Nurul Annisa R, Pemanfaatan Limbah Cangkang Telur Berlanjut ke Korea

Limbah cangkang telur ternyata bisa dimanfaatkan untuk sumber energi. Ialah Nurul Annisa Rachmawati, Pramuka Penegak Laksana Gugus Depan 2401.116 pangkalan SMAN 1 Lamongan, yang berhasil membuat teknologi tepat guna mengenai pemanfaatan limbah cangkang telur itu.

Berkat teknologi tepat guna berjudul ‘Pemanfaatan limbah cangkang telur sebagai bahan dasar baterai gagado hidro’ itu, Annisa, panggilan akrab Nurul Annisa Rachmawati, menjadi salah satu juara Final Festival Wirakarya Kampung Kelir Pramuka (FWKKP) 2017 yang diselenggarakan oleh Kwarda Jatim serta didukung Jawa Pos, PT Mataram Paint dan Bank Jatim ini.

Sebagai salah satu juara Final FWKKP 2017 yang diselenggarakan di Lenmarc Mall Surabaya, Annisa pun berkesempatan mengunjungi negeri ‘Ginseng’ Korea pada Oktober 2017 ini. “Pastinya senang karena perjuangan 1 bulan nggak sia-sia dan membuat bangga semua yang sudah mendukung,” kata Annisa mengenai kesannya setelah ditetapkan sebagai juara dan mendapatkan hadiah traveling ke Korea.

Nurul Annisa, berdiri kedua dari kanan, saat bakti pengecatan di Gresik pada Festival Wirakarya Kampung Kelir Pramuka 2017

Dia menjelaskan bahwa dipilihnya cangkang telur karena menyesuaikan dengan temanya kearifan lokal. “Di Lamongan, setelah diteliti, banyak yang bekerja sebagai peternak. Akhirnya karena saya merasa cangkangnya hanya dibuang begitu saja, saya mencoba meneliti apa saja kandungan di dalam cangkang telur,” ujar Annisa yang lahir di Lamongan, 26 September 2001.

Ternyata cangkang telur mengandung kalsium karbonat. “Kalsium karbonat bisa digunakan sebagai pengganti bahan baterai. Dengan begitu baterai yang sudah bekas bisa digunakan kembali. Kelebihannya mungkin kalau yang saya buat ini waktu pembuatannya tidak lama, dan barang yang dibutuhkan mudah didapat,” jelas Pramuka Penegak Laksana penghobi membaca ini.

Kelebihan dari baterai dari cangkang telur karya Annisa ini bisa menyalakan jam selama 26 hari. “Sebagian besar tidak ada kendala dalam pembuatan teknologi tepat guna ini. Mungkin hanya kendala waktu karena hanya 1 bulan persiapan,” lanjut Nurul Annisa Rachmawati yang akan ke Korea pada 12-18 Oktober 2017 ini.

Sementara itu, pada pelaksanaan Festival Wirakarya Kampung Kelir Pramuka zona Gresik-Lamongan yang diikutinya, dia mengaku tidak ada kesiapan sama sekali karena hanya fokus dengan pengecatan. “Walaupun hari terakhir terdapat festival kecerdasan, tapi saya dan teman-teman bahkan tidak ada kesiapan sama sekali,” ucap Annisa.

Di hari terakhir, sebelum mengikuti festival kecerdasan pun, dia hanya membaca sekilas tentang Pramuka. “Dan speechless, saya bisa masuk final disana. Saat final, saya sempat dibuat bingung karena saya tidak sadar kalau sudah menang. Saya merasa masih lama waktunya untuk final di panggung. Tapi ternyata saya sudah jadi pemenang juara 2,” tutur Annisa. (ron)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *