Erina Maula Hassya, Puteri Lingkungan Hidup 2019

Tahun 2019 menjadi tahun yang sangat bersejarah bagi Erina Maula Hassya, anggota pramuka Gugusdepan 14.009 – 14.010 pangkalan SMP Negeri 26 Surabaya. Pasalnya, beragam prestasi lingkungan hidup dia raih pada tahun ini. 

Diantara prestasi tersebut adalah sebagai Puteri Lingkungan Hidup 2019 SMP yang diselenggarakan oleh Tunas Hijau Indonesia bersama Pemerintah Kota Surabaya. Dia juga mendapatkan penghargaan sebagai Eco Student (Junior) of The Year 2019 dari Walikota Surabaya Tri Rismaharini.

Erina berhasil menyabet penghargaan Juara 2 Keluarga Zero Waste SMP melalui program Surabaya Eco School 2019, serta Juara 1 Keluarga Teraktif Family Cleanup pada 20 Oktober 2019. Dia juga berhasil membawa sekolahnya menjadi Juara 1 Lomba Sekolah Sehat Nasional 2019 dan Juara 2 Surabaya Eco School 2019.

Erina Maula Hassya bersama keluarganya membersihkan pesisir Tambak Wedi Surabaya pada Family Cleanup, Oktober 2019

Pada 17 November 2019 lalu, dia memperkuat tim yel-yel pramuka patriot lingkungan gugusdepannya tampil memukau mewakili Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur pada Parade Senja di Gedung Negara Grahadi Surabaya. Dia juga bersama timnya meraih Juara II Lomba Yel-Yel Zero Waste 2019 Surabaya Eco School.

Pada yel-yel ini, semua kostum yang digunakan berasal dari bahan daur ulang. Demikian juga alat musiknya juga daur ulang. Sedangkan lirik lagu berisi ajakan untuk mengolah sampah dan merealisasikan zero waste. Dipadu dengan gerakan tim yang luar biasa, ribuan pengunjung Grahadi Surabaya terpukau dengan penampilan mereka.

Untuk bisa terpilih menjadi Puteri Lingkunga Hidup 2019 SMP bukanlah proses yang mudah bagi remaja kelahiran Surabaya, 1 Mei 2006 ini. “Saya melaksanakan proyek pengelolaan limbah minyak jelantah menjadi sabun cuci dan lilin. Pengelolaan jelantah ini sudah berjalan lebih dari 6 bulan,” kata Erina Maula Hassya.

Erina membersihkan Pesisir Tambak Wedi pada Desember 2019

Dia mengelola jelantah tidak sendirian. “Saya mengajak masyarakat di sekitar tempat tinggal untuk tidak lagi membuang jelantah atau minyak goreng berulang kali pakai,” ujar Erina. Jelantah itu biasanya dibuang masyarakat ke selokan. 

Jelantah sangat berbahaya dibuang ke selokan atau tanah. “Kalau dibuang ke selokan, maka jelantah akan menurunkan kandungan oksigen pada saluran itu plus membunuh biota yang di saluran itu,” kata Erina Maula Hassya yang hobi menyanyi ini.

Banyak ragam aksi yang dilakukan Erina dalam pengelolaan jelantah. “Saya menampung minyak jelantah dari rumah dan mengolahnya. Saya juga mensosialisasikan pengolahan dan mengumpulkan jelantah kepada warga sekitar. Saya kemudian mengolah jelantah itu menjadi sabun cuci dan lilin bersama ibu-ibu,” ujar Erina yang tinggal di Griya Citra Asri RM ini. 

Erina mengedukasi masyarakat di Dukuh Jurang Indah Surabaya

Banyak capaian yang berhasil diraih Erina dalam melaksanakan pengelolaan jelantah. Di antaranya 70,8 liter jelantah yang berhasil dikelola. Dia juga memproduksi 1.427 sabun  berukuran ukuran 80 gram yang semuanya dibagikan kepada masyarakat yang terlibat. “Saya telah sosialisasi ke 13 RW, 3 sekolah dan 753 orang,” terang Erina Maula Hassya.

Banyak hal yang sangat berkesan bagi Erina selama melaksanakan proyek lingkungan hidupnya. “Pada saat mengambil minyak jelantah, saya sering mendapati warga sudah menyiapkan jelantahnya yang akan disetor di depan rumah masing-masing,” tutur Erina Maula Hassya, yang bercita-cita sebagai desainer ini. 

Respon positif dari masyarakat itu membuktikan bahwa mereka telah menerapkan kebiasaan untuk tidak membuang jelantahnya ke sembarang tempat. “Mereka sudah sadar bahwa jelantah harus dipilah dan diolah khusus,” terang remaja yang pernah meraih prestasi Terbaik III Nilai USBN se-Kota Surabaya tingkat SD tahun 2018 ini.

Walikota Surabaya Tri Rismaharini saat menyematkan selempang kepada Erina

Saat bersosialisasi, Erina juga merasa sangat senang melihat warga yang sangat bersemangat dan berebut untuk ikut mengolah jelantah bersama. “Banyak juga ibu-ibu yang sebelumnya belajar mengolah jelantah bersama saya lalu menularkan lagi pengetahuan itu kepada saudara dan temannya,” jelas Erina Maula Hassya, Eco Student (Junior) of the Year 2019 ini.

Erina mendapatkan dukungan penuh dari keluarganya untuk melakukan aksi-aksi lingkungan. “Alhamdulillah, ayah, ibu dan adik saya sangat membantu realisasi aksi-aksi lingkungan. Keluarga saya juga menerapkan perilaku ramah lingkungan dan merealisasikan pengolahan sampah di rumah setiap harinya,” kata Erina, yang pernah meraih prestasi Juara 1 Lomba Pidato Bahasa Inggris se-Kota Surabaya tahun 2017.

Penulis: Mochamad Zamroni

Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *