SMPN 1 Surabaya Dominasi Pramuka Penggalang Teladan 2019

Pramuka Jawa Timur kembali mendominasi raihan penghargaan Pramuka Teladan pada Hari Pramuka ke-58. Total ada 17 orang anggota Pramuka Jawa Timur yang memperoleh penghargaan tertinggi dari Kwartir Nasional Gerakan Pramuka bagi anggota mudanya.

Dari 17 orang anggota Pramuka itu, 11 orang diantaranya adalah Pramuka Penggalang. Uniknya, 11 orang Pramuka Penggalang Teladan dari Provinsi Jawa Timur itu berasal dari satu gugus depan yang sama, yaitu Gudep 01.005-01.006 pangkalan SMPN 1 Surabaya. 

11 orang Pramuka Penggalang Teladan 2019, yang semuanya berasal dari pangkalan SMPN 1 Surabaya adalah Rizqi Fadhil Ramadhan, Kenzie Rofif Dhaniswara, M Lutfi Utaman, Irfan Attaya Tjahjono, Nurrayhan Haidar Badtuzzaman, Shendy Aurelya Chandra Pertiwi, Malika Janeeta Az-Zahra, Marisa Aulia Bilqis, Akira Zahwa, Sharla Martiza Herlambang dan Keysha Davina Ryan.

Pramuka Penggalang Garuda putri Gudep 01.005-01.006 pangkalan SMPN 1 Surabaya. 

Kak Mas’ul Hadi, Kabag Organisasi dan Hukum Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur, menyatakan bahwa capaian Pramuka Penggalang Teladan pangkalan SMPN 1 Surabaya sangat luar biasa. “Jumlah yang diajukan bahkan dua kalinya,” kata Kak Mas’ul Hadi.

Sementara itu, Kak Djumiran, Pembina Gugus Depan 01.005 pangkalan SMPN 1 Surabaya mengatakan bahwa capaian luar biasa Pramuka Penggalang Teladan ini bukanlah suatu kebetulan. “Sudah 3 tahun ini kami sangat serius menggarap Pramuka Penggalang Garuda,” kata Kak Djumiran.

Pada awal tahun pelajaran kelas 7, menurut Kak Djumiran, diawal pembentukan regu sudah harus ada seleksi kemampuan basic scouting para anggota baru. “Atau bisa dibilang masuk regu khusus. Di awal inilah kita mulai bisa melihat kemampuan adik-adik dari pangkalan SD-nya,” terang Kak Djumiran.

Pramuka Penggalang Garuda putra Gudep 01.005-01.006 pangkalan SMPN 1 Surabaya.

“Jadi adik-adik yang dari pangkalan SD sudah mencapai ramu atau rakit, kami tinggal melanjutkan ke jenjang berikutnya. Namun tetap kita memberikan pemantapan agar mereka lebih memahami apa yang sudah didapat di pangkalan sebelumnya,” tutur Kak Djumiran. 

Orang tua dan keluarga juga berperan sangat penting dalam memotivasi peserta didik mencapai Pramuka Garuda dan Pramuka Teladan. Malika Janeeta Az-Zahra, salah seorang Pramuka Penggalang Teladan, misalnya. Dia mengaku sangat termotivasi menjadi Pramuka Garuda karena motivasi ayahnya.

“Ayah dulu mengaku sangat ingin menjadi Pramuka Garuda di Kota Pontianak. Tapi gak berhasil. Alhamdulillah saya bangga penyematan Pramuka Garuda dilakukan oleh ayah,” kata Malika Janeeta Az-Zahra, yang juga putri Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Dr. Ikhsan ini.

Keterangan foto utama: Pramuka Penggalang Teladan 2019 dari Gudep 01.005-01.006 pangkalan SMPN 1 Surabaya. 

Reporter: Mochamad Zamroni

Berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares