Kamabicab Gresik Dr. Sambari Halim Radianto, Aktif Pramuka Sejak Siaga

Ketua Majelis Pembimbing Gerakan Pramuka Cabang Kabupaten (Kamabicab) Gresik, yang juga Bupati Gresik ini adalah sosok Pramuka sejati. Sejak usia siaga, dia sudah aktif sebagai anggota Pramuka. Saat usia penegak, dia aktif sebagai pengurus Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Kwartir Cabang Gresik. Sambari Halim Radianto, namanya.

Dilahirkan sebagai anak dari keluarga biasa, Kak Sambari Halim Radianto menjadi yatim pada usia 14 hari. Usia 4 tahun, dia harus berpisah dari keluarga karena alasan ekonomi. Mulai mengenyam pendidikan SD di usia 11 tahun tepatnya pada tahun 1968 di SDN Romo Kalisari Surabaya. Jarak ke sekolah lebih dari empat kilometer dia tempuh dengan berjalan kaki tanpa sepatu sebagai alas kaki.

Namun, dia selalu bersyukur memiliki kesempatan belajar. “Hari-hari saya lalui dengan tekun dan disiplin menuntut ilmu. Satu tahun saya berhasil naik ke kelas 2 dan memutuskan untuk pindah ke SDN Sidomoro Gresik hingga lulus pada tahun 1973,” kata Sambari Halim Radianto, Kamabicab Gresik 2010-2021 ini.

Kak Sambari saat menerima penghargaan Lencana Melati dari Kamabinas Kak Soesilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2010

Keinginan yang kuat terpatri dalam jiwanya bahwa mengenyam pendidikan formal adalah bagian dari cita-cita hidupya. “Dukungan dari orang tua dan keluarga telah memotivasi saya hingga bisa berkuliah sampai menyelesaikan pendidikan S-3 Ekonomi Studi Pembangunan di UNAIR Surabaya pada tahun  2008,” ujar Kak Sambari, yang ketua DKC Gresik 1975-1978 dan 1978-1981 ini.

Ternyata, belajar tidak terbatas dalam bilik kelas dan ruang-ruang kuliah. “Pengalaman empiris adalah guru alamiah yang membentuk kepribadian saya. Bahwa lingkungan sekitar dengan berbagai atribut aktivitasnya, adalah ruang belajar yang tanpa disadari menjadi sekolah kedua selain pendidikan formal yang ditempuh,” tutur suami dari Maria Ulfah ini.

Sejak usia anak-anak, dirinya aktif dalam kegiatan Pramuka dan tercatat dikukuhkan sebagai anggota Gerakan Pramuka pada 27 Pebruari 1972. “Loyalitas terhadap Pramuka telah membangkitkan semangat hidup saya sebagai orang yang disiplin, teguh pendirian, suka menolong, dan pantang menyerah,” kata sosok kelahiran Gresik, 07 Agustus 1959.

Kak Sambari saat Pramuka Penegak/Pandega pada tahun 1979

Aktivitas dalam organisasi Pramuka terus berlanjut ke jenjang SMP dan SMA. Banyak jabatan yang pernah dia emban. Jabatan dalam pramuka dia maknai sebagai amanah. Baginya, untuk bisa menjalankan amanah dengan baik, diperlukan pengetahuan yang cukup, tanggung jawab yang besar selain kerja keras, kejujuran dan keikhlasan.

“Setiap menerima jabatan, saya pedomani beberapa syarat tersebut sebagai prosedur tetap. Alhamdulillah bisa menghantarkan saya dipercaya untuk mengemban amanah dan kedudukan yang semakin baik,” ujar Kak Sambari yang juga wakil Bupati Gresik periode 2001-2006 ini.

Diantara jabatan dalam Gerakan Pramuka yang pernah dia emban adalah ketua regu Pramuka Penggalang Gudep Gresik 7, pratama, ketua dewan penggalang, pradana, ketua Dewan Ambalan Surya, ketua dewan racana, ketua DKC Gresik, Andalan Kwarcab Gresik, dan ketua Lemdikacab Gresik. Dia juga pernah mengemban sebagai waka Kwarcab Gresik, waka Mabicab Gresik dan Kamabicab Gresik.

Kak Sambari menyampaikan bahwa ketertarikannya dalam Pramuka, karena ingin seperti teman-temannya yang sering rekreasi bersama keluarga. “Sebab  rekreasi seperti itu tentunya membutuhkan biaya yang cukup dan ini tidak mungkin saya lakukan,” tutur penerima penghargaan Lencana Melati dari Kwartir Nasional Gerakan Pramuka tahun 2010 ini. Lencana Melati disematkan oleh Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono saat itu di Cibubur.

Kak Sambari bersama Ketua Kwarcab Gresik Kak Qosim pada tahun 2012

Melalui Pramuka inilah Kak Sambari menjadikan jalan rekreasi kemanapun dengan keterbatasan biaya. “Sebab perjalanan dalam aktivitas Pramuka bisa dilakukan dengan berjalan kaki, kendaraan truk (saat itu) atau naik transportasi umum,” jelas Kak Sambari dengan penuh semangat. Dengan semangat yang tinggi dan mencintai Pramuka ini pula, dia mulai belajar organisasi dan kepemimpinan.

Pada 1978, ketika masih SMA, Kak Sambari muda memimpin pertemuan Raimuna Nasional III (pertemuan Pramuka penegak pandega putra putri seluruh Indonesia), di Bendungan Karangkates, Kabupaten Malang, Provinsi Jatim. “Saya sebagai nakhoda pada saat itu. Sebagai ketua seksi Raimuna Nasional III tahun 1978, 7-23 September,” jelas penerima penghargaan Pancawarsa VI Gerakan Pramuka ini.

Kak Sambari terlibat sebagai panitia Perkemahan Wirakarya Asia Pasific (PW ASPAC) 1978 di Desa Lebakharjo, Kabupaten Malang ini. ”Saya juga mengikuti pertemuan Pramuka tingkat dunia, Community Development Camp atau Comdeca 1993 juga di Desa Lebakharjo, Malang,” kata Ayah dari Citra Bagus Pratama, Thoriq Majiddanor, Jihaan Farahiyah, dan Taufiqul Najwan ini.

Lulusan S3 Universitas Airlangga Surabaya ini mengaku bahwa melalui pendidikan kepramukaan dirinya banyak belajar keberanian, kedisiplinan, tanggung jawab, kejujuran, dan keteguhan pendirian.

“Itulah diantara pilar yang membuat seorang pemimpin tetap tegar, memiliki daya adaptasi yang lentur hingga mampu menangkal perubahan yang kemudian menjadi motivasi saya memasuki dunia politik. Mulai dari menjadi Anggota DPRD, Wakil Bupati dan Bupati Gresik 2 periode,” Kak Sambari Halim Radianto.

Sebagai Bupati Gresik sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Gerakan Pramuka Cabang Gresik, Pramuka tidak pernah luput dari perhatiannya. “Kegiatan pramuka bergerak merata di semua gugus depan Gresik. Bahkan Gresik pada 2010-2015 menjadi barometer Gerakan Pramuka di Jawa Timur,” tuturnya dengan bangga.

Pada tahun 2015, Gresik memiliki bumi perkemahan yang representatif dengan luas dua hektare di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu. Fasilitas yang ada meliputi lapangan upacara, balai pertemuan terbuka, MCK, dan kantor. Saat ini bumi perkemahan tersebut sudah bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan besar Pramuka Cabang Gresik, bahkan tingkat Jawa Timur.

Penulis: Mochamad Zamroni

Berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares