Ari Bagus Firmansyah, Peraih Medali Emas Festival Wirakarya 2019

Maraknya penyakit demam berdarah di masyarakat yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti, membuat prihatin anggota pramuka penegak asal Kabupaten Madiun ini. Ari Bagus Firmansyah, namanya.  

Ari Bagus Firmansyah, anggota Gugusdepan 04.005 yang berpangkalan di SMA Kyai Ageng Basyariyah Kabupaten Madiun, ini lantas menawarkan solusi penanganan penyakit demam berdarah.

Solusi yang ditawarkan Ari Bagus berupa teknologi sederhana yang diberi nama “Lentera Pembasmi Nyamuk”. Teknologi itu dibuat setelah dia dinyatakan lolos menjadi finalis Festival Wirakarya Kampung Kelir Pramuka 2019 yang diselenggarakan oleh Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur.

Aris Bagus, belakang, saat kegiatan bersama anggota pramuka gugusdepannya

Teknologi yang dibuatnya ini membuat dia mendapatkan medali emas dalam ajang Grand Final Festival Wirakarya Kampung kelir 2019 yang diselenggarakan di Wisata Halal Ngopi Bareng Pintu Langit, Prigen, Pasuruan. Keberhasilannya meraih medali emas membuat dia berkesempatan mengunjungi negara Singapura dan Malaysia. 

“Saya membuat teknologi Lentera Pembasmi Nyamuk karena prihatin dengan banyaknya nyamuk yang berkembang biak menyebabkan penyakit demam berdarah,” kata Ari Bagus Firmansyah, yang berkeinginan memberangkatkan haji kedua orang tuanya ini.

Menurutnya, dengan teknologi karya ini, akan dapat membantu perkembangbiakan nyamuk dalam skala rumah. “Namun, berperilaku bersih dan sehat tetap harus dilakukan masyarakat. Termasuk menguras dan membersihkan bak mandi paling lama 3 hari,”  kata Ari Bagus, yang menjadi koordinator lapangan di gugusdepannya. 

Ari Bagus berhasil meraih medali emas Festival Wirakarya Kampung Kelir Pramuka 2019

Untuk membuat Lentera Pembasmi Nyamuk ini Ari Bagus Firmansyah menggunakan bahan yang tidak banyak. “Saya menggunakan bambu, lampu UV, kawat besi, sterofoam, rangkaian listrik, batrai litium, batok kelapa, pitingan, pipa paralon dan charge,” kata putra pasangan Purwanto dan Tutik Dwi Astuti ini.

Untuk bisa merealisasikan teknologi idenya, Ari Bagus bukannya tanpa kendala. “Saya sempat merubah konsep awal karena ada bahan yang tidak mudah didapat. Ada yang harus ke tempat yang jauh untuk mendapatkannya,” terang pramuka yang lahir di Kabupaten Madiun, 9 Oktober 2001 ini.

Penulis: Mochamad Zamroni

Berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares