Mohammad Eko “Paparazzi” Agriawan, Fotografer Pramuka

Gelak tawa terdengar pada hari kedua Pelatihan Jurnalistik Media Sosial 2017 yang diselenggarakan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur di Pusdiklatda Argasonya Balongbendo, Sidoarjo, Minggu (21/5). Ialah Kak Mohammad Eko Agriawan, peserta pelatihan utusan Kwarcab Jombang yang membuat seluruh peserta tertawa dengan foto-foto ekspresi peserta karyanya selama pelaksanaan pelatihan itu.

Kegemarannya mendokumentasikan kegiatan, khususnya foto ekspresi candid, membuatnya dikenal dengan sebutan Eko Paparazzi. Dalam semua aktivitasnya sehari-hari, mungkin hanya saat mandi atau ke toilet saja yang tidak didokumentasikan oleh Kak Eko Agriawan yang lahir di Jombang, 25 September 1969 ini.

Bagi aktivis Pramuka yang tinggal di Perum Permata Jingga blok A no 28 Jombang ini, fotografer adalah hobi dan profesinya. “Kamera Nikon D90 tele 70-200mm adalah kamera dan lensa yang hampir selalu saya bawa dalam setiap aktivitas saya,” kata Kak Eko, yang juga Andalan urusan Kehumasan Kwarcab Jombang ini.

Tidak terkecuali saat Kak Eko Agriawan menjalankan tugasnya sebagai pegawai negeri sipil guru di SMPN 6 Jombang. “Saya selalu bawa kamera DSLR kecuali lagi gak mood, seperti  capek banget setelah seharian motret. Saya selalu membawa kamera dan hobi memotret sejak kuliah tahun 1988,” terang Kak Eko, yang juga Instruktur BP 1317 Kwarcab Jombang.

Hobi memotret Kak Eko ini telah menghasilkan uang jutaan rupiah. Beragam lomba fotografi juga pernah dijuarai oleh Kak Eko. Lomba Foto Honda Otto Contest di Kediri, diantaranya. “Dirasani peserta, ‘tuwek-tuwek melok’ (sudah tua tapi ikut),” tutur Kak Eko yang pernah mengikuti Diklatsar Saka Bhayangkara Pusdik Brimob Watukosek Polda Jatim 1988 ini.

Maklum, pada lomba itu Kak Eko hanya membawa kamera Nikon D 90 dengan lensa kit. “Para peserta yang lainnya banyak menggunakan lensa tele 50 mm dan jenis yang mahal lainnya. Nah, pas diumumkan alhamdulillah dapat juara 1. Akhirnya mereka menyalami saya dan minta diajari fotografi,” lanjut Kak Eko yang kini memiliki 3 kamera DSLR ini.

Bagi Kak Eko, jenis kamera dan lensa yang digunakan memang penting untuk menghasilkan karya fotografi yang bagus. “Namun, fotografi bukan hanya soal kamera. Fotografi juga mengenai sosok yang menggunakan kamera. Momen yang tepat sangat diperlukan juga,” terang Kak Eko.

Beragam kejadian unik dialami Kak Eko dengan kamera yang kerap kali dibawanya. Pernah juga Kak Eko tidak jadi ditilang karena nenteng kamera tele. “Tapi ini gak bisa dicontoh. Sewaktu pulang dari jaga ujian, di lampu merah saya belok kiri padahal lampu sedang merah. Saya gak konsen saat itu. Spontan dihentikan oleh polisi yang sedang operasi,” kata Kak Eko Agriawan.

Polisi lantas menghampirinya dan memintanya ke meja tilang. “Berpikir cepat, saya sambar kamera di jog mobil. Lantas saya tenteng. Sambil sok kenal sok dekat, saya sapa beberapa polisi yang sudah siap nilang. Lantas ada kalimat sejuk banget yang keluar di akhir pembicaraan ‘Monggo mas dilanjut perjalanan dan hati hati’. Sejuk rasanya,” lanjut Kak Eko Agriawan.

Ada juga pas nenteng kamera sambil ngobrol dengan penjual kopi yang juga teman saat SMA. “Tiba-tiba dari sebelah saya lewat pelajar dengan kecepatan yang agak lumayan. Wheeerr. 3 detik kemudian terdengar braaakkk dan teriakan. Noleh ke arah TKP dan secepat kilat sadar kamera, langsung jepret. Foto tersebu saya ikutkan lomba. Alhamdulillah juara 1,” tutur Kak Mohammad Eko Agriawan. (ron)

Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

One thought on “Mohammad Eko “Paparazzi” Agriawan, Fotografer Pramuka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *