Festival Wirakarya Sidoarjo Siap Hilangkan Kesan Kumuh Desa Nelayan

Festival Wirarya Kampung Kelir Pramuka 2017 zona terakhir dimulai hari ini, Senin (8/5). Gerban Desa Tambak Cemandi, Sedati, Sidoarjo, pun nampak penuh dengan pemuda-pemudi dengan seragam Pramuka mereka. 750 orang dari rencana 1000 orang Pramuka Penegak dan Pandega dari Kwarcab Sidoarjo dan Kwarcab Surabaya akan memulai bakti pengecatan bangunan di desa ini.

Sejumlah 110 rumah masyarakat Desa Tambak Cemandi akan diwarnai dengan warna-warna ngejreng. Bakti pengecatan Pramuka usia 16 – 25 tahun ini diharapkan akan bisa mengubah kampung nelayan, yang sebelumnya dikenal kumuh ini, menjadi kampung tujuan wisata.

“RT 1, RT 2 dan RT 3 adalah sasaran bakti pengecatan. Kondisi RT itu tergolong cukup kumuh,” kata Kepala Desa Tambak Cemandi Amat. Menurutnya, masyarakat yang mayoritas nelayan itu menyambut positif bakti pengecatan Pramuka Penegak dan Pandega ini.

Peserta Festival Wirakarya Kampung Kelir Pramuka 2017 dari Kwarcab Sidoarjo dan Surabaya berdatangan

Terlebih, nelayan di sini suka dengan warna-warna ngejreng. Hal itu nampak dari warna yang diaplikasin pada perahu-perahu dan bangunan rumah mereka. Sepanjang sungai yang mengalir di tengah desa, tampak perahu-perahu dengan warna-warni yang tertambat. Beberapa rumah juga bahkan sudah berwarna cerah sebelum pelaksanaan festival ini. Namun, pengecatan ulang akan tetap dilakukan agar lebih baru.

Masjid Darussalam, yang dikenal dengan Masjid Oranye, menjadi tetenger Desa Tambak Cemandi ini. Dinding masjid ini didominasi dengan warna oranye atau warna jeruk. Masjid yang sudah berdiri selama 16 tahun ini berdiri tidak jauh dari gerbang desa.

Ketua Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pandega Kwartir Cabang Gerakan Pramuka (DKC) Kabupaten Sidoarjo Mohammad Ilyas berharap festival ini akan membuat Desa Tambak Cemandi berkembang di berbagai sektor. Tidak hanya sektor parisiwata, tapi juga ekonomi dan lingkungan hidup.

Perwakilan peserta Festival Wirakarya Kampung Kelir Pramuka 2017 melakukan proses registrasi

Dijelaskan oleh Ilyas bahwa selain pengecatan dinding rumah warga, bakti pengecatan juga akan dilakukan pada beberapa bidang. “Diantaranya, 38 fasilitas umum seperti pagar, tempat ibadah dan trotoar, serta 15 pos kamling. 30 rumah juga akan menjadi sasaran pengecatan pada bagian atapnya,” terang Ilyas.

Ilyas menjelaskan bahwa Kwarcab Surabaya tidak bisa mengikutsertakan 500 orang Pramuka Penegak menjadi peserta. Alasannya, pelaksanaan festival ini bersamaan dengan penilaian akhir tahun SMA/SMK di Surabaya yang menjadi pangkalan Gugusdepan Pramuka. “Semoga kami tetap bisa merealisasikan target pengecatan dengan penurunan jumlah peserta yang semula 1000 orang menjadi 750 orang ini,” harap Ilyas.

“Festival ini juga diharapkan bisa meningkatkan keindahan, keamanan, ketertiban umum, dan budaya gotong royong masyarakat setempat. Pramuka Penegak dan Pandega akan membantu mempromosikan desa ini kepada masyarakat luas. Diantaranya melalui media sosial yang hampir setiap individu anggota Pramuka Penegak Pandega punya,” kata Ketua DKD Jawa Timur Binar Bintang Putra Ananta.

Bakti pengecatan rumah warga dan fasilitas umum diharapkan bisa menghilangkan kesan kumuh desa nelayan ini

Ditambahkan oleh Binar, bahwa Bupati Sidoarjo yang juga Kamabicab Gerakan Pramuka Sidoarjo Saiful Illah dan Wakil Bupati Sidoarjo serta Kakwarcab Gerakan Pramuka Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin akan hadir pada malam pembukaan hari ini. Kakwarda Jatim Saifullah Yusuf atau Gus Ipul juga direncanakan meninjau pelaksanaan hari pertama ini. Gus Ipul juga direncanakan menutup Festival Wirakarya Kampung Kelir Pramuka 2017 pada Rabu, 10 Mei 2017 malam. (ron)

Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *