Aan Hari Wibowo, Pembina Kreatif Gudep 0883-0884 Pangkalan SDN Poter 1 Tanahmerah

Gugusdepan 0883-0884 pangkalan SDN Poter 1 Tanahmerah, Bangkalan, Madura, meraih dua penghargaan lomba kehumasan tingkat nasional pada tahun 2017. Dua penghargaan itu adalah juara favorit Lomba Foto Guruku Pahlawanku yang diselenggarakan Kwarnas Gerakan Pramuka dan juara I Lomba Video Reportasi Pramuka yang juga diselenggarakan Kwarnas Gerakan Pramuka.

Ialah Kak Aan Hari Wibowo, Pembina Pramuka Gugusdepan yang berpangkalan di sekolah yang tidak jauh dari kaki Jembatan Suramadu di Kabupaten Bangkalan ini. Di bawah tangan dingin Kak Aan, dengan kepemimpinan handal Kamabigus 0883-0884 yang juga Kepala SDN Poter 1 Tanahmerah, Bangkalan, Kak Suyati, gugusdepan ini disegani di tingkat nasional.

“Kiatnya, Pramuka itu harus rajin berkarya yang kreatif dan inovatif dengan mengikuti perkembangan jaman. Serta jadilah pembina yang memahami potensi pada setiap peserta didik,” kata Kak Aan Hari Wibowo, yang juga purna anggota Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pandega Kwartir Daerah Gerakan Pramuka (DKD) Jawa Timur.

Kak Aan menjelaskan bahwa kemitraan atau kerjasama dengan pihak terkait harus dilakukan untuk mengembangkan gugusdepan. “Jangan malu untuk menjalin kerjasama dengan berbagai komunitas atau organisasi lain. Undang mereka sebagai pembina tamu pada latihan rutin peserta didik di gugusdepan. Misalnya untuk pelatihan radio broadcasting, fotografi, dan aksi lingkungan hidup,” terang Pembina Pramuka kelahiran Bangkalan, 30 September 1986 ini.

Kak Aan bersama adik didiknya Pramuka Gugusdepan 0883-0884 pangkalan SDN Poter 1 Tanahmerah, Bangkalan

Kak Aan mengaku ada tim kehumasan gugusdepan hingga dua kali menjuarai lomba tingkat nasional itu. “Ada Kak Lukman Aldiansyah Alief sebagai tim kreatif kami, yang bertugas shooting dan editing. Untuk drone ada Kak Son adalah partner pengambilan gambar di udara yang super cakep,” jelas Kak Aan yang juga koordinator pengembangan diri di sekolah itu.

Semua anggota tim kreatif Gugusdepan 0883-0884 pangkalan SDN Poter 1 Tanahmerah adalah para pemuda yang baru lulus kuliah di jurusan komunikasi Universitas Trunojoyo Madura. “Mereka juga telah membantu berbagai pembuatan video dokumentasi kegiatan sekolah,” terang purna Raimuna Nasional 2007 ini.

Sementara itu, sejak Agustus 2017, isu lingkungan hidup menjadi fokus dari latihan rutin di gugusdepan yang dibina Kak Aan. Pengolahan sampah secara mandiri berkelanjutan sedang dirintis gugusdepan ini. Kegiatan ini diawali dengan aksi pembuatan lubang resapan biopori sebagai upaya mendukung Gerakan Sejuta Biopori Pramuka Jatim 2017 yang dicanangkan Kwarda Jatim.

Aksi pembuatan lubang resapan biopori pertama dilakukan Kak Aan bersama gugusdepannya pada Sabtu, 5 Agustus 2017. Kwarda Jatim bersama mobil edukasi lingkungan hidup keliling Eco Mobile PJB Tunas Hijau terlibat dalam pencanangan program biopori di sekolah itu.

Kebiasaan membakar sampah daun pun tidak lagi berlanjut di SDN Poter 1 Tanahmerah yang menjadi pangkalan Gugusdepan 0883-0884. “Lubang resapan biopori dengan kedalaman 1 meter dan diameter sekitar 12 cm yang telah dibuat adik-adik langsung diisi penuh sampah organik khususnya dedaunan. Aksinya setiap Sabtu setelah latihan rutin Pramuka,” jelas Kak Aan, yang juga purna DKC Bangkalan ini.

Gugusdepan ini bahkan menargetkan bisa membuat 500 lubang resapan biopori hingga akhir September 2017. Target 500 lubang resapan biopori ini tidak hanya dibuat di sekolah, tapi juga di rumah keluarga siswa dan sekitar sekolah. “Aksi ini sekaligus mencegah banjir saat musim hujan dengan banyak meresapkan air hujan ke dalam tanah melalui lubang-lubang yang dibuat,” tutur Kak Aan.

“Insya Allah pada 22-24 September 2017 kami akan mengadakan aksi ngebor lubang resapan biopori. Kami sudah menetapkan 3 area utama. Pertama 350 titik di area sekolah, 100 titik di rumah walimurid yang sudah siap bekerja sama dan 50 titik di area Pasar Desa Patemon yang jaraknya 800 meter dari sekolah,” terang Kak Aan.

Untuk merealisasikan 500 lubang resapan biopori pada akhir September 2017 ini, banyak pihak akan dilibatkan. “Untuk peserta yang sudah siap 100 orang anggota Pramuka internal gudep, 50 orang alumni, 20 orang pembina dan guru, serta 30 orang warga desa. Total 200 peserta,” lanjut Kak Aan.

Sampah kertas di sekolah pangkalan gugusdepan ini juga sudah mulai diolah. Pengolahan sampah kertas sudah diawali dengan pemilahan sampah kertas. “Sudah mulai terkumpul cukup banyak sampah kertasnya. Nantinya ada yang akan dijual dan ada juga yang didaur ulang menjadi lembaran kertas baru dan hasta karya,” kata Kak Aan. Pramuka menjadi pelopornya. (ron)

Berbagi

One thought on “Aan Hari Wibowo, Pembina Kreatif Gudep 0883-0884 Pangkalan SDN Poter 1 Tanahmerah

  • September 6, 2017 at 2:09 pm
    Permalink

    So proud of you kak…

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares