Nahdhiah Khoirun Nisa’, Peserta Raimuna Nasional 2017 dari Mojokerto

Raimuna Nasional adalah kegiatan akbar Pramuka Penegak dan Pandega se Indonesia. Bisa menjadi peserta kegiatan yang digelar setiap 5 tahun ini tentunya menjadi kebanggaan tersendiri. Diantara peserta Raimuna Nasional XI yang bangga ialah Nahdhiah Khoirun Nisa’ dari Gugusdepan Pramuka pangkalan SMAN 1 Mojosari, Mojokerto.

Nisa’ yang kini siswa kelas XI bahkan sudah melakukan persiapan ketika awal duduk dibangku kelas X SMA. “Pada awal SMA, saya mendapat informasi bahwa akan ada Raimuna Nasional XI 2017. Berbagai informasi saya kumpulkan dari browsing hingga bertanya secara langsung kepada yang lebih berpengalaman,” kata Nahdhiah Khoirun Nisa’, yang lahir di Mojokerto, 24 Juni 2000.

Setelah dinyatakan lolos seleksi, Nisa’ bersyukur. Berbagai persiapan terus dia lakukan untuk menjadi peserta kegiatan nasional Pramuka Penegak dan Pandega yang dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia yang juga Kamabinas Gerakan Pramuka Kak Joko Widodo ini.

Nahdhiah Khoirun Nisa’ bersama Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Kak Adhyaksa Dault di Raimuna Nasional 2017

“Di Raimuna Nasional XI 2017 ini saya sangat bahagia sesuai dengan jargon koncab saya yaitu #MojokertoBahagia. Di event 5 tahun sekali ini saya banyak mendapat pengalaman baru, teman baru, ilmu baru baik tersirat maupun tersurat,” terang Pramuka putri yang tinggal di RT 4 RW 1 Kelurahan Sawahan, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto ini.

Nahdhiah Khoirun Nisa’ tur edukasi Raimuna Nasional 2017 di Garuda Indonesia

Dari ragam kegiatan yang diikuti selama Raimuna Nasional 2017, Nisa’ mengaku banyak yang merupakan kegiatan baru baginya. Namun, ada ada juga kegiatan yang sebelumnya pernah dia ikuti. “Asyiknya dan yang membuat berbeda Raimuna Nasional 2017 adalah ketika berbagai suku dan budaya di Indonesia disatukan di Bumi Perkemahan Cibubur. Rasanya yah inilah milik kita, Indonesia kita,” jelas Nisa’ dengan bangga.

Sementara itu, Nisa mengaku menekuni Pramuka dengan enjoy. Dia tak pernah merasa Pramuka sebagai sebuah beban. “Pramuka adalah hobi. Apalagi remaja yang sejatinya sedang mencari jati diri. Saya memanfaatkan masa remaja saya dengan mengikuti Pramuka. Seperti paket komplit, di Pramuka berbagai ilmu diajarkan,” tutur Pramuka penghobi hal baru dan jalan-jalan ini.

Dia mengaku mengenal Pramuka sejak duduk di bangku Madrasah Ibtidaiyah (MI). “Pandangan awal saya mengenai Pramuka adalah asyik,” ujar Nisa’. Di MI dia mengenal Pramuka dengan yel-yel, sandi-sandi dan game.

“Hingga ketika saya berada di tingkat MTs (Madrasah Tsanawiyah), saya belajar lebih jauh tentang Pramuka. Pengalaman saya bertambah ketika mengikuti berbagai lomba Pramuka dari tingkat kecamatan sampai beberapa kabupaten sekitar dan berhasil menyabet beberapa juara,” kata pemilik motto ‘Jadilah diri sendiri’ ini. Dia juga pernah dinobatkan sebagai Duta Putri Skill and Intelligence of Scout COmpetition (SISCO) season 2 tahun 2015. (ron)

Berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares