Irfan Attaya Tjahjono, Pramuka Teladan Nasional 2019

Pramuka penggalang anggota Gugusdepan 01.005 pangkalan SMP Negeri 1 Surabaya ini ialah satu di antara sebelas pramuka penggalang teladan nasional asal Jawa Timur. Dia menerima Lencana Teladan pada Hari Pramuka ke-58 tahun 2019. Irfan Attaya Tjahjono, namanya.

Irfan Attaya, atau yang akrab dipanggil Papang ini, sudah aktif pramuka sejak di gugusdepan yang berpangkalan di SDN Rangkah VI Surabaya. Di sekolah dasarnya itu, dia pernah tergabung dalam regu inti dan menjadi Juara 2 Lomba Tingkat II Kwartir Ranting Tambaksari Tahun 2015.

Beragam prestasi lain juga berhasil diraih oleh Papang. Diantaranya Juara 1 Panahan STATION IV SMK Negeri 5 Surabaya 2018, Juara 3 LUG Drum Band Kejuaraan Provinsi Jatim 2018, dan Juara 2 Lomba Pionering Medan Galang Universitas Adi Buana Surabaya 2019.

Prestasi lain Papang yang juga aktif ekstra kurikuler drum band serta basket adalah adalah sebagai Juara 2 STATION IV SMK Negeri 5 Surabaya 2018, Juara 3 Giat Prestasi Penggalang Kwarda Jatim 2018, Juara 2 Pionering Medan Galang Universitas Adi Buana 2019, dan Juara 2 SIBBA Cup Semen Indonesia BA 2019.

Baginya, berhasil lolos menjadi Pramuka Penggalang Teladan 2019 menjadi puncak dari prestasinya sebelum dia harus konsentrasi untuk menyiapkan diri menghadapi ujian nasional terakhir 2020. 

“Saya sudah kelas 9 dan mau menghadapi ujian nasional terakhir 2020, jadi harus menambah konsentrasi untuk kegiatan akademis,” kata putra pasangan Bagus Setiawan Tjahjono dan Noviani Susanti ini.   

Kegiatan memanah bersama pramuka menjadi pengalaman yang paling berkesan selama aktif pramuka di gugusdepan yang berpangkalan di SMPN 1 Surabaya ini. “Ketika saya dan teman saya mengikut Lomba Station IV 2018 di bidang panahan. Saat itu keadaan kita sedang seri dengan 2 tim lawan dan suasana menjadi tegang,” kata pramuka penggalang yang lahir di Surabaya, 30 April 2004 ini. Tim Papang kemudian menjadi pemenang panahan itu.

“Memanah itu mengasyikkan. Memanah berarti fokus dengan tujuan, harus percaya diri, dan mengontrol emosi. Memanah juga perlu konsistensi dalam berlatih,” kata Irfan Attaya Tjahjono, yang tinggal di Jl. Rangkah Rejo Lebar no. 16 Surabaya. Untuk belajar memanah itu Papang harus diajari coach di lapangan KONI dan pembina pramuka di aula sekolah.

Penulis: Mochamad Zamroni

Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *