Pramuka Juga Harus Mengerti Keprotokolan

86 orang anggota Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pandega Kwartir Cabang (DKC) kabupaten/kota se-Jawa Timur digembleng dalam Pelatihan Keprotokolan. Pelatihan ini diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Timur selama 3 hari, Senin (28/8) sampai Rabu (30/8) di Hotel Puncak Ayanna, Trawas, Mojokerto.

Melalui pelatihan ini, peserta diajak mengetahui dan memahami keprotokoleran. Hal ini dilaksanakan karena organisasi Gerakan Pramuka memiliki hubungan yang sangat dekat dengan pejabat pemerintahan.

“Umumnya, Mabicab (majelis pembimbing Gerakan Pramuka cabang kota/kabupaten) Adik-Adik adalah bupati atau walikota, sehingga belajar protokoler menjadi wajib bagi Adik-Adik,” ujar Kak Hariadi Purwantoro, waka binamuda Kwarda Jatim selaku salah satu pemateri.

Pelatihan yang memang ditujukan untuk Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega ini dibuka oleh Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Timur Kak Sugeng. Dalam “Peserta ditekankan bersungguh-sungguh dalam pelatihan ini. Sehingga, dapat memperoleh hasil yang maksimal pasca pelatihan,” pesan Kak Sugeng dalam pembukaan, Senin (28/8).

Dalam pelatihan tersebut, peserta diajarkan tentang dasar-dasar protokoler hingga praktek beberapa upacara yang paling sering dilaksanakan dalam jajaran Kwartir Cabang. Beberapa upacara tersebut adalah upacara bendera, upacara pelantikan, upacara peresmian, dan upacara penyambutan tamu.

“Teman-teman tidak hanya mendapat teori saja dalam pelatihan ini, justru teman-teman akan mempraktekkannya langsung,” kata Kak Masul Hadi, salah satu pemateri pelatihan dari Kwarda Jatim.

Kepala Biro Protokoler Jawa Timur Kak Aries Agung Paewai, pemateri, menyampaikan materi yang berkaitan dengan keprotokoleran. Kak Aries menjelaskan definisi keprotokolan berdasarkan Undang-Undang RI nomor 9 tahun 2010 tentang Keprotokolan pada Bab I pasal 1 ayat 1.

“Keprotokolan adalah serangkaian kegiatan yang berkaitan dengan aturan dalam acara kenegaraan atau acara resmi yang meliputi tata tempat, tata upacara, dan tata penghormatan sebagai bentuk penghormatan kepada seseorang sesuai dengan jabatan dan/atau kedudukannya dalam negara, pemerintah, atau masyarakat,” ujar Kak Aries saat menyampaikan materi.

“Tujuan keprotokolan adalah memberikan penghormatan kepada pejabat negara, pejabat pemerintah, perwakilan Negara asing, dan/atau organisasi internasional, serta tokoh masyarakat tertentu dan/atau tamu Negara sesuai dengan kedudukan dalam negara, pemerintah, dan masyarakat,” sambung Kak Aries.

Selain itu, tujuan lainnya keprotokolan yang disebutkan dalam Undang-Undang RI nomor 9 tahun 2010 adalah memberikan pedoman penyelenggaraan suatu acara agar berjalan tertib, rapi, lancar, dan teratur sesuai dengan ketentuan dan kebiasaan yang berlaku, baik secara nasional maupun internasional, dan menciptakan hubungan baik dalam tata pergaulan antar bangsa.

Pelatihan ini ditutup oleh Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur Kak AR Purmadi. “Tidak boleh selesai sampai di sini saja pelatihan ini. Adik-adik harus menerapkan ilmu yang diperoleh di kwartir cabangnya masing-masing,” pinta Kak AR Purmadi, Rabu (30/8).

Beberapa peserta mengaku mendapat pengetahuan baru tentang keprotokolan. Diantaranya mengaku bersyukur dan senang, lantaran dapat diberi kesempatan untuk mengikuti pelatihan keprotokoleran. “Menurut saya, ilmu ini sangat berharga. Saya sangat senang bias mengikutinya,” ungkap Nadiah, perwakilan peserta dari Banyunwangi. (irfan/ron)

Berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares