Firmanto Abdullah, Pinkoncab Situbondo Raimuna Nasional XI

Raimuna Nasional 2017 adalah kegiatan akbar lima tahunan Pramuka Penegak dan Pandega dari seluruh Indonesia. Raimuna Nasional XI ini juga diikuti oleh Scouts dari beberapa negara lain seperti Malaysia, Tiongkok, Nepal, India.

Sekitar 15.000 orang mengikuti kegiatan yang diselenggarakan pada 13-21 Agustus 2017 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta ini. Bisa menjadi peserta Raimuna Nasional 2017 tentunya adalah kesempatan yang langka. Pasalnya, setiap kota/kabupaten hanya mendapat jatah 12 putra dan 12 putri sebagai peserta.

Kebanggaan bisa menjadi peserta, bahkan sebagai pemimpin kontingen cabang Kabupaten Situbondo dirasakan oleh Firmanto Abdullah. Pramuka Pandega kelahiran Situbondo, 10 Mei 1993 ini ialah ketua Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pandega Kwartir Cabang Gerakan Pramuka (DKC) Situbondo 2016-2021.

Beragam pengalaman berharga didapatkan oleh Pramuka yang tinggal di Jalan PB Sudirman RT 03 RW 03 Patokan, Situbondo ini. “Pengalaman seru, saat kami mengikuti Lomba 17 Agustus di Kabupaten Kerinci di Bumi Perkemahan Cibubur, mewakili Situbondo,” kata Firman, panggilan Firmanto Abdullah.

Lomba yang dimaksud Firman adalah lomba kaki seribu tingkat nasional. “Saat Lomba Kaki Seribu berlangsung suasana sangat seru, dan tak diduga terjadi hal konyol. Celana pendek salah satu anggota tim kami seketika robek di tempat. Kejadian ini  membuat kocak dan ketawa para pendukung dan penonton Lomba Kaki Seribu Nasional,” terang Firman. Ada enam orang mewakili kecamatan leuser, kecamatan dimana tapak kemah kontingen putra Situbondo pada Raimuna Nasional 2017.

Lomba Kaki Seribu pada Raimuna Nasional 2017

Keikutsertaannya pada Raimuna Nasional yang dibuka resmi oleh Presiden Republik Indonesia, yang juga Kamabinas Gerakan Pramuka Kak Joko Widodo ini, juga menyadarkan Firman begitu beragamnya suku, budaya dan bahasa di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini.

“Bahasa yang sulit dipahami setiap daerah oleh daerah yang lainnya sering membuat tidak mengerti yang mendengarkan. Bahasa Indonesia benar-benar menjadi bahasa pemersatu begitu banyaknya bahasa daerah yang digunakan masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke ini,” tutur Firmanto Abdullah yang sudah menjadi anggota DKC Situbondo masa bakti anggota dari 2011 – 2015.

Mengenai pengalaman mengikuti kegiatan kepramukaan, Firman jagonya. Dia pernah menjadi anggota skuas Dive Pramuka Emas 2011. Dia juga pernah menjadi peserta Raimuna Daerah Jatim 2013, Perkemahan Bela Negara Nasional 2015, Pinkoncab Situbondo pada Jambore Nasional 2016. Firman juga pernah mengikuti Diklat Brigade Penolong Dasar 2014, Diklat Brigade Penolong Lanjutan 2016, dan Diklat Selam Dasar 2015. (ron)

Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *