Riza Farizaha, Peraih Medali Emas Festival Wirakarya 2019

Bagi anggota pramuka penegak gudep pangkalan SMKN 2 Kediri ini, sampah plastik merupakan salah satu masalah bagi lingkungan yang memerlukan solusi dengan segera. Dia mendapat kesempatan mengunjungi negara Singapura dan Malaysia pada September 2019 lalu karena karyanya untuk mengolah sampah plastik. Riza Farizaha, namanya.

Menurutnya, sampah plastik kini menjadi permasalahan lingkungan karena tingkat bahayanya mengganggu kehidupan makhluk hidup. “Bahan plastik tersebut tidak dapat membusuk ataupun berkarat dan akhirnya tidak dapat didegradasi dalam tanah sehingga menimbulkan masalah bagi lingkungan,” kata Riza Farizaha, peraih Medali Emas Festival Wirakarya 2019.

Mbahlasi karya Riza Farizaha

Pemerintah pun sudah berupaya mengeluarkan kebijakan penggurangan penggunaan plastik untuk mengurangi adanya penumpukan sampah plastik. “Namun, kebijakan itu masih sulit direalisasikan oleh masyarakat mengingat plastik telah menjadi komponen penting kehidupan masa modern ini,” ujar Riza Farizaha, peraih Peringkat III UAMBN MTsN 6 Kediri 2018. 

Dia beranggapan bahwa sudah sepatutnya sampah plastik tidak lagi menjadi permasalahan yang rumit dan bahkan bisa mendatangkan manfaat dengan menghasilkan bahan bakar. “Maka dari itu dibutuhkan pengolahan sampah plastik dengan cara yang tepat dan tidak memberi dampak negatif bagi sekitarnya,” tutur Riza Farizaha.

Paving block, salah satu produk olahan dari Mbahlasi

Teknologi tepat guna “MBAHLASI”, merupakan alat yang dia tawarkan mampu mengurangi penumpukan sampah plastik dan mengolahnya dengan tepat. “Mbahlasi ini dibuat dengan alat dan bahan sederhana serta cara kerja nya yang mudah, murah, dan efisien diharap mengurangi penumpukan sampah plastik saat ini,” katanya. 

“Dengan Mbahlasi karya saya akan bisa mengurangi penumpukan sampah plastik dan menghasilkan minyak mentah sebagai alternatif krisisnya BBM,” harap pramuka yang tinggal di RT 01 RW 02 Dusun Sadon, Desa Kawedusan, Kecamatan Ploso Klaten, Kabupaten Kediri ini.

Teknologi Mbahlasi karya Riza Farizaha ini juga dapat dimanfaatkan menjadi peluang usaha pembuatan paving blockatau souvenir dari sisa pembakaran dalam proses pengolahan tersebut. 

Minyak mentah yang dihasilkan dari pengolahan Mbahlasi

“Sekarang tinggal bagaimana mendorong pemerintah untuk menerapkan teknologi yang ada dan tentunya didukung oleh masyarakat di dalam pengelolaan sampah yang berbasis komunitas,” terang Riza Farizaha, yang lahir di Kediri, 19 Juni 2002 ini.

Namun, bagi Riza, meminimalisasi penggunaan plastik sekali pakai tetap menjadi menjadi langkah utama yang harus dilakukan. “Butuh partisipasi dari setiap individu untuk meminimalkan produksi sampah plastik. Industri juga harus berperan aktif,” kata siswa SMKN 2 Kediri yang hobi menulis, membaca dan mendengarkan musik ini.

Penulis: Mochamad Zamroni

Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *