Sekitar 10.800 Pramuka yang juga siswa Madrasah se-Kabupaten Malang tumpah ruah memadati lapangan Brigif Para Raider 18 Trisula Jabung, Malang. Mereka Gelar Lomba-Lomba Pramuka (Gelora) Madrasah Tahun 2017. Pembukaan kegiatan ini dilakukan oleh Kakanwil Kementerian Agama Kak Syamsul Bahri dan Waka Kwarda Jatim Kak AR Purmadi, Senin (11/09).

Kak Syamsul Bahri mengajak semua kepala madrasah se- Kabupaten Malang mulai kepala madrasah ibtidaiyah, madrasah tsanawiyah dan madrasah aliyah untuk terus meningkatkan prestasi madrasah masing masing.

Salah satu karya peserta Lomba Pionering 200 Stik pada Gelora Madrasah Kabupaten Malang 2017

“Tentunya semua kepala madrasah  harus melaksanakan kewajibanya secara profesional dengan merubah persepsi mulai dari penataan tata laksana, penataan manajemen dan terus berinovasi guna peningkatan pretasi madrasah,” kata Kak Syamsul Bahri.

Semua peserta Gelora Madrasah 2017 Kabupaten Malang ini menginap di tenda. Ada sekitar 1080 tenda yang didirikan. Satu tenda digunakan untuk sekitar 10 orang Pramuka Madrasah.

Kegiatan perdana ini bertujuan menjadi pelopor bahwa madrasah itu ada, bersanding untuk membangun kaum muda dengan slogan “Innovasi atau Mati”. Gelora Madrasah 2017 Kabuaten Malang dilaksanakan selama dua hari, 11 – 12 September 2017.

Kepala Kanwil Kementerian Agama Kak Syamsu Bahri (lima dari kanan) bersama Waka Kwarda Jatim Kak AR Purmadi (6 dari kiri) saat pembukaan

Tari Genjring asal Malangan dari Pramuka Gudep Pangkalan Madrasah Aliyah Negeri 3 Malang menjadi tarian pengiring pada pembukaan. Sementara itu, beragam lomba digelar pada Gelora Madrasah 2017 Kabupaten Malang ini. Lomba itu adalah pemilihan dai cilik, teknologi tepat guna, mading 3 dimensi, pionering 200 stik, menggambar dan yel-yel. (ron)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *