Kwarda Jatim Sambut Kerjasama Anti Korupsi Gerakan Pramuka dan KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan kerjasama dengan Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka terkait pendidikan anti korupsi. Nota kesepahaman (MoU) itu ditandatangani oleh Wakil Ketua KPK Kak Laode Syarif dan Ketua Kwarnas Kak Budi Waseso di sela-sela agenda Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kwarnas Gerakan Pramuka di Cibubur, Jakarta Timur, Kamis (27/6/2019).

Kak Laode Syarif mengatakan dalam MoU ini ada beberapa hal yang telah disepakati. Poin utamanya adalah KPK selama ini tidak hanya melakukan fungsinya dalam hal penindakan terhadap para koruptor. Namun juga melakukan fungsinya dalam hal pengawasan dan pencegahan.

Kerja sama antara KPK dan Gerakan Pramuka lebih kepada bentuk pengawasan dan pencegahan. “Kita ingin Pramuka ikut terlibat dalam upaya pencegahan korupsi serta pengawasan,” ujar Kak Laode Syarif.

Kak Laode Syarif menilai kerjasama ini sangat tepat karena ia percaya pendidikan integritas dan anti korupsi itu sudah melekat dalam diri seorang Pramuka. Menurutnya, pendidikan anti korupsi memang harus diterapkan sejak usia dini atau sejak di bangku sekolah. 

Diaa berharap ke depan sebagai bentuk pencegahan, pendidikan anti korupsi bisa terapkan melalui Gerakan Pramuka. “Dalam MoU ini kita ingin pelajaran anti korupsi itu bisa kita sebarkan ke seluruh Indonesia melalui Gerakan Pramuka dari Gudep sampai Kwarnas,” ujarnya.

Kerjasama ini juga dinilai tepat karena Gerakan Pramuka adalah satu-satunya organisasi lintas etnis dan lintas agama seluruh indonesia. Sedangkan KPK juga menginginkan pendidikan anti korupsi bisa diterima ke seluruh lintas masyarakat Indonesia. “Jadi menurut saya itu harus kita manfaatkan sebagai potensi bangsa untuk mengembangkan generasi muda ke depan,” jelas Kak Laode Syarif.

Sementara itu Kak Budi Waseso menambahkan bahwa pihaknya menyambut baik kerjasama ini. Ia mengatakan bahwa salah satu alasan dibentuknya organisasi Gerakan Pramuka memang untuk menciptakan generasi anak bangsa yang berintegritas. Sebab problem bangsa saat ini lebih banyak berkaitan dengan moralitas masyarakatnya. 

“Banyak pihak atau instansi yang melakukan kerjasama dengan Gerakan Pramuka berkaitan dengan peningkatan integritas. Misalnya: upaya penyelamatan lingkungan, pencegahan penyalahgunaan narkoba, pengawasan obat-obatan dan makanan, dan sekarang dengan KPK terkait pendidikan anti korupsi,” kata Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka.

Kak Laode Syarif mengaku dirinya adalah seorang Pramuka sejati. Ia dulu pernah aktif Pramuka sampai ke golongan Pramuka Pandega, waktu sekolah di Makassar. Bahkan ia pernah mengikuti Jambore Nasional dan Asia Pasifik pada 1981. “Saya ikut Jambore Nasional dan Asia Pasific tahun 1981. Tadi saya menyanyi lagu Jamnas 81,  ternyata banyak yang bisa. Bagi saya, kegiatan Pramuka itu menyenangkan,” aku Kak Laode Syarif.

Sementara itu, Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur menyambut baik kerjasama Gerakan Pramuka dengan Komisi Pemberantasan Korupsi ini.“Segera realisasikan pencegahan melalui TKK S, G, T/D anti korupsi,” pesan Waka Kwarda Jatim Kak Ar Purmadi kepada seluruh pengurus dan staf Kwarda Jatim.

Kak AR Purmadi, yang memimpin delegasi Kwarda Jatim pada Rakernas Gerakan Pramuka 2019 ini, menjelaskan bahwa Kwarda Jatim segera membahas implementasinya. “Kwarda akan proaktif mengusulkan upaya pencegahan korupsi dengan menanamkan karakter anti korupsi bagi anggota muda (Siaga, Penggalang,Penegak, dan Pandega) melalui pencapaian Tanda Kecakapan Khusus),” ujar Kak Purmadi. 

Upaya menanamkan karakter anti korupsi juga akan dilakukan kepada anggota dewasa. “Untuk  pembina, pelatih, andalan, anggota dewasa lainnya, upaya penanaman karakter akan dilakukan Kwarda Jatim dengan menambah materi kurikulum dalam kursus-kursus. Sambil menunggu edaran dari Kwartir Nasional Gerakan Pramuka,” tutur Kak Purmadi.

Upaya nyata pencegahan korupsi juga sudah dilakukan oleh Kwarda Jatim terintegrasi melalui program yang sudah ada. Diantaranya melalui pemberian penghargaan Ketua Kwarda Jatim kepada peserta LT IV Jatim 2017 di Jombang yang dengan sukarela menyerahkan uang temuan senilai jutaan rupiah di lokasi perkemahan. (*)

Penulis: Mochamad Zamroni

Berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares