2000 Relawan dan 4 Truk Sampah Hiasi Bersih-Bersih Pesisir Tambak Wedi Surabaya

Lebih dari 2000 orang Pramuka dan pelajar membersihkan Pesisir Tambak Wedi, Kecamatan Kenjeran, Surabaya, Sabtu (26/1/2019) pagi. Mereka berasal dari beberapa pangkalan sekolah. Diantara pangkalan gugusdepan dengan peserta adalah SMPN 15 Surabaya dengan lebih dari 756 orang, SMPN 6 Surabaya dengan 666 orang. Aksi ini diselenggarakan oleh Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur bersama Pemerintah Kota Surabaya dan Tunas Hijau.

Mereka mengunpulkan sampah plastik dari pesisir ke dalam karung sampah. “Selanjutnya sampah-sampah tersebut diangkut menggunakan truk ke tempat pengolahan akhir sampah Benowo, Surabaya,” kata Andalan Daerah urusan Lingkungan Hidup Kwarda Jatim Kak Mochamad Zamroni, yang juga koordinator aksi.

Ada 4 truk sampah yang berhasil dikumpulkan. Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya membantu penyediaan karung sampah dan truk pengangkutan sampah.

Lebih dari 2000 orang ikut serta membersihkan Pesisir Tambak Wedi Surabaya

Kak Zamroni menjelaskan bahwa selain banyak pangkalan/sekolah lain yang ikut serta aksi ini. Dari Surabaya, ada SDN Sidotopo Wetan II, SDN Tanah Kalikedinding I, SDN Babatan IV, SMPN 3, SMPN 41, SMPN 18, SMPN 31, SMAK St Louis 2, SMK Bahrul Ulum, SMA Wachid Hasyim 2, SMK Ketintang, SMK Barunawati dan SMA YP 17. Hadir juga pada aksi ini Pangeran Lingkungan Hidup 2018 Zaki dan Putri Lingkungan Hidup 2018 Moza.

Aksi ini menindaklanjuti aksi serupa pada pertengahan 16 Desember 2018 di tempat yang sama. “Kami merencanakan aksi berkelanjutan sampai kawasan ini menjadi nampak lebih bersih dan lebih indah,” ujar Kak Zamroni, yang nampak bersama Putri Lingkungan Hidup 2018 Moza Legitara dan relawan aksi yang lainnya memunguti sampah plastik.

Anggota Pramuka Gudep pangkalan SMPN 6 Surabaya dengan sampah yang berhasil dikumpulkannya

Sebagian besar sampah yang menumpuk di pesisir yang ditumbuhi pepohonan mangrove itu adalah sampah plastik. Ada juga sampah kain dan sterofoam. “Sampah-sampah tersebut banyak dibawa aliran air laut saat pasang. Bila melihat kondisinya, sampah-sampah tersebut sudah bertahun-tahun di tempat itu,” tambah Kak Zamroni, yang juga presiden lembaga lingkungan hidup Tunas Hijau Indonesia. (*)

Berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares