Jalis Dwi Muthohhar, Pramuka Teladan dari Kwarcab Ngawi

Pramuka Penegak yang satu ini tidak menjadi peserta Raimuna Nasional 2017 yang diselenggarakan di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta. Namun, dia menjadi undangan khusus saat pembukaan Raimuna Nasional XI, yang juga upacara peringatan Hari Pramuka ke-56.

Dialah Jalis Dwi Muthohhar, anggota Pramuka Gudep 02.085 pangkalan SMK PGRI 2 Geneng, Ngawi. Jalis mewakili Jawa Timur menerima penghargaan sebagai Pramuka Penegak Teladan. Penghargaan berupa Lencana Teladan disematkan langsung Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Kak Adhyaksa Dault kepada Jalis Dwi Muthohhar.

Lencana Teladan, yaitu tanda penghargaan yang diberikan kepada anggota muda Gerakan Pramuka (Siaga, Penggalang, Penegak dan Pandega) yang telah memperlihatkan sikap laku yang utama, yang tampak dari usaha, tanggung jawab, keuletan, kesabaran, kesopanan, keramahtamahan serta akhlak yang luhur, sehingga dirinya dapat menjadi teladan bagi anggota Gerakan Pramuka, keluarga dan anggota masyarakat lainnya.

Bagi Jalis, yang kini mahasiswa baru di Universitas Negeri Surabaya, mendapatkan penghargaan sebagai Pramuka Teladan adalah suatu kebanggaan yang luar biasa. “Apalagi saya terpilih secara resmi oleh Kwarnas Gerakan Pramuka untuk menerima langsung penghargaan itu pada puncak peringatan Hari Pramuka ke-56 di Cibubur, Jakarta,” kata Jalis yang tinggal di RT 03 RW 03, Dusun Dinden III, Desa Dinden, Kecamatan Kwadungan, Kabupaten Ngawi.

Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Kak Adhyaksa Dault menyematkan Lencana Teladan kepada Jalis di Cibubur

Untuk menempuh Pramuka Teladan, pemuda kelahiran Ngawi, 20 Juli 1998 ini mengaku butuh perjuangan yang tidak instan. “Untuk prosesnya dimulai dari penempuhan syarat kecakapan umum (SKU) Penegak Bantara, lalu dilantik bantara. Menempuh SKU Laksana, lalu dilantik laksana dan juga menempuh tanda kecakapan khusus (TKK) yang diharuskan sebagai persyaratan Pramuka Garuda,” tutur Jalis.

Pramuka Garuda inilah syarat penting untuk mengajukan penghargaan Lencana Teladan. Setelah itu menyiapkan berkas porto folio lalu diajukan ke kwartir ranting, lalu ke kwarcab, terus kwarda. Setelah kwarda disetujui oleh dewan kehormatan, baru pengajuan diteruskan ke Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

Persiapan yang paling menantang adalah menyiapkan diri menjadi Pramuka Garuda. “Syarat Pramuka Garuda yang cukup banyak dan ada tahapan diuji/tes. Menempuh Pramuka Teladan tidak berat kok, karena saya sudah niat. Mungkin yang ada adalah saya menyiapkan semua itu sampai kurang istirahat,” tutur Jalis.

Jalis bersama Ketua Kwarnas Kak Adhyaksa Dault dan pembina Pramuka-nya Kak Anton

Sementara itu, Jalis mengaku menjadi anggota Pramuka sejak masih duduk di bangku SD saat golongan Pramuka Siaga. Itupun karena disuruh untuk mewakili sekolah di setiap acara kepramukaan. “Padahal saya juga belum mengetahui manfaatnya. Mungkin karena masih kecil. Intinya seneng saja. Itung-itung sambil jalan-jalan,” terang Jalis.

Menginjak usia Pramuka Penggalang, sewaktu di madrasah, dia masih kurang begitu aktif Pramuka. “Ketika ada latihan Pramuka rutin, saya sekedar ikut tanpa keseriusan. Di akhir kelas 9 madrasah, saya juga ditunjuk untuk mengikuti lomba perkemahan di tingkat kecamatan. Dari situ mungkin tunas di dalam hati saya mulai tumbuh,” lanjut Jalis.

Ketika Pramuka Penegak, Jalis melanjutkan pendidikan di SMK PGRI 2 Geneng. Seluruh siswa kelas 10 diwajibkan mengikuti latihan rutin Pramuka. Jalis lantas berpikir dengan matang untuk aktif Pramuka karena banyak sekali manfaatnya. “Meskipun kemauan dari dalam diri saya untuk benar-benar aktif Pramuka sudah agak terlambat, tetapi saya tetap semangat,” jelas Jalis.

Banyak teman-teman Jalis yang aktif Pramuka menyumbang banyak prestasi Pramuka untuk sekolah. “Mungkin karena saya tidak ditunjuk untuk mengikuti perlombaan seperti saat masih siaga dan penggalang dulu, karena memang sudah penegak. Jadi kita yang aktif bergerak bukan pembinanya,” cerita Jalis.

Jalis aktif sebagai anggota Saka Bakti Husada yang berpangkalan di UPT Puskesmas Geneng. Dia pernah menjadi ketua dewan saka juga. “Alhamdulillah prestasi di kesakaan juga meningkat,sangga yang saya pimpin mendapat juara 1 Penjelajahan PPGD tingkat Kabupaten Ngawi,” kata Jalis.

Tanda penghargaan Lencana Teladan yang diraih Jalis dan 3 orang temannya dari satu gugusdepan bukan hanya nilai prestasinya. “Lencana Teladan yang kami terima juga mengandung nilai proses untuk meraihnya. Semoga kami dapat menginspirasi dan memotivasi anggota Pramuka di Ngawi, di Jatim, dan di Indonesia. Pramuka harus dapat menjadikan dunia lebih baik,” pungkas Jalis. (ron)

Berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares