Terbangkan 4000 Lampion Pada Malam Refleksi Kebangsaan

Raimuna Nasional (Rainas) XI 2017, Kamis (17/8), memasuki hari ke-4 terhitung sejak resmi dibuka oleh Presiden Republik Indonesia Kak Joko Widodo pada 14 Agustus 2017. Sekitar 15.000 orang peserta Pramuka Penegak dan Pandega dari seluruh penjuru Indonesia berjumpa, saling menyapa, dan belajar bersama di Raimuna Nasional XI 2017 hingga akhir penutupan kegiatan pada 20 Agustus 2017.

Kegiatan yang diikuti pun sangat bervariasi. Mulai dari rover challenge, kunjungan ke anjungan pameran kwartir daerah atau saka, global development village, tur edukasi, pentas seni, dan beragam kegiatan menarik lainnya.

Diantara kegiatan yang menarik dalam pelaksanaan Raimuna Nasional XI adalah malam refleksi kebangsaan, Kamis (17/8/2017) malam. Kegiatan ini mampu menarik animo peserta untuk turut berpartisipasi. Bahkan beberapa peserta menyayangkan dirinya lantaran tidak dapat berpartipasi secara aktif.

Pasalnya, tidak setiap peserta berkesempatan menerbangkan lampion. Hanya 4000 orang yang terpilih dari seluruh nusantara yang bertugas menerbangkan lampion yang khusus dibawa oleh kontingen Bojonegoro, Jawa Timur. Selebihnya, peserta menikmati jalannya acara malam refleksi dengan khidmat.

Lampion yang diterbangkan pada malam refleksi kebangsaan ini berasal dari Kwartir Cabang Bojonegoro

Malam refleksi kebangsaan dimulai dengan aksi parade bendera dari masing-masing Kwartir Daerah yang dijadikan menjadi satu. Hal ini bermakna, bahwa Rainas XI 2017 diikuti oleh 34 Kwartir Daerah Gerakan Pramuka di Indonesia.

Acara kemudian dilanjutkan dengan hiburan, yang setiap lagu yang dibawakan menunjukkan nasionalisme. Terakhir ditutup dengan penerbangan 4000 lampion oleh peserta yang diiringi oleh ribuan kembang api di udara.

“Malam ini kita terbangkan 4000 lampion. Kemudian pada penutupan akan kita terbangkan lagi 1000 lampion,” ujar Kak Wiji, salah satu tim pelaksana malam refleksi kebangsaan dari Kwartir Cabang Bojonegoro.

Sejatinya, acara ini bertujuan untuk meningkatkan rasa nasionalisme peserta. Sejalan dengan tagline nasional yakni ‘Gerakan Nasional Revolusi Mental’, malam refleksi sukses menghantarkan peserta larut dalam kebinekaan.

Selain itu, juga bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan strategi, model, pendekatan, dan teknik pembelajaran yang diterapkan oleh para pahlawan dalam mempertahankan NKRI. Serta, meningkatkan rasa kebersamaan antar peserta Rainas XI 2017.

Lampion memiliki makna yang mendalam. “Lampion merupakan simbol dari kebahagiaan dan harapan,” ujar Kak Agus dari Kwarcab Bojonegoro yang memimpin jalannya pelepasan lampion. Lampion adalah simbol kebahagiaan yang ingin diperoleh oleh masing-masing peserta.

Kebahagiaan yang tulus dan hakiki dengan ribuan harapan yang menjadi tujuan hidup, dalam upaya mengisi kemerdekaan. “Kebahagiaan tidak selalu diperoleh dari kekayaan materi yang berlimpah, namun cukup dijalani bersama orang-orang tercinta dan mereka yang berarti dalam hidup,” tambah Kak Agus. (fan/ron)

Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *