Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur menerjunkan Brigade Penolong 13 yang tergabung dalam Relawan Pasca Bencana Banjir di wilayah Madiun dan Ngawi, 8 – 10 Maret 2019. Agenda utamanya adalah pemberian bantuan logistik, alat tulis, makanan cepat saji, air mineral, pakaian layak pakai, dan perahu karet.

Tim terdiri dari 21 orang. Mereka terdiri dari Brigade Penolong 13 Kwarda Jatim, Brigade Penolong Kwarcab Nganjuk, Brigade Penolong Kwarcab Ponorogo, dan Brigade Penolong Kwarcab Madiun. Kak Endang Sulistyowati, andalan daerah Kwarda Jatim memimpin tim relawan ini.

“Relawan tiba di Kantor Kecamatan Balerejo Kabupaten Madiun pada 8 Maret 2019. Setibanya di lokasi, tim membuat posko di rumah penduduk sekitar kecamatan tersebut,” kata Kak Sahid, pengurus Brigade Penolong 13 Kwarda Jatim yang menyertai.


Pemberian bantuan alat tulis kepada TK Dharma Wanita, Desa Kedung, Kecamatan Kwadungan, Kabupaten Ngawi.

Tim selanjutnya bergerak mengevaluasi lapangan. “Kami mendapati bahwa masyarakat terdampak banjir membutuhkan pakaian, makanan siap saji, sembako, pembersihan area terdampak tanah liat dan obat-obatan,” terang Kak Sahid. Dari hasil evaluasi lapangan ini dilaksanakan aksi pembagian logistik melalui ketua RW dan pembersihan lokasi terdampak dari tanah liat. 

Pembagian logistik di Dusun Mlaten, Desa Glonggong, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun dilakukan pada Sabtu (9/3/2019). Logistik yang dibagikan adalah 49 dus mie instan, 11 dus air mineral botol dan gelas, dan 36 dus pakaian layak pakai. 

Pasca pembagian logistik di Dusun Mlaten, Desa Glonggong, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, tim relawan  bergeser ke Kabupaten Ngawi pukul 14.00. “Di Ngawi, kami mendapati masih ada desa terdampak air dengan ketinggian 20 cm. Tim melakukan evaluasi kebutuhan di Ngawi. Tim membuat rencana pembersihan sekolah-sekolah terdampak tanah liat,” ujar Maskurochman, anggota tim. 

Tim relawan mengawali bakti hari ketiga dengan apel yang dipimpin oleh Kak Endang Sulistyowati. “Tim yang terlibat sangat cekatan dan respon cepat terhadap kondisi. Salut dengan Kakak-Kakak yang mayoritas masih sekolah bahkan mereka siap ditugaskan hingga 5 hari,” kata Kak Endang Sulistyowati, yang akrab dipanggil Kak Oelis ini.

Artinya, menurut Kak Oelis, kepedulian sebagai anggota Brigade Penolong (BP)ini sangat baik. “Harapannya, semua anggota BP dan relawan kebencanaan juga demikian,” tambah Kak Oelis. Tim lantas melanjutkan perjalanan menuju TK Dharma Wanita, Desa Kedung, Kecamatan Kwadungan, Kabupaten Ngawi.

Setelah pembersihan selesai di TK, tim lantas memberikan bantuan alat tulis sebanyak 1 box. Lokasi bakti selanjutnya adalah PAUD Permata Hati, Dusun Karangrejo, Desa Kasreman, Kecamatan Kedung, Kabupaten Ngawi. Tim memberikan bantuan alat tulis yang diterima oleh kepala PAUD Permata Hati.

Kak Nur Lette, kapusdiklatcab Madiun, menyampaikan terima kasih kepada Kwarda Jatim dan seluruh relawan yang telah membantu Madiun untuk segera pulih dari bencana banjir. “Semoga segera membaik. Alhamdulillahnya kejadian ini tidak memakan korban jiwa. Kerugian hanya berupa materi dan hewan ternak saja di sebagian wilayah Madiun,” kata Kak Nur Lette. (*)

Penulis: Achmat Maskurochman

Penunting: Mochamad Zamroni

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *