Karang Pamitran Nasional (KPN) 2018 akan diselenggarakan di Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang pada 13-19 Agustus 2018. Berbagai persiapan terus dilakukan oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan Kwarda Jatim menyongsong penyelenggaraan KPN 2018.

26 orang pimpinan kontingen daerah (Pinkonda) KPN 2018 mengadakan pertemuan teknis, 11-13 Mei 2018. Kegiatan ini diselenggarakan di dua kota, yaitu di Kota Surabaya, kantor Kwarda Jatim.  Selanjutnya di Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, yang menjadi lokasi kegiatan.

Di Surabaya, para pinkonda yang merupakan kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Kapusdiklat) Gerakan Pramuka masing-masing daerah melakukan diskusi dan pertemuan teknis. Diskusi dipimpin langsung oleh Kapusdiklatnas Gerakan Pramuka Kakak Prof Suyatno. Kak Suyatno juga Wakil Ketua Bidang Humas, Abdimas, LH, dan BP Kwarda Jatim.

Hari kedua acara temu Pinkonda KPN 2018 dilaksanakan di Desa Lebakharjo Kabupaten. Malang, yang juga dikenal dengan Desa Pramuka ini. Desa yang pernah menjadi termpat terselenggaranya kegiatan Internasional yakni 1st Asia Pacific Community Service Camp pada 1978 dan 1st Community Development Camp (Comdeca) pada 1993.

Di Lebakharjo, pinkonda, panitia, dan aparat desa melakukan survei lokasi sekaligus berkoordinasi. Koordinasi dilakukan untuk meminimalkan risiko yang tidak diharapkan terjadi selama pelaksanaan KPN 2018 Agustus nanti. Koordinasi dilanjutkan dengan meninjau beberapa lokasi penting yang akan dijadikan pusat kegiatan KPN 2018. Seperti lokasi lapangan utama, pasar, pameran, monumen Comdeca, homestay daerah, hingga lokasi bergiat.

KPN 2018 direncanakan akan dibuka oleh Presiden Republik Indonesia selaku Kamabinas Gerakan Pramuka Kakak Joko Widodo. Estimasi peserta apabila seluruh Kwartir Cabang se-Indonesia berpartisipasi adalah sekitar 9.234 orang. Mereka akan terdiri dari berbagai suku, agama, ras, dan antar golongan se-Indonesia, yang sekaligus merupakan cerminan bangsa Indonesia.

Selama pelaksanaan KPN 2018, peserta akan membaur bersama masyarakat. Jumlah peserta KPN ditaksir akan melebihi jumlah penduduk yang berada di Desa Lebakharjo yang hanya sekitar 8.000-an jiwa.

Menyikapi hal ini, aparat desa menghimbau agar peserta dan warga dapat berbaur menyesuaikan dengan kondisi adat istiadat setempat. “Istilahnya deso mowo coro atau setiap desa punya adatnya masing-masing,” ujar Kak Suyatno.

Dengan terselenggaranya KPN 2018 di desa ini, tentunya juga akan menambah daftar pencapaian sebagai Desa Pramuka Dunia. “Lebakharjo ini adalah desa dengan 3 generasi yang menangani kegiatan besar pramuka. Kakeknya dulu PW Aspac 1978, Bapaknya Comdeca 1993, sekarang tiba giliran anak-anaknya untuk menyukseskan KPN 2018”, sambung Kak Yatno. (*)

Penulis: Irfan Eko

Penyunting: Mochamad Zamroni

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *