Dua hati menjadi satu dengan mengucapkan janji suci pernikahan, Sabtu (7/7/2018). Mereka adalah Kak Miftakhurrohman, yang menikahi Kak Ratih Dwi Septiyani Putri Jayanti sebagai istrinya. Uniknya resepsi pernikahan ini, Kak Miftakhurrohman mengenakan pakaian kebanggaannya, yaitu seragam pramuka.

Bagi Kak Miftakh, yang aktif sebagai pembina pramuka gugusdepan 02.113 – 02.114 pangkalan Madrasah Tsanawiyah Hidayatush Shibyan Tuban, mengenakan seragam Pramuka saat pernikahan bukan tanpa alasan.

Kak Miftakh merasa bawah kegiatan kepramukaan itu bukan hanya sekedar kegiatan ekstra, tapi lebih dari pada itu. “Dengan kita mengamalkan Tri satya dan Dasa Darma, maka urusan dunia akhirat selesai, karena keduanya itu juga ada dalam al-Qur’an,” kata Kak Miftakh, pembina kelahiran Tuban, 11 Agustus 1990 ini.

Anggota Scout Pasmahisa atau Pramuka Penggalang Ageng Selo Madrasah Hidayatus Shibyan Tuban bertugas pada pernikahan ala pramuka Kak Miftakh dan Kak Ratih

Pada momen istimewa itu, Kak Miftakh juga mencoba memperlihatkan kepada adik didiknya, teman-teman, saudara, tetangga dan kerabatnya bahwa pesta pernikahan itu gak harus dengan biaya mahal.

“Kita bisa membuat konsep pernikahannya sendiri dengan sederhana. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar sesuai dengan rencana,” terang Kak Miftakh yang sebelumnya sempat membina di 4 gugusdepan.

Dengan mengenakan seragam pramuka saat pernikahannya, dia juga menunjukan kepada masyarakat langsung kegiatan ekstra di sekolah yang paling tepat itu ya Pramuka. Ceramah pernikahan pun banyak menyampaikan istilah khas pramuka.

“Saya dibantu langsung sama Ustadz Ali Noko saat memberikan maidho atau ceramah pernikahan dengan menggunakan istilah-istilah kepramukaan. Diantaranya penjelajah, tunas kelapa, tenda dan kemah,” ujar Kak Miftakh, yang juga guru olah raga Madrasah Tsanawiyah Hidayatush Shibyan Tuban.

Saat dia memutuskan mengenakan seragam pramuka pada pernikahannya bukan tanpa pertentangan. “Awalnya ada yang menentang, karena tidak seperti yang dilakukan banyak orang. Tapi semuanya bisa karena ada komunikasi yang bagus diantara kita, jadi semuanya berjalan dengan lancar,” terang pembina lulusan kursus mahir dasar (KMD) ini.

Kak Miftakhurrohman, yang juga CEO Elrahman Outbound, nuansa pramuka pada pernikahannya tidak hanya pada seragam pramuka yang dikenakannya. “Mahar saya juga menggunakan nuansa alam yang ada tendanya plus asesoris hasduk pramuka,” kata Kak Miftakhurrohman.

Nuansa pramuka pada resepsi pernikahan Kak Miftakhurrohman dan Kak Ratih Dwi Septiyani Putri Jayanti ini banyak juga menuai komentar positif dari tetangga dan tamu undangannya.

“Banyak tamu yang mengatakan unik. Banyak yang bilang bagus karena tidak perlu ganti-ganti baju lagi,” ujar Kak Miftakh, yang juga trainer CRS 4 Generation atau lembaga pembentukan karakter anak bangsa ini.

Pada pernikahan yang diselenggarakan di kediaman Kak Miftakhurrohman ini, anggota  Scout Pasmahisa atau Pramuka Penggalang Ageng Selo Madrasah Hidayatus Shibyan Tuban. “Resepsinya di rumah saya, RT01 RW04, Desa Cendoro, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban,” ujar Kak Miftakh.

Sementara itu, Kak Miftakh menjelaskan bahwa Kak Ratih Dwi Septiyani Putri Jayanti, istrinya, awalnya bukan orang Pramuka. “Istri saya berprofesi di bidang kesehatan. InsyaAllah setelah ini dia ikut saya aktif kepramukaan. Saya minta istri saya membantu saya jadi pembina. Saya juga ikutkan istri saya pelatihan kepramukaan,” kata Kak Miftakhurrohman. (*)

Pewarta: Mochamad Zamroni

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *