Nia Kurniawati, Pembina Gudep 16.004 SMAN 1 Padangan

Puasa Ramadhan 1438 H lalu tidak menjadi halangan untuk melakukan aktivitas fisik. 80 lubang resapan biopori berhasil dibuat pada aksi peduli lingkungan hidup Gerakan Sejuta Biopori Pramuka Jatim yang diprakarsai oleh Gudep 16.003-16.004 pangkalan SMAN 1 Padangan, Bojonegoro.

50 orang panitia terlibat. 233 orang peserta Pramuka Penegak dari banyak gugusdepan dan satuan karya kwartir cabang kota/kabupaten se Jawa Timur ikut serta. Aksi Biopori dan Workshop Jurnalistik Media Sosial, adalah nama kegiatan yang didukung oleh Kwarda Gerakan Pramuka Jatim itu. Bahkan ada juga utusan peserta dari Jawa Tengah.

Ialah Kak Nia Kurniawati, pembina Pramuka Gugusdepan pangkalan SMAN 1 Padangan Bojonegoro yang terus memberikan motivasi kepada anggota Pramuka Gudep 16.003-16.004 pangkalan SMAN 1 Padangan yang terletak di perbatasan Jatim dan Jateng itu.

“Alhamdulillah, meskipun kegiatan gugusdepan tapi peserta banyak dari kwarcab lain dan dari Kwarda Jateng juga. Padahal pelaksanannya saat bulan Ramadhan,” kata Kak Nia Kurniawati, pembina Pramuka lulusan KML di Pusdiklatda Argasonya, Kwarda Jatim di Balongbendo, Sidoarjo tahun 2017.

Kak Nia menjelaskan bahwa pesertanya dari SMAN 1 Cepu, SMK 4 Bojonegoro, SMKN 1 Kasiman,  SMK pelajaran Muhammadiyah Tuban, SMAN Parengan Tuban, Saka Bhayangkara Polres Bojonegoro,  SMAN 1 Padangan,  IAI SUNAN GIRI, Saka Bahari Malang, SMKN 2 Turen, SMAN 2 Cepu, MAN 5 Bojonegoro, MAN 3 Bojonegoro,  SMAN 1 Ngraho,  SMAN 1 Kalitidu,  MA YASTAMAS Cepu, dan IKIP PGRI Bojonegoro.

Ada juga peserta dari SMK Bahrul Ulum Surabaya, Prasbhara Bubutan Surabaya, SMKN 12 Surabaya, SMK Penerbangan, SMKN 1 Purwosari, MI Assalam Cepu, MAN 3 Kota Kediri, SMAN 1 Purwoasri,  MAN 1 Bojonegoro, Saka Wirakartika, SMKN 1 Cepu, Saka Wanabakti, PPSDM MIGAS Cepu dan MA Sunan Kalijaga Cepu.

Bagi pembina kelahiran Bojonegoro, 17 Desember 1993 ini, menjadi pembina Pramuka masa ini banyak tantangannya. “Tantangan menjadi pembina Pramuka adalah cara menciptakan kegiatan-kegiatan positif yang menarik dan inovatif untuk para anggotanya lebih termotivasi dan bersemangat dalam mengikuti kegiatan Pramuka,” kata Kak Nia yang dikenal dengan pembawaannya yang kalem ini.

Menurutnya, pada zaman modern seperti saat ini siswa lebih tertarik dengan teknologi. “Seorang pembina harus mampu mengemas kegiatan Pramuka lebih menarik dengan memanfaatkan perkembangan teknologi. Jadi peserta didik akan mendapatkan pendidikan karakter dalam Gerakan Pramuka sekaligus menguasai teknologi,” lanjut pembina yang sehari-hari sebagai guru di sekolah yang sama itu.

Tantangan lain bagi pembina Pramuka adalah dukungan orang tua serta dukungan guru yang lainnya.  “Sebab, tidak semua guru menyukai kegiatan Pramuka,” tutur pembina Pramuka yang tinggal di Desa Payaman, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro ini.

Lebih lanjut, Kak Nia mendambakan Gugusdepan Pramuka pangkalan SMAN 1 Padangan Bojonegoro akan bisa menjadi Gugusdepan Ramah Lingkungan. “Rencananya pada Persami penerimaan penegak baru September nanti adik-adik yang kelas X diberi pengetahuan biopori sekaligus praktek. Harapannya di tahun pelajaran ini bisa melaksanakan program gugus depan ramah lingkungan,” harap Kak Nia. (ron)

Berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares