Essa Muflihatul Mukarromah, Pramuka Siaga Garuda Kwarcab Ponorogo

Di hadapan 3000 orang Pramuka Ponorogo yang mengikuti Upacara Hari Pramuka ke-56 di Alu-Alun Kabupaten Ponorogo, sosok Pramuka Siaga ini nampak sangat percaya diri berjalan ke tengah lapangan bersama belasan Pramuka lainnya. Hanya dia dan satu orang lain yang masih anak-anak.

Upacara Hari Pramuka Kabupaten Ponorogo itu digelar Rabu (30/8/2017). Pramuka Siaga putri ini termasuk satu diantara 77 orang Pramuka Garuda yang dilantik. Dia bahkan termasuk yang penyematannya dilakukan langsung oleh Ketua Kwarcab Ponorogo Kak Soedjarno, yang juga Wakil Bupati Ponorogo. Essa Muflihatul Mukarromah, namanya.

Sejak dilantik menjadi Pramuka Siaga Garuda itu, Lili, panggilan akrab Essa Muflihatul Mukarromah, tambah semangat dan lebih percaya diri. “Bahkan beberapa hari lalu semangat menghafal semaphore dan dasa darma, padahal dia masih siaga. Lili jadi lebih berani tampil di depan umum. Termasuk ketika malam di pondok ada unggun gembira KML, dia ikut tampil,” kata Siti Aisyah, ibunda dari Lili.

Ketua Kwarcab Ponorogo Kak Soedjarno, yang juga Wakil Bupati Ponorogo, saat melantik Essa Muflihatul Mukarromah sebagai Pramuka Siaga Garuda

Beragam tanda kecakapan khusus (TKK) dimiliki oleh Lili. TKK Pramuka Siaga yang dimiliki Lili adalah menabung, menyanyi, sholat, gerak jalan, berenang, bersepeda, menata rumah, juru kebun, pengamat, PPPK, murotal dan membaca cuaca.

“Untuk berkebun, saya melakukannya di tempat tinggal. Saya ikut menyirami dan merawat taman di pondok pesantren tempat tinggal saya. Kebetulan kami sekeluarga tinggal di dalam pondok pesantren,” kata Essa Muflihatul Mukarromah, yang lahir di Ponorogo, 28 Juli 2008.

Lili termasuk siswa yang sangat aktif berkegiatan Pramuka. Dia tidak pernah absen mengikuti latihan Pramuka di sekolah. Berkemah di tenda adalah kegiatan Pramuka yang dirindukannya. Maklum, pada perkemahan siaga yang pernah diikuti, dia hanya tidur di kelas.

Essa Muflihatul Mukarromah bersama keluarganya

“Saya pernah berkemah di sekolah. Kemah Mandiri pada 2-3 September. Tapi kemahnya menginap di kelas. Saya belum pernah berkemah menginap di tenda. Ingin berkemah yang menginap di tenda,” kata siswa Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif Polorejo Ponorogo ini yang hobi menulis dan membaca ini.

Mengenai proses seleksi Pramuka Siaga Garuda yang pernah diikutinya, Lili mengaku tidak ada yang susah. “Saya membuat hasta karya dari barang bekas. Saya buat tempat tidur boneka barbie dari kardus bekas wafer, bunga plastik dari sedotan, bingkai foto dari kardus bekas, dan celengan dari kardus bekas,” kata Lili yang tinggal di Pondok Pesantren Al-Iman Putri Jl. Raya ponorogo – Madiun Km. 05 Babadan, Ponorogo ini.

Sementara itu, Kak Edi Sujarwo, ayah dari Lili, berharap dengan Lili dilantik sebagai Pramuka Siaga Garuda akan bisa membuat dia belajar istiqomah dan semangat untuk berkarya. “Semoga Lili bisa istiqomah dan semangat berkarya di Pramuka dan luar Pramuka,” kata Kak Sujarwo, yang juga Andalan Cabang Kwarcab Ponorogo urusan Penggalang ini. (ron)

Berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares