Orientasi Gerakan Pramuka bagi Dosen Pembina Pramuka Jatim

Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur menyelenggarakan Orientasi Gerakan Pramuka bagi Dosen Pembina Pramuka Pandega Jatim, Rabu (23/10/2019 di Hotel Utami Sidoarjo. Kegiatan ini diikuti oleh 114 orang pembina pramuka dari perguruan tinggi negeri dan swasta se-Jawa Timur.

“Gugusdepan berpangkalan di perguruan tinggi harus dapat menjadi pusat inovasi dan penggerak bagi Gerakan Pramuka di sekitarnya,” kata Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur Kak AR Purmadi saat membuka kegiatan ini.

Di tengah perkembangan jaman ini, menurut Kak AR Purmadi, pembinaan karakter bangsa perlu mendapat perhatian serius. “Gerakan Pramuka hadir untuk menjawab tantangan tersebut,” tambah Kak Ar Purmadi dalam sambutannya.

Para wakil ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur hadir pada orientasi ini. Nampak Waka Binawasa Kak Bambang SW; Waka Binamuda dan Saka Kak Hariyadi Purwantoro; Waka Humas, Abdimas dan LH Kak Prof Suyatno; Waka Organisasi dan Hukum Kak Diana Indriana; serta Waka Gudep dan Sako Kak Dr. Sunyoto Hadi Prayitno. Hadir pula pengurus Kwartir Daerah Jatim  dan para andalan.

Orientasi Gerakan Pramuka kali ini dikemas dalam bentuk diskusi panel oleh para narasumber yang keren dan sudah menerapkan pendidikan Kepramukaan di berbagai kalangan. Kali pertama Kak Prof Suyatno sebagai narasumber “Mengelola Gugusdepan Pandega.”

Dalam paparannya, Kak Suyatno menyampaikan bahwa Pramuka Pandega seyogyanya menerapkan prinsip pembinaan dari, oleh, dan untuk Pramuka Pandega. Namun seringkali para pembina lupa dengan frase selanjutnya yang berbunyi di bawah bimbingan orang dewasa.

“Maka saat ini kita sebagai Pembina Pramuka Pandega harus senantiasa menjadi fasilitator, menjadi mentor bagi anggota Pramuka Pandega dalam berproses di gugusdepan. Pembina Pramuka harus dapat menjadi idola bagi peserta didiknya,” kata Kak Suyatno.

Narasumber kedua Kak Djoko Adi Walujo, Drs, ST.,MM., DBA (Phillipine)., PhD (Hc) (Brazilia). Andalan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas PGRI Adi Buana Surabaya ini menyampaikan tentang peran Majelis Pembimbing Gerakan Pramuka khususnya di Perguruan Tinggi.

“Mabigus harus peduli dengan gugusdepan, senantiasa siap memberikan fasilitasi dalam bentuk jejaring, dukungan dana, dukungan organisasi kepada Gerakan Pramuka,” kata Kak Djoko Adi Walujo.

Fasilitasi tersebut, menurut Kak Djoko AW, membuat kampus pun akan ikut berkembang dengan baik. “Sebagaimana halnya yang kami terapkan di Gugusdepan mendukung sarana berupa sanggar Gillwell Corner yang didesain dengan bagus sehingga minat untuk bergabung dengan Gerakan Pramuka lebih banyak,” tambah Kak Djoko AW.

Narasumber ketiga ialah Pembina Gugusdepan Pangkalan Universitas Islam Negeri Surabaya (UINSA) Kak Dr. Jainuddin yang menyampaikan Metode Pendidikan Kepramukaan.

“Gerakan Pramuka memiliki metode yang kompleks, terdiri dari pembinaan spiritual, emsional, sosial, intelektual, dan fisik yang termuat dalam Syarat Kecakapan Umum (SKU), Syarat Kecakapan Khusus (SKK), dan Syarat Pramuka Garuda (SPG),” ujar Kak Jainuddin.

Hadir pula ditengah kegiatan Kak Prof Suprapto, anggota Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur menjabat sebagai Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur. Kak Suprapto mengaku mendukung kegiatan Pramuka di Perguruan Tinggi se Jawa Timur dalam rangka pengembangan Gerakan Pramuka.

“Pramuka Pandega 5 tahun yang akan datang harus beda dari 5 tahun yang lalu. Kita mantapkan bagaimana anggota Pramuka Pandega tentang komitmen berbudi luhur membangun NKRI,” kata Kak Suprapto dalam sambutannya.

Pada sesi diskusi panel yang dipandu oleh Kepala Pusdiklatda Gerakan Pramuka Jawa Timur Kak Indawan Setyono Hadi, beragam pertanyaan disampaikan oleh peserta. Sesi diskusi panel ini menghasilkan rekomendasi terhadap pengembangan Pramuka yang berpangkalan di Perguruan Tinggi se Jawa Timur.

Penulis: Maskurohman

Penyunting: Zamroni

Berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares