Novia Mar’atus Sholehah, Pemenang Medali Emas Festival Wirakarya 2019

Pelaksanaan Festival Wirakarya Kampung Kelir Pramuka Jawa Timur 2019 memberikan pengalaman luar biasa bagi Novia Mar’atus Sholehah, pramuka penegak gugusdepan yang berpangkalan di Madrasah Aliyah Negeri 3 Nganjuk.

Tidak hanya karena dia bisa termasuk dalam 1000 orang peserta kegiatan bakti pengecatan pemukiman masyarakat dan sarana umum. Namun, juga karena dia bisa tergerak untuk membuat karya teknologi sederhana untuk membantu pertanian di Kabupaten Nganjuk.

Novia Mar’atus Sholehah saat di negara Singapura

Karya teknologinya ini, ABC Light atau Android Based Pest Control Light, menjadi modalnya untuk mendapatkan medali emas Festival Wirakarya Kampung Kelir Pramuka 2019. Novia Mar’atus Sholehah pun mendapatkan kesempatan mengunjungi negara Singapura – Malaysia sebagai hadiahnya.

“Saya membuat teknologi bidang pertanian yang bisa untuk mengurangi populasi hama serangga pada pertanian. Khususnya pada tanaman bawang merah,” kata Novia Mar’atus Sholehah, yang lahir di  Nganjuk, 28 November 2001.

Novia Mar’atus Sholehah saat di negara Singapura

Menurutnya, teknologi ini dapat membantu menaikkan persentase kualitas produk bawang merah di Indonesia. “Alat ini merupakan inovasi dari alat yang sudah beredar di pasaran yaitu LED lampu pengurang hama serangga dengan system manual,” kata Novia Mar’atus Sholehah, yang tinggal di Desa Bandung, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk ini.

ABC Light mempunyai fitur utama yang sudah terkoneksi dengan database milik BLYNK. “Setiap yang berkepentingan dapat melihat dan memantau sawah yang sudah terkoneksi dengan alat ABC Light melalui ponsel berbasis androidnya,” terang pemilik kartu tanda anggota pramuka bernomor 281120010019.

Novia Mar’atus Sholehah saat di markas Peersekutuan Pengakap Malaysia

Novia mengatakan bahwa karya teknologinya sebagai kontribusinya untuk ikut membangun masyarakat. “Saya melihat potensi dari daerah saya, Kabupaten Nganjuk, yang terkenal dengan sentra penghasil bawang merah di Provinsi Jawa Timur,” ujar Novia Mar’atus Sholehah, pramuka penegak garuda ini.

Sebagai penghasil tanaman bawang merah pastilah ada kendala. “Setelah saya melakukan wawancara dengan beberapa petani bawang merah, ternyata keluhan mereka itu terdapat pada serangan hama tanaman bawang merah di luar musim,” tutur Novia Mar’atur Sholehah.

Seranga hama tanaman bawang merah itu seringkali merusak tanaman bawang merah mereka bahkan menyebabkan mereka gagal panen. “Untuk melakukan perawatan pada tanaman bawang merah agar tidak terkena serangan hama itu pun memerlukan biaya yang cukup mahal,” terang pemilik ponsel bernomor 085706958924 ini.

Novia Mar’atus Sholehah bersama ibunya setelah saat dilantik menjadi pramuka penegak garuda

Belum lagi harga bawang merah nanti yang anjlok di pasaran akan membuat petani semakin merugi. “Semoga teknologi ini bisa membantu petani bawang merah mencegah serangan hama pada tanaman bawang merah dengan biaya yang cukup terjangkau,” harap Novia Mar’atus Sholehah.

Penulis: Mochamad Zamroni

Berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares