Zahroh Suilah, Pramuka Sampang yang Kunjungi Malaysia & Singapura

Dia tidak pernah menyangka sebelumnya bahwa keikutsertaannya pada kegiatan bakti masyarakat bersama pramuka akan mengantarkannya hingga ke luar negeri. Festival Wirakarya Kampung Kelir Pramuka 2019 Jawa Timur adalah program bakti masyarakat itu. Namanya Zahroh Suilah.

Ada dua negara yang dikunjungi anggota pramuka gugusdepan pangkalan SMK Negeri 1 Robatal Sampang bersama rombongan pemenang lainnya. Yaitu Malaysia dan Singapura. “Di Malaysia dan Singapura, kami disambut oleh scouts disana. Kami juga wawasan mengenai kepramukaan di Malaysia dan Singapura,” kata Zahroh Suilah.

Zahroh bersama para pemenang emas Festival Wirakarya Kampung Kelir Pramuka 2019 saat di Negara Singarura

Zahroh membuat karya teknologi tepat guna berjudul “Pembangkit Listrik Energi Bebas” setelah dinyatakan lolos sebagai finalis dari zona Madura pada Festival Wirakarya Kampung Kelir Pramuka 2019.

Penegak laksana yang bercita-cita menjadi pengacara ini bukan tanpa alasan membuat teknologi tepat guna yang berkaitan dengan energi itu. “Saya membuat pembangkit listrik energi bebas ini untuk memberi penerangan saat gelap. Untuk mendapatkan penerangan tanpa instalasi listrik kabel,” kata Zahroh Suilah.

Sesaat setelah sampai di bandara Singapura

Dia menilai bahwa teknologi itu cocok dengan kondisi di Pulau Madura, yang tidak semua rumah dialiri listrik. “Pembangkit listrik energi bebas ini sangat sesuai dengan masyarakat di Madura yang sangat terbatas dalam mendapatkan penerangan listrik,” kata gadis kelahiran Sampang, 9 Juli 2003 ini.

Dia menjelaskan bahwa teknologinya membutuhkan bahan berupa magnet, lampu LED, sakelar baterai 3 volt, dan limbah charger telepon seluler. “Nah, saya disini tidak sendirian dalam menyiapkan teknologi tepat guna bertema energi ini. Saya dibantu oleh pembina saya, Kak Dwi Baskoro,” terang pramuka yang saat ini tengah duduk di kelas Xll Akuntansi & Keuangan Lembaga.

Di Negara Singapura, Zahroh beserta rombongan berkesempatan mengunjungi Universal Studio

Pada saat video pertama mengenai pembuatan TTG, videonya masih berisi konsep. “Saat pembuatan sempat gagal. Sempat mau ganti teknologi, padahal video konsep sudah dikirim. Ternyata, setelah diteliti, watt lampu LED-nya kurang. Jadi, selanjutnya kami memakai lampu LED 10 Watt. Dan alhasil nyala,” tutur pemilik hobi stand up comedy ini.

Penulis: Mochamad Zamroni

Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *