Peringatan Hari Perempuan Internasional atau International Women’s Day 8 Maret dimaknai dengan cara berbeda oleh Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya bersama dengan Tunas Hijau. 40 orang perempuan hebat berkumpul mengikuti Seminar Healthy, Beauty and Leadership di ruang Jakarta, hotel bintang empat di Jalan Raya Darmo Surabaya ini Kamis (08/03).

Peserta yang terdiri dari 15 orang guru pembina lingkungan hidup terpilih SD dan SMP, 10 orang perwakilan pembina Pramuka dan pandega putri terpilih dari Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur. Ditambah karyawan putri hotel ini serta wartawan putri media massa sebagai peserta membuat pelaksanaan seminar ini semakin semarak.

Salah satu topik yang dibahas pada seminar tersebut adalah keteladanan dari sosok Titik Winarti, owner Tiara Handycraft Surabaya, yang juga merupakan aktivis Forum Kota Sehat Suabaya. Berbeda dengan toko kerajinan tangan pada umumnya, Tiara Handycraft dibawah kepemimpinan Titik mampu melibatkan orang-orang difabel sebagai karyawannya.

Titik Winarti bercerita pasang surut bisnis kerajinan yang mayoritas berbahan dasar kain ini memberikan dirinya banyak pengalaman hidup. Bermula saat menjalankan bisnis dengan karyawan orang-orang yang mempunyai kesempurnaan fisik hingga sekarang justru terkenal karena seluruh karyawannya merupakan orang-orang yang kekurangan fisik.

“Titik balik saya ditunjukkan untuk bekerja bersama mereka. Saat itu bisnis saya berada pada kondisi di bawah, tidak mempunyai karyawan. Secara perlahan Tuhan menunjukkan jalan yang mengantarkan saya kepada mereka,” ucap Titik yang telah mendapat beragam penghargaan daerah, nasional dan internasional ini.

Sistem yang diterapkan di tempat kerjanya untuk orang-orang yang kekurangan fisik adalah latih kerja. Dirinya tidak mempersoalkan tentang kecacatan atau ketidaksempurnaan fisik yang dimiliki oleh seseorang bila mereka ingin bekerja di tempatnya.

“Bagi saya, mengajarkan keterampilan menjahit, menyulam dan keterampilan lain yang berhubungan dengan kain bekas (limbah kain) kepada mereka sangat menantang. Buktinya, meskipun mereka memiliki kekurangan, banyak dari hasil karya mereka mahal dijual di pasaran,” imbuh perempuan yang mempunyai 5 anak.

Berkat kegigihannya, Titik bahkan berkesempatan berbicara di hadapan perwakilan negara-negara di markas besar PBB di Kota New York pada 2004 silam. “Saya tidak menyangka bisa mendapatkan pengalaman berharga berbicara di hadapan perwakilan PBB. Apalagi dengan apa yang sudah saya lakukan saat ini mendapatkan banyak pengakuan dari berbagai macam orang, salah satunya Tiara Handy Craft dicap sebagai tempat yang 100 % karyawannya adalah difabel,” pungkas Titik.

Kisah yang disampaikan oleh pejuang perempuan tersebut mampu menjadi kisah inspiratif bagi perempuan-perempuan muda yang menjadi peserta seminar. Salah satunya seperti Kis Untari, guru pembina lingkungan SDN Dukuh Menanggal I ini berharap agar bisa berkunjung ke tempat Tiara Handycraft untuk belajar.

“Saya ingin setelah seminar ini membawa anak-anak kader LH untuk belajar tentang pengolahan limbah kain agar bisa dijadikan produk ecopreneur kami. Apakah bisa kami berkunjung dan belajar di tempat ibu?” tanya Kis kepada Titik.

Sementara respon berbeda disampaikan oleh Uzlifatul Jannah, pandega putri dari gudep pangkalan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, menanyakan tentang kemungkinan workshop handycraft yang diselenggarakan di luar kantor Tiara Handycraft.

“Apakah Bu Titik juga membuat workshop di luar dari tempat ibu? Seperti di kampus atau di sekolah atau di kampung-kampung. Kalau iya, saya ingin sekali bisa mengundang ibu untuk workshop di kampus saya kapan-kapan,” ujar Uzlifatul Jannah.

Diakhir seminar, Maya, Marketing Communication Mercure Hotel, mengajak peserta yang lolos melalui tahapan pantun untuk saling beradu pantun atau parikan. Dari keenam peserta yang menyampaikan pantunnya, tiga pantun terbaik mendapatkan hadiah souvenir dari salah satu produk kecantikan, Estine.

“Senang sekali rasanya bisa ikut pada kegiatan seminar kali ini yang membahas masalah kecantikan, kesehatan dan kisah inspirational yang mengarah pada lingkungan,” ujar Ihda Nailul, pandega putri Pramuka UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Sementara itu, Dr. Clarissa Maya Tjahjosarwon dan Dr. Andy Achmad Suanda, SpB (K)Onk, FInaCS, FICS yang juga menjadi pembicara pada seminar tersebut menjelaskan mengenai kiat-kiat tampak cantik dan sehat dari berbagai ancaman penyakit, termasuk kanker.  (ryn/ron)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *