Salsabila Isha, Pramuka Penegak Garuda Kota Madiun

Tidak ada kebosanan bagi gadis ini aktif Pramuka sejak golongan Siaga hingga saat ini Penegak. Salsabila Isha, namanya. Pada Agustus 2017, dia dilantik sebagai Pramuka Penegak Garuda dari Gugus Depan 02.094 pangkalan SMA Negeri 5 Kota Madiun. Dia juga aktif sebagai pembantu pembina Siaga dan Penggalang di Gudep pangkalan SDN 02 Nambangan Kidul sejak 2015.

Kegiatan paling menarik menjadi Pramuka baginya adalah berkemah. “Saya merasa mendapatkan banyak hal di perkemahan. Entah itu pengalaman, kenalan baru, pengetahuan, kebahagiaan, dan semua hal yang tidak saya dapatkan di rumah,” kata Salsabila Isha, yang tinggal di Jl. Kaswari No. 12 RT 44 RW 14 Kota Madiun.

Banyak kemah yang dia ikuti. “Hampir smuanya saya suka. Yang paling berkesan bagi saya saat ikut Kemah Pendidikan Kepramukaan Siswa SMA Melalui Pendidikan Kepramukaan Provinsi 2016 di Camping Ground Hotel Purnama Kota Batu. Di sana pertama kalinya saya ikut kemah provinsi dan bertemu dengan kakak-kakak pelatih maupun Pramuka Jawa Timur,” terang Salsabila yang lahir di Madiun, 3 Agustus 1999.

Kemah yang baru dia ikuti akhir Agustus 2017 juga menjadi kesan sendiri baginya. “Akhir Agustus 2017, saya mengikuti Kemah Besar Penerimaan Tamu Ambalan SMA Negeri 5 Madiun. Kemah itu merupakan kemah terakhir sebelum lepas masa bakti saya sebagai dewan ambalan. Jadi, kemah itu menjadi kenangan terakhir saya sebagai dewan ambalan,” kata Pradana Dewan Ambalan RA Kartini 2016-2017 ini.

Selain berkemah, Salsabila juga suka kegiatan membuat pionering atau tali temali. “Saat ada event besar di sekolah, Pramuka sekolah saya pasti membuat project pionering yang pengerjaannya hingga lembur malam-malam. Serunya saat kerja lembur malam. Rasa capek itu tidak terasa, karena ada target yang harus diselesaikan saat pengerjaan pionering,” tambah Salsabila yang juga aktif Dewan Saka Kencana Kota Madiun sejak 2016.

Sementara itu, menjadi Pramuka Penegak Garuda menjadi kebanggaan tersendiri baginya. Semua proses penempuhannya mengasyikkan baginya. “Butuh perhatian ekstra pada proses pengumpulan data untuk persyaratan. Mulai mencari surat keterangan pembantu pembina, surat keterangan dari lingkungan, surat keterangan mampu menggunakan komputer, dan dokumen-dokumen lainnya,” jelas Salsabila.

Menjadi Pramuka Penegak Garuda bahkan menjadi cita-citanya sejak Pramuka. Dia terinspirasi oleh Kak Djaswadi, pelatih Kwarda Jatim, tahun lalu saat perjalanan Kemah Kepramukaan Provinsi Jatim di Batu.

“Kami 1 travel. Beliau menjelaskan bahwa tingkat kemajuan Pramuka Gudep dilihat dari jumlah Pramuka Garudanya. Jadi, semangat saya dan teman-teman semakin bertambah berkat dorongan beliau. Saya juga ingin memajukan Pramuka di Gudep saya,” terang Salsabila.

Sejak dirinya menjadi Pramuka Penegak Garuda, jumlah siswa di sekolahnya semakin meningkat dilihat dari jumlah yang berminat untuk calon Bantara. Saat ini terdaftar calon Bantara ada 33 orang. Penegak Bantara ada 20 orang, Penegak Laksana ada 19 orang. “Biasanya hanya sekitar 15-25 orang yang minat terhadap Pramuka. Bahkan, pernah hanya 10 orang. Alhamdulillah, tahun ajaran baru ini menjadi 33 orang yang ikut,” kata Salsabila.

Beragam tanda kecakapan khusus (TKK) diraih oleh Salsabila sebelum dilantik sebagai Pramuka Penegak Garuda. TKK tingkat purwa yang dimilikinya adalah gerak jalan, pengarang, P3K, pelukis, juru kebun, juru penerang, juru gambar, menjahit, pembaca dan pengamat.

TKK tingkat madya yang dia raih adalah juru isyarat bendera, penerima tamu, penjelajah, pengendara sepeda, pengatur meja makan. Sedangkat TKK tingkat utama yang dia miliki adalah sholat, qori, berkemah dan juru masak. (ron)

Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *