkan satya dan darma Pramuka. Kita bisa membuktikan bahwa Pramuka Penegak pantas mengabdikan dirinya pada masyarakat,” tutur Dewi Riskiani.

Prasetyo Bayu Aji, peserta dari Nganjuk yang berulang tahun pada hari ini, Senin (17/4), menuturkan bahwa menjadi peserta festival ini akan bisa menambah wawasan yang tidak didapat di pangkalannya. “Bisa melatih kesabaran karena mengecat butuh kesabaran dan harus sesuai target,” jelas Prasetyo.

Sementara itu, Kak Tatik Irawati,  kabag binamuda Kwarda Jatim mengatakan bahwa zona Jombang ini cukup berbeda dengan pelaksanaan festival di zona yang lainnya. “Di Jombang ini akan dilakukan pengecatan 28 jembatan, plengsengan sepanjang jalan 1,2 km dan 100 rumah warga,” kata Kak Tatik.

Ditambahkan oleh Kak Hendras Adi, panitia pelaksana dari Kwarcab Jombang, bahwa target obyek yang akan dicat itu diyakini akan bisa tercapai. “Yang butuh persiapan ekstra adalah pengeringan dinding rumah daerah rawan banjir di Desa Jombang dan Desa Sambung yang menjadi lokasi kegiatan bakti. Sebab, dinding rumah lembab pasca hujan. Pengeringan telah dilakukan menggunakan alat khusus yang dipinjam dari SMKN 3 Jombang selama beberapa hari sebelumnya,” kata Kak Hendras Adi. (ron)

Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *