Pembantu pembina satuan putri Gugusdepan 138 pangkalan SMP Negeri 8 Surabaya ini masih siswa SMKN 2 Surabaya. Namun, kemampuannya berkomunikasi di depan banyak orang layaknya motivator senior. Dia bisa memerankan diri sebagai teman dan juga kakak bagi anggota Pramuka di gugusdepan itu yang umumnya adalah siswa SMPN 8 Surabaya. Dialah Miftakhul Maulidyah Ulfatah.

Lidya, panggilan Miftakhul Maulidyah Ulfatah, sangat aktif mengikuti Pramuka di Gugusdepan pangkalan SMPN 8 yang berlokasi di Jalan Bunguran 15-17 Surabaya ini sejak masih sebagai siswa di sekolah ini beberapa tahun lalu. “Saya pernah menjadi pratama putri tahun 2014,” kata Maulidya yang lahir di Mojokerto 26 Juli 1999 ini.

Saat masih aktif sebagai Pramuka Penggalang, Lidya juga pernah dilantik menjadi Pramuka Penggalang Garuda. “Saya dilantik sebagai Pramuka Penggalang Garuda pada tanggal 22 September 2014 waktu itu,” kata Lidya yang kini siswa jurusan gambar bangunan SMKN 2 Surabaya.

Lidya menjelaskan bahwa saat masih siswa SMPN 8 Surabaya, sebelum ikut Pramuka di Gudep Surabaya 138, dirinya adalah anak yang sangat pemalu. “Saat itu, berdiri di hadapan orang banyak hampir tidak mungkin saya lakukan,” terang Miftakhul Maulidyah Ulfatah yang bercita-cita sebagai seorang arsitek.

Bahkan, lanjut Lidya, untuk sekedar menyampaikan pendapat saja di depan beberapa orang lain, sebelum aktif Pramuka SMPN 8 Surabaya, dirinya tidak berani. “Tapi semenjak saya bergabung di Pramuka Gugus Depan 138-141 ini, saya telah belajar banyak hal,” tutur Lidya yang tinggal di Jalan Dinoyo Tenun 109 Surabaa ini.

Anggota Pramuka Gudep 138-141 pangkalan SMPN 8 Surabaya

Hal-hal yang telah dia pelajari dari Pramuka SMPN 8 Surabaya mulai dari kedisiplinan, tanggung jawab, rasa percaya diri, tolong menolong dan masih banyak lagi. “Di  gugus depan ini saya menemukan arti kebersamaan,” kata Lidya yang saat ini adalah Pramuka Penegak Bantara ini.

Melalui keaktifannya di Pramuka SMPN 8 Surabaya itu, dia juga menemukan teman yg sudah dianggapnya seperti saudara sendiri. “Memang sekarang saya sudah alumni Pramuka SMPN 8 Surabaya, tapi saya masih peduli terhadap Pramuka di gugus depan ini,” tutur Lidya.

Penghobi olahraga ini bersyukur karena masih bisa aktif Pramuka SMPN 8 Surabaya hingga sekarang ini. “Alhamdulillah saya juga dipercaya sebagai pembantu pembina satuan putri oleh Kamabigus Surabaya 138-141 Kak Sukarjo,” jelas Miftakhul Maulidyah Ulfatah yang juga berharap bisa menjadi Pramuka Penegak Garuda.

Dengan mandat sebagai pembantu pembina satuan ini, tentunya pengalaman yang dia dapatkan semakin banyak. “Pengalaman itu mulai dari bagaimana cara mendidik adik-adik penggalang dan cara untuk menyatukan anggota Pramuka di SMPN 8 Surabaya ini,” kata Lidya.

Lidya mengaku bahwa dengan mandat sebagai pembantu pembina satuan ini juga berarti dia mendapatkan pengalaman cara mengajar yang baik. “Saya bahkan merasa dituntut untuk bisa memahami kemampuan dan karakter masing masing adik didik yang berarti juga junior saya di Gugus Depan Surabaya 138-141 pangkalan SMPN 8 Surabaya ini,” aku Lidya.

Sebagai pembantu pembina satuan, cara supaya bisa dekat dengan adik-adik didik tentunya menjadi tantangan tersendiri. “Otomatis saya juga merasa dituntut untuk bisa menghadirkan pembelajaran melalui kegiatan rutin Pramuka yang asyik,” tutur Lidya yang kini menjadi penyambung lidah Gugus Depan Surabaya 138-141 dengan alumni Pramuka di gugus depan ini.

Selama menjadi Pramuka Penggalang di Gudep pangkalan SMPN 8 Surabaya beberapa tahun lalu, dia mengaku aktif mengikuti banyak lomba. “Lomba penjelajahan Barunawati tahun 2013, lomba tunas camp competition 3 SMKN 2 Surabaya tahun 2014, lomba giat galang ceria SMKN 5 tahun 2014 dan lomba station SMKN 5 Surabaya tahun 2014 adalah diantara perlombaan yang pernah saya ikuti,” jelas Lidya.

Sebagai pembantu pembina satuan, Lidya juga selalu aktif mendampingi Pramuka Penggalang SMPN 8 Surabaya. Diantaranya mendampingi regu putri pada Lomba Tingkat II Regu Pramuka Penggalang Kwarran Pabean Cantikan tahun 2017.

“Saya juga mendampingi regu putri pada pelaksanaan Lomba Tingkat III Regu Pramuka Penggalang Kota Surabaya di Bumi Perkemahan Sumberboto Jombang pada Maret 2017 lalu,” terang Lidya. Mendampingi setiap kegiatan Persami yang umumnya dilaksakan di sekolah juga selalu dilakukan Lidya. Tidak terkecuali mendampingi Dianpinru dan ikut membantu mempersiapkan lomba.

Kebanggaan pernah aktif sebagai Pramuka Penggalang Gudep 138-141 pangkalan SMPN 8 Surabaya hingga dipercaya sebagai pembantu pembina satuan di gudep yang sama terus dirasakan oleh Lidya hingga saat ini.

“Saya bangga karena saya bisa mengabdi di gugus depan yang telah membesarkan saya. Bisa meneruskan ilmu, pengetahuan dan ketrampilan yang saya dapatkan kepada adik-adik saya, dan bisa lebih dekat dengan mereka adalah sesuatu yang luar biasa. Menjadi bagian dari keluarga Gudep 138-141 adalah suatu anugerah terindah,” tutur Lidya.

Dukungan kakak-kakak alumni Pramuka SMPN 8 Surabaya yang luar biasa terus dirasakan Lidya. “Dulu pas latihan rutin Pramuka dilaksanakan hari Minggu, kakak-kakak alumni banyak yang datang bersama keluarganya membantu pelaksanaan latihan rutin,” jelas Miftakhul Maulidyah Ulfatah.

Setelah ada aturan bahwa tidak boleh ada latihan rutin pada hari Minggu, alumni Pramuka SMPN 8 Surabaya juga kerap terlibat langsung. “Setelah latihan rutin Pramuka diganti Sabtu, kakak-kakak alumni tetap ada yang membantu. Tapi paling banyak alumni yang datang saat Persami atau perkemahan Sabtu-Minggu di sekolah,” kata Lidya.

Berdasarkan kurikulum pendidikan tahun 2013, Pramuka memang menjadi ekstra kurikuler yang wajib dilaksanakan di sekolah. “Namun, di Gudep Surabaya 138-141, wajib Pramuka hanya diberlakukan kepada siswa kelas 7 saja. Siswa kelas 8 tidak lagi diwajibkan,” terang Lidya.

Namun, hal yang membanggakan bagi Lidya adalah, jumlah siswa kelas 8 yang aktif Pramuka di SMPN 8 Surabaya terus semakin bertambah tiap tahunnya. “Alhamdulillah semakin meningkat jumlah siswa kelas 8 yang aktif Pramuka. Diantaranya karena adanya senior yg mampu meraih prestasi lebih baik lagi dari tahun ke tahun,” tutur Lidya.

Lebih lanjut, Lidya sangat berharap agar ada banyak adik didiknya Pramuka Penggalang Gudep 138-141 pangkalan SMPN 8 Surabaya yang menjadi Pramuka Garuda. “Semoga tahun 2018 nanti akan ada sedikitnya 20 orang Pramuka Penggalang Garuda dari SMPN 8 Surabaya,” ujar Lidya dengan penuh keyakinan.

Sebagai Pramuka Penggalang, beberapa tahun lalu, Lidya bisa dilantik sebagai Pramuka Penggalang Garuda. Sebagai pembina satuan di gudep yang sama ini, termasuk sebagai alumni, Lidya merasa yakin akan bisa menyiapkan adik didiknya agar bisa menjadi Pramuka Penggalang Garuda.

Sementara itu, beragam prestasi Gudep 138-141 pangkalan SMPN 8 Surabaya berhasil ditorehkan Lidya sebagai pembantu pembina satuan. “Diantaranya juara 1 Kemah Akbar Surabaya 2016, juara 2 putra LT II dan juara 1 putri LT II  tahun 2017,” kata Miftakhul Maulidyah Ulfatah.

Ada juga prestasi sebagai juara 1 cerdas cermat penggalang putri Lomba Station SMKN 5 Surabaya tahun 2017, juara 3 cerdas cermat penggalang putri Lomba Station SMKN 5 Surabaya 2017, juara 2 umum Lomba Station SMKN 5 Surabaya 2017, dan juara 3 Lomba Foto Keren Gudep Jatim 2017. (RONI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *