AR Purmadi, Wakil Ketua Kwarda Jatim

Usianya tidak lagi muda. Namun, semangatnya terus membara, tidak kalah dengan anak muda. Terlebih untuk kepramukaan. Dialah Kak AR Purmadi, wakil ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur.

Di usianya yang sudah 64 tahun ini, masih kuat ingatannya pada masa anak-anak, saat aktif Pramuka Siaga. “Saat itu saya Siaga Bantu mau ke Siaga Tata tahun 1960-an. Yanda (pembina Pramuka Siaga) tidak mau menerima iuran Gudep dari uang saku pemberian orang tua,” kata Kak AR Purmadi.

Iuran Gudep yang dibayarkan harus dari usaha sendiri. “Kami mengumpulkan barang bekas untuk dijual. Dalam usaha pengumpulan barang bekas selama 3 hari saat itu, kami malah bisa mengumpulkan uang iuran untuk sebulan,” jelas Kak AR Purmadi, ketua DPRD Kabupaten Kediri  1987 – 1997, yang saat itu sebagai ketua DPRD Kota/Kabupaten termuda se Indonesia.

Kak AR Purmadi juga masih ingat betapa tingginya peranan masyarakat terhadap pendidikan anak-anak melalui Gerakan Pramuka. “Saat itu, setiap ada pengukuhan tingkatan anggota Pramuka selalu ditunggui orang tua. Hal ini menjadi tantangan Gugusdepan saat ini,” tutur Kak AR Purmadi yang saat itu aktif di Gugusdepan pangkalan SDN Wates II, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri.

Kak AR Purmadi saat pemberangkatan regu penggalang Jatim pada Final Nasional Indonesia Scouts Challenge 2016

Yanda Sapto Lumadyo, pembina Kak AR Purmadi  saat itu adalah seorang nasrani. “Meskipun beliau nasrani, tapi tidak pernah sekalipun menyinggung soal agama. Kami juga sering diingatkan untuk melaksanakan sholat,” tutur Ketua Kwarcab Kediri 1990-1996 ini.

Sikap pembinanya itu membuat Kak AR Purmadi beranggapan bahwa Gerakan Pramuka memberikan kesempatan kepada setiap orang untuk beribadah sesuai dengan agama yang dianutnya. Kecintaan Kak Purmadi terhadap Gerakan Pramuka pun semakin tinggi.

Kak Purmadi menjelaskan bahwa Gugusdepan menjadi garda terdepan dalam pembinaan watak anggota Pramuka. “Diantaranya melalui pencapaian Pramuka Garuda di masing-masing Gugusdepan,” harap Kak AR Purmadi.

Mengenai Pramuka Garuda itu, Kak AR Purmadi mempunyai pengalaman tersendiri. Keyllo Putra Abiandi, cucunya yang aktif di Gudep pangkalan Doho Kota Kediri enggan menempuh Pramuka Garuda. “Tanggung jawabnya berat, katanya,” cerita Kak AR Purmadi.

Keengganan Keyllo Putra Abiandi, cucu Kak AR Purmadi, untuk menempuh Pramuka Garuda bukan tanpa alasan. “Ternyata dia enggan menempuh Pramuka Garuda karena dia melihat pemimpin regunya yang sudah Pramuka Garuda jarang aktif dan sering melimpahkan tugas-tugas pemimpin regu,” lanjut Kak AR Purmadi.

Sementara itu, menurut Kak AR Purmadi, Gugusdepan yang ideal harus memiliki syarat 3M. “Gugusdepan yang ideal harus memiliki man atau pembina yang handal, money atau iuran dan keterlibatan stakeholders, dan material atau sarana prasarana latihan. Minimal mempunyai sanggar,” jelas Kak AR Purmadi.

Faktanya, saat ini banyak Gugusdepan yang anggotanya minimal 100 orang tapi hanya mempunyai 2 tenda. “Jelas kurang memadai untuk mendukung latihan rutin Pramuka. Kalau ingin Pramuka hebat, maka Gugusdepan adalah kuncinya,” kata Kak AR Purmadi. (ron)

Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *