Agus Andrianto, Pembina Gudep Sidoarjo Ramah Lingkungan

Pembina Pramuka satu ini begitu bersemangat dengan program-program lingkungan hidup bersama adik didiknya di Gugus Depan 14.143-14.144 pangkalan SMA Wachid Hasyim 2 Taman, Sidoarjo. Beragam aksi lingkungan hidup dilakukannya sebagai bagian dari program gugus depan yang dia bina. Agus Andrianto, Namanya.

“Kami kampanye kepada masyarakat sekitar gugus depan untuk tidak lagi membuang jelantah. Kami ajak juga anggota Pramuka gugus depan kami mengumpulkannya,” kata Agus Andrianto, lulusan Kursus Pembina Pramuka Mahir Lanjutan tingkat Penegak Kwarda Jatim 2018 ini.

Aksi pengumpulan jelantah bahkan sudah dilakukan gugus depan yang berlokasi di Jl. Raya Ngelom Nomor 86, Ngelom, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjoini sejak Agustus 2018. “Kami memulainya setelah mengikuti Pelatihan Gudep Jatim Ramah Lingkungan di Kwarda Jatim akhir Juli 2018,” terang Agus Andrianto.

Aksi pengumpulan jelantah di pangkalan SMA Wachid Hasyim 2 Taman, Sidoarjo

Pada aksi pengumpulan jelantah pertama Agustus 2018, berhasil didapat 210 liter atau 117,5 kg jelantah. “Jumlah itu berkurang cukup banyak dari yang sebenarnya berhasil kami kumpulkan. Jadi berkurang karena tumpah,” jelas pembina yang sebelumnya pernah bertugas Humas Racana UPN Veteran Jatim 2010-2011.

Jelantah yang terkumpul itu tidak disaring menjadi minyak goreng baru. “Kami menyetorkan jelantah itu ke Bank Sampah Induk Surabaya di Jalan Ngagel Timur 26, yang lokasinya lebih dekat daripada bank sampah di Sidoarjo,” terang Agus Andrianto. Jelantah itu selanjutnya didaur ulang pabrik menjadi biodiesel. 

Aksi pengumpulan jelantah terus dilakukan Agus di gugus depannya. Kamabigus Sidoarjo 14.143-14.144 pangkalan sekolahnya bahkan pernah mengingatkan dilanjutkannya aksi pengumpulan jelantah setelah beberapa bulan sempat vakum. “Kamabigus kami semangat mengumpulkan jelantah dari rumahnya,” tutur pembina kelahiran Kendal, 1 Agustus 1989ini.

Kampanye mengajak masyarakat sekitar agar tidak membuang jelantah ke selokan. Tapi dikumpulkan dalam wadah lalu didaur ulang menjadi biodiesel melalui industri

Teranyar, jumlah jelantah yang berhasil dikumpulkan April 2019 sebanyak 189 kilogram, atau lebih dari 350 liter. “Aksi pengumpulan jelantah kini jadi program rutin tiap dua pekan di gudep kami. Biasanya Jumat pertama dan ketiga pengumpulannya,” ujar pembina pramuka yang tinggal di Jalan Sawunggaling V/30A Desa Jemundo, Kecamatan Taman, Kabupaten  Sidoarjo.

Menurutnya, sedikit orang yang memahami bahaya jelantah dinbuang ke saluran air. “Perlu menjadi tradisi baru warga sekolah dan gugus depan melaksanakan program pengumpulan jelantah dan mengurangi sampah non organic khususnya sampah plastik,” harapan Agus Andrianto.

Tidak hanya program pengumpulan jelantah yang digalakkan Agus di gugus depannya. “Ada pembuatan parfum dari minyak jelantah,kegiatan Pramuka di gudep nol sampah plastik, daur ulang sampah kertas sekolah, nyemplung membersihkan sungai, dan pengelolaan biopori,” terang mantan peserta pelatihan Litbang Kwarda Jatim 2018 ini.

Aksi bersih-bersih sampah sungai oleh Pramuka pangkalan SMA Wachid Hasyim 2 Taman

Program Gudep Nol Sampah Plastik direalisasikannya dengan mengharuskan semua anggota gudep membawa tumbler atau botol minuman dan wadah makan yang bisa digunakan berulang kali. “Bila adik-adik beli minuman ya dimasukkan ke dalam tumblernya. Ini sekaligus mendukung Gerakan Bawa Tumbler Pramuka Jatim 2019 Kwarda Jatim,” terang Agus Andrianto. (*)

Penulis: Mochamad Zamroni

Berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares