Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur akan menyelenggarakan Pelatihan Gugus Depan Ramah Lingkungan pada Jumat – Minggu, 29 – 31 Maret 2019 di Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur, Jalan Raya Kertajaya Indah 77 A Surabaya.

Pelatihan ini akan digelar dengan 40 jam pelaksanaan dan bersertifikat bagi setiap peserta yang mengikutinya secara penuh.

Tiap Kwarcab di Jawa Timur bisa mengikutsertakan 2 orang peserta yang terdiri dari 1 orang pembina pramuka penggalang SMP/sederajat dan 1 orang pembina penegak SMA/SMK/sederajat untuk mengikuti pelatihan ini.

Pendaftaran dilakukan dengan mengirimkan biodata peserta melalui e-mail humaskwardajatim@gmail.com terakhir pada 22 Maret 2019 dengan menyertakan surat tugas dari kwarcab masing-masing.

Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur juga memberi kesempatan kepada pembina gugusdepan yang tidak mendapatkan mandat dari kwarcabnya (peserta non kwarcab) untuk bisa mengikuti pelatihan tersebut.

Caranya, dengan mengirimkan artikel pengalaman berkegiatan lingkungan hidup yang telah dilaksanakan gugusdepannya. Artikel tersebut ditulis pada kolom komentar artikel ini sedikitnya 300 kata.

Kandidat peserta non kwarcab harus memiliki kartu tanda anggota Pramuka SIPA Kwarda Jatim dan gugusdepannya bersedia mengikuti Lomba Gugus Depan Ramah Lingkungan 2019 yang akan diselenggarakan pasca pelatihan.

Sedikitnya ada kuota 6 orang peserta non kwarcab untuk mengikuti pelatihan yang digelar tanpa dipungut biaya ini. 6 orang itu adalah yang dinyatakan lolos seleksi melalui artikel yang dikirimkan online tersebut.

Informasi lebih lanjut mengenai rencana pelatihan ini bisa menghubungi Kak Achmat Maskurochman 0857-4902-0720. (*)

Penulis: Mochamad Zamroni

2 thoughts on “Ikuti Pelatihan Gudep Ramah Lingkungan 2019 Kwarda Jatim

  1. Sampah adalah sahabatku
    Kehidupan adalah bentuk nyata cinta Tuhan untuk umatNya . Sebagai mahluk yang di cintai Tuhan, hendak kita mencintai kebersihan . Kebersihan akan tercipta jika kita bersahabat dengan sampah .
    Sampah memang kotor, dekil dan berbau . Namun ada sejuta pahala yang akan kita terima dari Tuhan, jika kita cinta dan bersahat dengan sampah . Sampah kita rawat dengan baik , kita kemas di tempat yang bagus, tidak lagi terlihat jorok , tentu semua insan bersemangat memasukkan sampah di tempatnya .
    Semua warga di sekolah kami sangat peduli dengan cinta bersih dari sampah . Membiarkan satu sampah terbengkalai jika tidak kita ambil, pasti akan semakin bertambah . Untuk itulah secuil kita ambil, lingkungan luas satu mil bisa terselamatkan .
    Budaya peduli sampah memang tidak mudah di saat awal awal kita melaksanakan . Sejuta tantangan kita hadapi . Sampah adalah bahan kotor, namun jika kita menganggap kotor, kita tidak akan mendekat . Nah hal demikian yang membuat kita menjauh dari sampah .
    Dari sinilah kita menciptakan budaya ambil sampah dari secuil, untuk menyelamatkan semua makhluk dari yang terkecil . Secuil kita ambil tentu kita tidak akan merasa risih, yang membuat risih dan kotor jika sudah menggunung . Sesuai dengan pepatah ” mencegah adalah lebih baik dari pada mengobati ” , nah kita awali dengan budaya ambil sampah secuil, jika sudah menggunung takutnya kita enggan membersihkan .
    Budaya ambil sampah secuil kita laksanakan setiap hari dengan hati yang ikhlas . Kita semua harus mempunyai jika peduli, sebab kita ingin menjadi makhluk yang di rindukan syurga . Kita sebagai warga SMP Negeri 15 Surabaya menganggap sampah bukan lagi sesuatu yang kotor, namun sesuatu yang harus kita perhatikan dengan baik . Alam lama lama akan rusak, jika diri kita membiarkan sampah berserakan di mana mana . Kita tidak perlu menunggu perintah untuk memungut sampah jika kita melihat sampah sedikit, secara spontan kita harus memungut untuk di masukkan ke tempatnya .
    Kita semua warga sekolah harus malu kepada Sang Pencipta jika kita tidak bisa menjaga amanah sebagai makhluk pelestari lingkungan .
    Sebagai penutup artikel ini, kami jajaran Pramuka Peduli SMP NEGERI 15 Surabaya mengajak semuanya untuk mempunyai hati bersahabat dengan sampah, jangan membenci sampah . Jika kita benci sampah alam yang kita cintai ini bisa rusak . Maka dari itu ayo kita lebih cinta sampah demi menyelamatkan bumi dan makhluk bumi semuanya . Jangan kuatir kita cinta sampah Syurga pasti merindukan kita .
    Demikian dan terima kasih
    Salam Pramuka

    Heri Kuswanto
    Pembina SMPN 15 Surabaya
    Hp/WA 0838 3100 5854

  2. Gugus depan merupakan tempat dimana para peserta didik pramuka mendapatkan hak untuk melakukan dan mengaplikasikan kegiatan yang bermanfaat di kepramukaan. Dalam menjalani kegiatan kepramukaan peserta didik dibekali berbagai ilmu positif baik dari kepramukaan maupun non pramuka yang mendukung mendidik karakter para peserta didik.
    Dalam kegiatan pendidikan kepramukaan para pembina harus kreatif dan inovatif dalam memberikan materi dan praktek kepramukaan sehingga materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik dan tidak monoton serta membosankan kepada peserta didik. Maka, kami selaku pembina memandang perlu suasana pembelajaran yang kondusif dan menyatu dengan alam sehinggan peserta didik tidak merasa bosan dan merasa senang.
    Dimulai pada tahun 2016 kami Paskomorast Jaya sebutan bagi pramuka di gugus depan Achmad Yani pangkalan MTs Negeri 01 Lumajang, memulai berinovasi mengadakan pendidikan yang menyatu dengan alam serta ramah lingkungan. Kami memulai mengenalkan arti penting kebersihan lingkungan agar dapat memberikan kenyamanan kepada peserta didik, berlanjut kami mengenalkan sampah dan pilah sampah dengan membentuk bank sampah Mini ala pramuka. Setiap hari jumat latihan pramuka peserta didik dihimbau untuk membawa sampah plastik dan kertas sebanyak banyaknya untuk membayar kas pramuka. Antusias itu semakin tumbuh dengan didukung pihak lembaga yang memberikan ruang gerak dengan memberikan tempat untuk menampung barang bekas dan menghubungkan dg pihak lain yaitu Dinas Lingkungan Hidup Lumajang. Dengan dukungan tersebut akhirnya kami tidak perlu bingung menjual hasil sampah peserta didik karena kami melakukan MoU dg DLH dengan pengambilan sampah pilah dan tunai langsung dibayar.
    Dengan awal ide gagasan tersebut kami pada tahun 2017 mulai sering mendapatkan bimbingan dan undangan dari Dinas LH untuk lebih mengenalkan lingkungan, salah satunya kami dikenalkan dengan biopori sebagai aksi penabung air tanah dan komposter sederhana dalam mitigasi kekeringan dan banjir. Gayung menyambut ternyata kwarda jatim juga memikiki kegiatan tersebut. Dengan semangad membara PJ sebutan kami, memulai menghubngkan materi kepramukaan dengan lingkungan. Kegaiatan berikutnya kami melakukan gerakan 100 biopori & 100 Tanaman dai di Gudep kami tepatnya dilahan pekarangan yang bisa dimanfaatkan sebagai peresapan air dan juga dilaksanakan sekitar halaman sekolah yang tertutup paving.
    Gerakan itu sebagai output dari pengaplikasian Dasa Dharma Pramuka. Dan pada akhirnya Gudep kami melalui sinergitas pramuka dan lembaga serta organisasi siap dan diajukan oleh Dinas LH Lumajang untuk menjadi Sekolah adiwiyata Provinsi 2019 ini. Semoga ikhtiar dan doa sinergitas keluarga Pangkalan MTs Negeri 01 Lumajang ini dapat mewuhudkan santriwan dan santriwati menjadi pemuda berarakter dan berwawasan lingkungan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *