Advokasi Rintisan Saka Pengawasan Obat dan Makanan Jatim

Balai Besar POM di Surabaya bersama Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur menyelenggarakan advokasi dan sosialisasi pembentukan rintisan Satuan Karya Pramuka (Saka) Pengawasan Obat dan Makanan (POM), Kamis (19/9/2019).

Kegiatan yang menghadirkan perwakilan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka kabupaten/kota se Jawa Timur ini diselenggarakan di Balai Besar POM di Jalan Karangmenjangan Surabaya.

Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Surabaya I Made Bagus Gerametta membuka kegiatan ini. Dalam sambutannya, Kepala BBPOM I Made Bagus Gerametta menyampaikan latar belakang pembentukan Saka POM di Jawa Timur. 

“Tugas pokok dan fungsi Badan Pengawasan Obat dan Makanan adalah melakukan pengawasan obat dan makanan untuk mewujudkan obat dan makanan yang aman. Sehingga dapat meningkatkan kesehatan masyarakat dan daya saing bangsa,” kata I Made Bagus Gerametta. 

Advokasi dan Sosialisasi Saka Pengawasan Obat dan Makanan di

Badan POM mengaku tidak dapat bertindak sebagai single player dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya. “Harus bekerjasama serta mendapat dukungan dari berbagai lintas sektor dan komponen masyarakat,” ujar I Made Bagus Gerametta.

Diantara tugas Badan POM adalah memberdayakan masyarakat agar mampu melindungi diri sendiri dari obat dan makanan yang tidak memenuhi syarat kesehatan. “Diantaranya melalui berbagai kegiatan komunikasi, informasi dan edukasi,” lanjutnya. 

Kegiatan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) yang dilaksanakan Badan POM harus menjadi kegiatan yang bergulir. “Kegiatan komunikasi, informasi dan edukasi harus menjadi kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan informasi terkait obat dan makanan,” tuturnya. 

Badan POM juga telah membentuk kader dari berbagai lapisan masyarakat sebagai kepanjangan tangan Badan POM dalam mengedukasi masyarakat. “Badan POM telah menandatangi MoU dengan Kwarnas Pramuka tentang Pemberdayaan Potensi Pramuka dalam Peningkatan Keamanan Obat dan Makanan,” kata I Made Bagus Gerametta..

Untuk menindaklanjuti MoU ini, Badan POM berinisiasi membentuk Saka POM sebagai upaya untuk mensinergikan sumber daya yang ada di masing-masing pihak.

Pengesahan Saka di tingkat nasional dilakukan dalam Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka, September 2018. Munas dilakukan setiap 5 (lima) tahun, sehingga pengesahan SAKA baru dapat disyahkan pada Munas tahun 2023. 

Saat ini yang sedang dibentuk oleh Badan POM adalah rintisan Saka dengan nama yang belum ditetapkan sampai saat SAKA disyahkan dalam Munas Gerakan Pramuka pada tahun 2023. Beberapa BBPOM/BPOM bersama Kwarda di wilayah masing masing telah membentuk SAKA di wilayah masing masing. 

Penulis: Armynila

Penyunting: Mochamad Zamroni

Berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares