Raditya, anggota Pramuka Siaga Gudep pangkalan SDN Tanah Kalikedinding I Surabaya, sedang menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Namun, dia berhasil membuat satu lubang resapan biopori dengan kedalaman 1 meter seorang diri. Dengan mengenakan hasduk merah puth, Raditya lantas mengisi penuh lubang yang dibuatnya dengan sampah daun.

Sekitar 250 orang mengikuti aksi Ngebor Lubang Resapan Biopori Sambil Ngabuburit yang diselenggarakan Tunas Hijau Indonesia bersama Kwarda Gerakan Pramuka Jatim, Pemerintah Kota Surabaya, serta didukung oleh Hotel Ciputra World Surabaya,  Sabtu (3/6/2017). Aksi dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini diselenggarakan di jalur hijau Jalan Raya Kertajaya Indah Surabaya.

“Aksi nyata lingkungan hidup ini merupakan bukti bahwa puasa Ramadhan bukan halangan untuk melakukan aktivitas yang berhubungan dengan fisik,” kata Aktivis Senior Tunas Hijau dan Andalan Daerah Kwarda Jatim urusan Lingkungan Hidup Mochamad Zamroni. Terbukti, lanjut Zamroni, seorang siswa SD bisa seorang diri membuat satu lubang biopori dengan kedalaman satu meter.

Aditya Mahardikan, anggota Pramuka Siaga, sanggup membuat lubang biopori dengan kedalaman 1 meter meskipun sedang menjalankan ibadah puasa Ramadhan

Aksi ini diikuti oleh Pramuka Gudep pangkalan SMP Iskandar Said dan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. Hadir juga dari SDN Airlangga I,  SDN Kaliasin I,  SDN Tanah Kalikedinding I,  SDN Ujung IX,  SDN Kaliasin VII,  SDN Kapasari VIII,  SMPN 1, SMPN 4, SMPN 9, SMPN 11, SMPN 19, SMPN 23, SMPN 35, SMPN 37, SMPN 40, SMPN 41, SMAN 11, SMA Wachid Hasyim, SMKN 1, dan SMKN 10 Surabaya.

Tim SDN Tanah Kelikedinding I menjadi tim pertama yang hadir pada aksi yang dimulai sejak pukul 15.00 WIB itu. Dipimpin oleh Janny Mudjijanto, guru pembina lingkungan hidup, mereka bergegas memulai aksi pembuatan lubang resapan biopori dengan dua bor yang mereka bawa serta  30 bor yang disediakan Tunas Hijau.

“Sebanyak 160 lubang resapan biopori berhasil dengan kedalaman 60 cm – 100 cm berhasil dibuat pada aksi sore ini. Sampah daun sebanyak satu pickup kami manfaatkan untuk mengisi lubang biopori yang telah dibuat,” ujar Akivis Senior Tunas Hijau Satuman Saluki. Aksi biopori dihentikan pukul 17.00 WIB.

Aksi Biopori ini digelar dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan realisasi Gerakan Sejuta Biopori Pramuka Jatim 2017

Muhaimin, anggota Pramuka Pandega Gudep pangkalan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, mengatakan bahwa keikutsertaan Gudepnya sebagai tindak lanjut pelatihan biopori yang digelar sehari sebelumnya. “Aksi biopori di jalur hijau ini sekaligus persiapan kami sebelum bakti masyarakat di Desa Cangkringan, Sidoarjo pada akhir Ramadhan,” jelas Muhaimin.

Beragam hadiah menyemarakkan pelaksanaan undian berhadiah pasca aksi biopori sembari menunggu saat berbuka puasa. Ada sarung, buku notes, tas belanja ramah lingkungan dan 3 voucher makan gratis Hotel Ciputra World Surabaya. Buka bersama dengan beragam menu makanan dan minuman yang disediakan panitia, maupun dari sumbangan sekolah, keluarga dan individu terasa sangat nikmat meskipun dilakukan di pinggir jalan.

Beberapa kepala sekolah yang ketua majelis pembimbing gugusdepan (Kamabigus) ikut serta aksi biopori itu. Ada Kepala SMPN 23 Surabaya Elly Dwi Pudjiastuti, Kepala SDN Kaliasin I Surabaya Sujilah, Kepala SDN Tanah Kalikedinding I Surabaya Sumiati, Kepala SMPN 4 Surabaya Nanik Partiyah dan Kepala SDN Airlangga I Surabaya Agnes Warsiati. Para kepala sekolah ini bahkan terlibat ngebor  dan membantu penyiapan buka puasa bersama. (ron)

Keterangan foto utama: Pramuka SMP Iskandar Said Surabaya dan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya mengikuti aksi ngebor biopori di jalur hijau Jalan Kertajaya Indah Surabaya, Sabtu (3/6/2017)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *