Kwartir Daerah Gerakan Pramuka (Kwarda) Jatim terus menggelorakan gerakan peduli lingkungan hidup. Melalui Andalan Daerah Urusan Lingkungan Hidup Kwarda Jatim Kak Mochamad Zamroni, Kwarda Jatim mensosialisasikan dua program unggulan lingkungan hidupnya kepada pertemuan Forum Sekolah Adiwiyata Jawa Timur di SDN Dinoyo 2 Kota Malang, Sabtu (23/9).

“Kapan terakhir kali sekolah Bapak/Ibu sekalian panen kompos melalui media pengomposan sampah organik yang ada di sekolah?” tanya Kak Zamroni mengawali sosialisasi lingkungan hidupnya. Menurutnya, sudah menjadi rahasia umum bahwa pengelolaan lingkungan hidup di sekolah terjadi penurunan setelah mendapatkan penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional  atau Mandiri.

“Bagi sekolah yang telah mendapatkan penghargaan sebagai Sekolah Adiwiyata Jatim, atau Sekolah Adiwiyata Nasional dan bahkan Sekolah Adiwiyata Mandiri, ayo terus giatkan pengelolaan lingkungan hidup,” kata Kak Zamroni. Diantaranya melalui dua program lingkungan hidup unggulan Kwarda Jatim pada tahun 2017 ini.

Dua program unggulan yang dimaksud adalah Gerakan Sejuta Biopori Pramuka Jatim 2017 dan Gugus Depan Ramah Lingkungan Hidup. “Ada penghargaan dari Ketua Kwarda Jatim Kak Saifullah Yusuf yang akan diberikan kepada gugus depan yang berhasil membuat minimal 500 lubang resapan biopori dengan kedalaman minimal 60 cm,” terang Kak Zamroni.

Utusan SDN Kauman I Kota Malang mengaku tertarik dengan Gerakan Sejuta Biopori Pramuka Jatim 2017. “Program Pramuka di SDN Kauman I kami integrasikan dengan pengelolaan lingkungan hidup. Sejuta Biopori Pramuka Jatim 2017 ini sangat pas mendorong Pramuka di sekolah kami agar lebih aktif,” kata guru putri pembina lingkungan hidup SDN Kauman I.

Sementara itu, Kak Zamroni menjelaskan bahwa program Gugus Depan Ramah Lingkungan Hidup adalah program nasional. “Melalui program ini, Pramuka diharapkan menjadi garda terdepan dalam pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan,” kata Kak Zamroni, yang juga aktivis senior dan presiden Tunas Hijau ini.

Pramuka yang selama ini hanya menjadi pelengkap sekolah dalam mencapai penghargaan Sekolah Adiwiyata, diharapkan bisa mengambil peran lebih dalam pengelolaan lingkungan hidup berkelanjutan. “Bisa dimulai dengan Pramuka terlibat dalam pengelolaan salah satu isu lingkungan hidup dulu tapi berkelanjutan,” terang Kak Zamroni.

Misalnya, Pramuka mengelola pemilahan sampah kertas, seperti yang dilakukan Gudep 0883-0884 pangkalan SDN Poter 1 Tanahmerah, Bangkalan. “Terus minta mereka melakukannya berkelanjutan dengan capaian terukur,” jelas Kak Zamroni. Bisa juga isu lingkungan hidup yang lain.

Erjiyah, guru pembina lingkungan hidup SDI Yamassa Surabaya, memanfaatkan sosialisasi itu untuk mendorong kegiatan Pramuka di Kwarran Rungkut, Kota Surabaya lebih peduli lingkungan hidup. “Selama ini program Pramuka di Kecamatan Rungkut kurang memperhatikan pelestarian lingkungan hidup,” kata Kak Erjiyah. (ron)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *