Semangat pantang menyerah, kerja keras dan tanggung jawab ada pada dirinya. Semangat itu dia dapat karena aktif sebagai anggota Pramuka. Dia kini dikenal sebagai pengusaha muda pembesaran ikan lele. Dialah M. Aminuddin Ghufron Ali Musmar, Pramuka Pandega Gudep 623 pangkalan Universitas Airlangga Surabaya.

“Semangat pantang menyerah, kerja keras dan tanggung jawab adalah doktrin pembina Pramuka saat Penegak Gudep pangkalan SMAN Model Terpadu Bojonegoro. Bahwa Pramuka itu adalah skill untuk hidup,” kata M. Aminuddin Ghufron Ali Musmar. Pembina Pramuka yang dimaksud Ghufron ialah Kak Moch. Purwanto.

Kini, Ghufron memiliki 20 kolam pembesaran ikan lele. “Awalnya hanya 5 kolam. Untuk masyarakat ada 25 binaan lebih. Tiap binaan ada yang punya 1 kolam, atau 2 kolam. Bahkan ada yang sampai punya 6 kolam,” kata Pramuka Pandega kelahiran Bojonegoro, 24 April 1995 ini. Omzetnya sudah dua puluh jutaan rupiah per bulannya.

Ghufron di kolam penggemukan ikan lelenya

Pramuka Pandega pengusaha muda ini mengaku senang berternak. “Kiatnya ya harus melakukannya dengan senang. Saya emang suka berternak gitu. Terus sama fokus, kerja keras, selalu banyak belajar ke pembudidaya yang sudah senior. Awal pernah tebar 1300 ekor, mati 600 ekor lebih,” terang Ghufron yang juga pendiri Forum Sedekah Berjamaah Bojonegoro ini.

Sebelum fokus usaha penggemukan ikan lele ini, Ghufron mencari data permintaan pasar ikan lele di Bojonegoro. “Untuk awalnya memang saya melihat peluang pasar dulu. Saya cari data permintaan pasar ikan lele di Bojonegoro langsung ke Dinas Perikanan Bojonegoro. Setelah itu baru mulai usaha kecil-kecilan. Eh ternyata prospeknya bagus,” jelas Ghufron yang juga humas Beasiswa Perintis Pena Bangsa – Yayasan Dana Sosial Al Falah ini.

Dari pencarian data potensi pasar yang dia lakukan ke Dinas Perikanan Bojonegoro, Ghufron lantas diarahkan ke tengkulak daerah Baureno. “Langsung saya datangi beliau. Ternyata permintaan pasar lele per hari 3 sampai 4 ton. Dari situ saya dapat data validnya,” tutur Ghufron yang kini menjabat sebagai bendahara Gudep Pramuka 623 pangkalan Universitas Airlangga.

Pramuka Pandega yang juga atlet pencak silat ini rencana mau membuat olahan ikan lele. “Harapannya bisa terwujud sentra budidaya lele dari hulu sampai hilir yang ada di Bojonegoro,” terang Direktur CV Mina Sejahtera yang mengaku enggan membuka usaha serupa di Surabaya.

Ghufron bersama anggota Pramuka Gudep 622 – 623 pangkalan Universitas Airlangga Surabaya

“Saya ingin kembali ke desa. Ingin jadikan desa saya sebagai sentra budidaya lele dari hulu sampai hilir yang ada di Bojonegoro,” lanjut Ghufron yang kini mahasiswa S1 Budidaya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Kelautan Unair Surabaya ini.

Ghufron mengaku siap memberikan konsultasi bagi anggota Pramuka yang ingin menjalankan wirausaha penggemukan ikan lele. “Langsung konsultasikan saja permasalahannya. Atau misal dia mau buka pertama kali, ya nantinya saya akan edukasi orangnya,” ujar pemilik nomor seluler 08563085899 ini.

Sementara itu, Ghufron mengaku aktif Pramuka sejak golongan siaga. “Tapi di SMP gak telalu aktif, karena pondok minim sekali kegiatan yang berhubungan dengan kepramukaan,” kata Ghufron. Dia mengaku benar-benar jatuh hati ke Pramuka ketika SMA, karena pembinanya yang luar biasa. Penegak laksana pun diraihnya. (ron)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *