Bagas Raditya, Peserta Termuda 2016 Kuala Lumpur International Scouts Jamboree

Usianya masih 10 tahun. Masih sangat belia. Tapi pengalaman Pramuka-nya luar biasa. Pada Apel Hari Pramuka ke-55 Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur 2016 di Dermaga Madura, Komando Armada RI Kawasan Timur, Surabaya, dia mendapat pengalaman istimewa sebagai petugas apel.

Bagas Raditya, namanya. “Pada Apel Hari Pramuka ke-55 Kwarda Jatim di Kormatim 2016 lalu, saya petugas upacara. Saya menyerahkan kenang-kenangan berupa karikatur dari Kwarda kepada Kak Puan Maharani yang bertugas sebagai pembina (apel),” kata Bagas Raditya, Pramuka Penggalang yang lahir di Surabaya pada 25 Januari 2007.

Butuh keberanian dan percaya tinggi yang sangat tinggi bagi individu untuk melangkahkan kaki belasan meter di depan lebih dari 6000 pasang mata peserta dan undangan yang mengikuti apel itu. Terlebih individu itu adalah anak-anak seusianya.

Bagas Raditya saat menyerahkan bingkisan kepada Kak Puan Maharani

Ada juga Gubernur Jatim yang juga Kamabida Jatim Kak Soekarwo, Pangkoarmatim, Pangdam V Brawijaya, dan Kakwarda Jatim yang juga Kakwarda Jatim Kak Saifullah Yufuf atau Gus Ipul yang ikut menyaksikan. “Saya grogi dan sempat khawatir salah dalam melaksanakan tugas itu,” cerita Bagas.

Pengalaman anggota Pramuka Gudep pangkalan SDN Sedati Gede I Sidoarjo ini semakin bertambah. Pasalnya, pada 26 November – 1 Desember 2016, dia menjadi peserta 13th Malaysian Scouts Jamboree & 2016 Kuala Lumpur lnternational Scouts Jamboree yang diselenggarakan oleh Pengakap Malaysia.

Bagas patut berbangga, karena dia termasuk peserta termuda pada jambore yang diselenggarakan di Batu Metropolitan Park, Kuala Lumpur, Malaysia itu. Banyaknya peserta dari Indonesia, khususnya Jawa Timur pada pelaksanaan jambore itu membuat Bagas merasa tidak kesepian. Dia juga mengaku banyak yang medampingi.

Mengenai jambore di Malaysia itu, Bagas sangat terkesan dengan tempat pelaksanaannya. “Bumi perkemahannya di tengah kota. Di taman. Tempatnya asyik. Kalau hujan deras, tempatnya becek, ngecembeng dan berlumpur,” kata Bagas Raditya yang memiliki hobi membaca buku cerita ini sambil tertawa.

Bagas Raditya bersama Ketua Harian Mabinas Kak Puan Maharani Gubernur Jatim, Pangkoarmatim, Pangdam V Brawijaya dan Kakwarda Jatim

Selama kegiatan Jambore di Malaysia, Bagas mengaku banyak mengikuti kegiatan. “Yang asyik itu ketika saya mengikuti kegiatan kapal remote, flying fox, pengamatan bintang dan jelajah bandaraya atau keliling kota,” kata Bagas Raditya yang bercita-cita sebagai seorang arsitektur handal ini. Kegiatan Pramuka, menurut Bagas, sangat menarik dan tidak membosankan.

Dari pengalaman mengikuti 13th Malaysian Scouts Jamboree & 2016 Kuala Lumpur lnternational Scouts Jamboree itu, Bagas mengaku semakin cinta Pramuka. “Saya mau menjadi Pramuka Penggalang Garuda. Saya akan giat berlatih Pramuka,” ucap Bagas Raditya dengan tatapan mata tajam.

Dia juga mengaku akan terus aktif Pramuka. “Saya mau menjadi anggota DKD Jawa Timur. Saya mau mengikuti Jambore Pramuka Sedunia. Kalau sudah jadi arsitektur nanti, saya juga akan mendesain bumi perkemahan berkelas dunia dengan bangunan bernuansa alam,” harap Bagas Raditya.

Bertemu dengan Pramuka dari negara lain membuat selama mengikuti jambore di Malaysia memberikan pengalaman luar biasa kepada Bagas. “Saya bertemu dengan Pramuka Timor Leste, Brunei dan Singapura di jambore,” ujar Pramuka yang tinggal di Griya Mapan Sentoso DD-8 Sidoarjo ini. Pertemuan itu membuat dia ingin belajar bahasa Inggris. (ron)

Berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares