Ghiyats Akbar Pratama, Pramuka Siaga Garuda Ponorogo

Kwartir Cabang Gerakan Pramuka (Kwarcab) Kabupaten Ponorogo mengukuhkan 77 orang Pramuka Siaga Garuda, Rabu (30/8/2017). Dua orang diantaranya mendapatkan kesempatan disemati lencana Pramuka Siaga Garuda langsung dari Ketua Kwarcab Ponorogo Kak Soedjarno, yang juga wakil Bupati Ponorogo, di Alun-Alun Kabupaten Ponorogo.

Ghiyats Akbar Pratama ialah salah satu Pramuka Siaga Garuda yang disemati langsung lencana itu. Dengan sikap tegak, mengenakan seragam Pramuka lengkap dengan tetampan dan topi, dia nampak menunduk begitu Kak Soedjarno menyematkan lencana dengan pita warna merah dan putih ke lehernya.

Bara, panggilan akrab Ghiyats Akbar Pratama, ialah anggota Pramuka Gugusdepan 02.069 pangkalan Madrasah Ibridaiyah Ma’arif, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo. Putra pertama pasangan Parbo Hadi dan Nadroti ini sangat aktif sebagai Pramuka Siaga di gugusdepannya.

Dia enggan absen meninggalkan latihan rutin Pramuka di gugusdepan pangkalan sekolahnya. Kegiatan Pramuka yang paling berkesan bagi Bara selama menjadi Pramuka Siaga adalah berkemah di Babadan, Ponorogo pada tahun 2016.

“Paling asyik itu saat Kemah Siaga di Babadan. 2 hari 1 malam. Saya tidur di tenda bersama teman-teman. Kami memasak sendiri makanan. Kami antri untuk mandi di toilet mushola yang ada di sana. Pada malam harinya, kami pentas seni,” kata Ghiyats Akbar Pratama, yang lahir di Ponorogo, 27 Agustus 2017 ini.

Bara adalah Pramuka Siaga yang mempunyai banyak kecakapan khusus. Kecakapan khusus yang telah dimiliki Bara adalah berenang, adzan, menjahit, baris berbaris, memasak, menabung, mengatur meja makan, bersepeda dan pengamatan.

Untuk kecakapan khusus menabung, Bara termasuk anak yang rajin menabung. “Saya tiap hari menabung tiga ribu rupiah di sekolah. Uang yang saya tabung itu adalah sebagian dari lima ribu rupiah uang saku dari orang tua saya. Kini jumlah tabunganku 549.000 rupiah,” kata Pramuka yang tinggal di Jalan Raya Katwang 51, Surodikraman, Ponorogo.

Untuk kecakapan khusus bersepeda, Bara termasuk anak yang mandiri dan pemberani karena kebiasaannya bersepeda untuk berangkat ke sekolah. “Sekolah saya berjarak sekitar 5 kilometer dari rumah. Saya tiap hari berangkat ke sekolah dengan bersepeda,” terang Ghiyats Akbar Pratama.

Kak Parbo Hadi, ayah Bara, mengaku bangga anaknya dilantik sebagai Pramuka Siaga Garuda. “Gugusdepan Bara sangat aktif Pramuka selama ini. Namun tergolong jarang aktif di kegiatan kepramukaan di luar gugusdepan,” kata Parbo Hadi yang setiap hari aktif di Kwarcab Ponorogo.

Kak Parbo mengaku bahwa Bara terinspirasi dirinya yang aktif Pramuka Peduli di Ponorogo. “Pernah Bara ditanya cita-citanya. Ternyata dia mengatakan bahwa cita-citanya seperti papanya yang suka menolong banyak orang lain dengan Pramuka peduli,” terang Parbo Hadi.

Selama proses penempuhan Pramuka Siaga Garuda, pembuatan hasta karya menjadi proses yang sangat berkesan bagi Kak Parbo Hadi. “Saat itu semua calon diminta membuat tiga macam hasta karya dengan bahan yang bisa dibawa dari rumah. Satu hasta karya Bara malah bahannya baru dicari di lokasi, yaitu gelas kemasan air mineral dan benang yang dibuat menjadi telepon,” tutur Kak Parbo.

Sejak dilantik menjadi Pramuka Siaga Garuda, Bara menjadi inspirasi bagi adik-adiknya di gugusdepan. “Bara kini lebih banyak diminta menyemangati adik-adiknya di gugusdepan untuk aktif Pramuka dan bisa mengikuti jejaknya sebagai Pramuka Siaga Garuda,” lanjut Kak Parbo. (ron)

Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *