Kak Lukman Hanafi, Pembina Juara 1 Gudep Unggul Jatim 2019 SMP/MTs

Gugusdepan 01.027 – 01.028 pangkalan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Bondowoso berhasil meraih juara 1 pada Lomba Gugusdepan Unggul tingkat Jawa Timur tahun 2019 yang diselenggarakan oleh Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur.

Penghargaan bagi para juara Lomba Gugusdepan Unggul Jawa Timur 2019 itu langsung mereka terima dari Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur Kak Khofifah Indar Parawansa, yang juga Gubernur Jatim. Penyerahan itu disampaikan pada Apel Besar Hari Pramuka ke-58 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, 14 Agustus 2019.

Bagi Kak Lukman Hanafi dan tim pembina pramuka di Gugusdepan 01.027-01.028 pangkalan MTsN 2 Bondowoso, keberhasilan itu berawal dari niat. “Niat yang tulus serta kerja ikhlas adalah kunci keberhasilan ini. Gudep unggul adalah buah dari proses yang panjang dalam membina generasi emas Indonesia,” tutur Kak Lukman Hanafi, ketua Gugusdepan 01.027 pangkalan MTsN 2 Bondowoso.

Saat visitasi dan monitoring Gugusdepan Unggul Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jatim 2019

Bagi gudep yang berpangkalan di MTsN 2 Bondowoso, Lomba Gudep Unggul Jawa Timur 2019 bukanlah lomba yang pertama dia ikuti. Mereka sudah mengikuti Lomba Gudep Unggul Jatim pada tahun 2018.  

“Pada Lomba Gugusdepan Unggul 2018 tingkat Jawa Timur, kami hanya juara harapan 1. Alhamdulillah pada Lomba Gugusdepan Unggul Jatim 2019, ‘harapan’ hilang menjadi juara 1,” kata Kak Lukman Hanafi, yang lahir di  Bondowoso, 13 Juni 1986.

Mengenai penyebab kegagalan gugusdepannya pada Lomba Gudep Unggul Jatim 2018, Kak Lukman menyebut kemungkinan penyebabnya adalah prosedur yang dilakukan oleh kwarcab kurang maksimal.

Para anggota Gudep 01.027-01.028 pangkalan MTsN 2 Bondowoso saat tampil pada pembukaan Jambore Cabang Bondowoso

“Karena 2018 pertama kali Lomba Gudep Unggul diadakan oleh Kwarda Jatim untuk tingkat SMP/MTs. Saat itu mendadak juga sosialisasinya kepada kami. Ditambah lagi pas libur sekolah, sehingga tim kwarcab menilai kurang sesuai dengan fakta di lapangan,” terang Kak Lukman Hanafi, yang juga pernah menjadi peserta Karang Pamitran Nasional 2013 di Cibubur.

Bagi para pembina gudep dengan akun instagram @gramatsada_grma Lomba Gudep Unggul bukan kesuksesan pribadi. “Ini adalah buah hasil kerja keras para pembina. bersama Ketua Gudep 01.028 Kak Yanti, yang juga sudah KPD 2016, juga pembina yang lainnya serta seluruh warga madrasah dan alumni,” kata Kak Lutfi.

Gugusdepan 01.027-01.028 pangkalan MTsN 2 Bondowoso ini juga mengaku terus aktif  membentuk pramuka penggalang garuda setiap tahunnya. Jumlah pramuka garuda di gudep ini 11 orang tahun 2017, 23 orang tahun 2018, dan 24 orang tahun 2019.

Regu putra utama Gudep 01.027-01.028 pangkalan MTsN 2 Bondowoso

“Alhamdulillah, gugusdepan kami terus aktif berproses membentuk pramuka garuda. Hanya belum mengajukan pramuka teladan, karena kami selalu terlambat menerima info dari kwartir cabang,” kata pembina yang pernah menjadi pendamping LT IV Jatim 2010 di Purwodadi, Pasuruan ini.

Bagi Kak Lukman Hanafi, pengalaman yang mengesankan pada pelaksanaan program gudepnya adalah saat Kemah Wisata 2013. Yaitu Kemah Wisata ke Banyuwangi dan Pulau Bali menggunakan transportasi umum kereta api dan kapal laut.

“1 bulan sebelum kegiatan, kami sudah pesan tiket kereta api lokal tujuan Jember – Banyuwangi. Saat itu tiket masih harga Rp. 4.000, saat ini sudah Rp. 8.000. Keseruan yang mungkin tidak pernah terlupakan, karena Bondowoso tidak ada stasiun yang aktif,” terang Kak Lukman Hanafi.  

Kegiatan di luar sekolah sering dilakukan Gudep 01.027-01.028 pangkalan MTsN 2 Bondowoso

Mereka kemudian menggunakan truk ke Stasiun Jember. “Kereta Pandanwangi yang akan kami tumpangi terjadwal akan berangkat pukul 14.30 WIB. Selepas sholat dhuhur kami berangkat dari gudep. Tiba di Banyuwangi disambut dengan gerimis, kami berjalan kaki menuju camp di pinggir pantai di daerah dekat Ketapang,” cerita Kak Lukman.

Paginya, mereka menggunakan transportasi laut untuk menyeberang ke Pulau Bali. “Jalan-jalan sebentar di sekitar pelabuhan Gilimanuk, Bali sambil belanja dan berfoto-foto. Setelah itu kami kembali ke Camp. Besok paginya kembali ke Bondowoso dengan transportasi yang sama,” pungkas Kak Lukman, yang juga Andalan Urusan Gudep Kwarcab Bondowoso 2019-2023.

Penulis: Mochamad Zamroni

Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *