Ayyu Nisa’ Rizky Nur Fadlillah, Juara III Youth Competition Campus Social Responsibility 2019

Pada Desember 2019 lalu, sebuah prestasi berhasil diraih oleh pengurus Racana RA Kartini Gugusdepan 08.058 pangkalan Universitas Dr Soetomo Surabaya. Yaitu JUARA III Youth Competition Campus Social Responsibility 2019. Peraihnya ialah Ayyu Nisa’ Rizky Nur Fadlillah, bendahara umum racana tersebut.

Campus Social Responsibility (CSR) merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial Kota Surabaya bekerjasama dengan perguruan tinggi se-Surabaya melalui mahasiswanya untuk melakukan pendampingan kepada anak putus sekolah dan anak rentan putus sekolah. 

“CSR ini, satu orang mahasiswa mendampingi satu orang adik asuh,” kata Anisa, panggilan Ayyu Nisa’ Rizky Nur Fadlillah. Melalui proses pendampingan ini akan terjadi transfer ilmu, pengetahuan, dan wawasan dari mahasiswa kepada anak bermasalah sosial, sehingga dapat merubah pola pikir dan lebih lanjut perilaku mereka. 

Inisiatif ini merupakan inisiatif program yang diterapkan di Indonesia, yang memiliki tujuan untuk mengembalikan anak bermasalah sosial yang putus sekolah untuk kembali bersekolah dan anak kategori rentan putus sekolah untuk tetap bersekolah. 

“Bagi mahasiswa, kegiatan ini selain bersifat sosial juga merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat dan masuk dalam salah satu mata kuliah KKN Tematik yang dilaksanakan selama satu tahun, terang Anisa, yang lahir di Blora, 26 Desember 2000 ini.

Dalam melaksanakan pendampingan CSR ini, Anisa mengaku banyak melakukan aksi. “Saya melakukan pendekatan secara emosional terhadap adik damping untuk mengarahkannya menggapai mimpinya,” tuturnya. Karena adik sampingnya masih berumur anak-anak, jadi Anisa memposisikan diri sebagai teman bermain, teman belajar, teman diskusi maupun curhat. 

Adik damping Anisa satu orang. “Tetapi karena adik damping saya mempunyai 2 saudara, jadi saya juga memberikan bimbingan belajar juga terhadap saudara adik damping saya,” terang Anisa, yang beralamat rumah di Desa Sumurboto, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Anisa menjelaskan bahwa skema lombanya itu diakhiri dengan presentasi tentang laporan pendampingan dalam 1 masa dampingan. “Aspek yang dinilai mulai dari metode pendampingan, banyaknya jumlah pendampingan, korelasi antara kakak damping dengan donatur dan tujuan pendampingan,” jelas Anisa, Siswa Terbaik SMK Bhakti Mulia Blora 2018

Dia menjelaskan bahwa kakak damping yang mencari donatur. “Tujuan pendampingannya, yang awalnya adik damping tidak memiliki kartu keluarga, akte dan kartu identitas penduduk, bisa direalisasikan oleh kakak damping,” ujar Anisa. 

Termasuk yang awalnya tidak mau sekolah menjadi bersemangat sekolah, ataupun adik damping yang tidak mempunyai prestasi menjadi berprestasi. “Yang mana perubahan-perubahan itu diupayakan oleh kakak damping,” kata Anisa, yang berdomisili di Jl. Raden Saleh No12 Gg 2  Medaeng 1 Sidoarjo ini.

Ada 3 kategori pada Lomba Campus Social Responsibility ini. Yakni high produktivitycaring, dan innovator. “Saya meraih Juara III kategori high productivity,” kata Ayyu Nisa’ Rizky Nur Fadlillah, yang pernah meraih prestasi sebagai Harapan 1 LKS FARMASI Kab/Kota Blora. 

Untuk menggapai prestasi itu banyak yang harus dilakukan Anisa. “Saya melakukan pendampingan satu kali dalam seminggu. Saya memotivasi adik damping terkait kegiatan sekolah maupun hobi sepak bolanya. Yang awalnya adik saya itu tidak semangat dalam bersekolah karena kebutuhan sekolah tidak terpenuhi untuk buku dan perlengkapan sekolah,” tambah Anisa.

Dia juga berupaya mencarikan donasi buku bekas maupun donasi menjual baju bekas di Taman Bungkul Surabaya tiap Minggu pagi yang hasilnya nanti untuk dibelikan perlengkapan sekolah adik dampingnya. “Saya juga memberikan bimbingan belajar dalam upaya meningkatkan nilai mata pelajaran sekolah adik damping,” ujarnya.

“Saya mencarikan donasi dalam acara amal di Universitas Dr Soetomo berupa sepeda untuk sarana adik damping saya bersekolah maupun latihan sepak bola,” kata Anisa. Dia tidak pernah berhenti mengarahkan dan memotivasi adik damping untuk lebih berprestasi dalam kegiatan sepakbolanya. 

Penulis: Mochamad Zamroni

Berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares