Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur (8 Juni 2017, red) mengadakan simulasi uji coba software pendataan anggota Gerakan Pramuka, Kamis (8/6) di Kwarda Jatim. Simulasi ini bertujuan sebagai langkah awal uji coba sebelum software akan digunakan secara massal di Jawa Timur.

“Sasaran utama pendataan anggota adalah mereka yang berada di gugusdepan, karena gudep yang mempunyai anggota. Sehingga kita bisa tahu jumlah pasti anggota Gerakan Pramuka di Jawa Timur,” ujar Kak Diana, waka bidang organisasi dan hukum (Orkum) Kwarda Jatim.

Simulasi ini diharapkan mampu mewakili seluruh kwartir cabang se Jawa Timur. Sehingga, software dapat digunakan dalam waktu yang relatif singkat. “Dengan adanya software ini, pendataan anggota Pramuka di masing-masing Kwarcab akan sangat mudah mengenali riwayat setiap anggota, karena semuanya terdata dalam 1 sistem,” tambah Kak Diana.

Sistem pendataan anggota Gerakan Pramuka Jawa Timur telah didesain sejak 2012. Namun, baru tahun ini dapat dieksekusi. “Harapannya, kita dapat berdiskusi untuk penyempurnaan sistem pendataan anggota. Sebelum akhirnya disebarkan ke masing-masing kwartir cabang,” tutur Kak Endramawan, andalan daerah urusan database dan teknologi informasi Kwarda Jatim.

Tujuan lainnya sistem pendataan ini adalah setiap anggota Gerakan Pramuka di Jawa Timur memiliki kartu tanda anggota (KTA). KTA ini akan mempermudah setiap peserta dalam berkegiatan serta mempertegas anggota Gerakan Pramuka yang sesungguhnya. Wewenang pencetakan KTA sepenuhnya berada di kwartir cabang. “Rencananya sistem akan dibuat bertahap, kali ini kita uji cobakan dahulu, baru tahap selanjutnya mencetak KTA untuk setiap anggota,” tambah Kak Endramawan.

Tidak banyak peserta yang dihadirkan dalam simulasi tersebut. Terdapat 3 kwartir cabang yang diundang yakni, Kwarcab Trenggalek, Kwarcab Nganjuk, dan Kwarcab Kota Malang. Setiap kwarcab harus mengajak masing-masing 3 kwartir rantingnya. Dan setiap kwartir ranting, mengajak masing-masing 4 gugusdepan. Gugusdepan yang dimaksud harus memiliki jumlah anggota yang banyak dan dominan.

Menurut Kak Masul, kepala bagian Orkum Kwarda Jatim, seharusnya setiap gudep memiliki Pramuka Siaga hingga Pramuka Pandega. “Tapi kenyataannya sudah jarang gudep yang memiliki anggota lengkap mulai Siaga sampai Pandega itu. Sehingga, gudep dengan jumlah anggota banyak dan dominan dapat diikutsertakan,” kata Masul. (Irfan/ron)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *