Lokakarya Manajamen Gugusdepan Kwarda Jatim 2020

Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur menyelenggarakan Lokakarya Manajemen Gugusdepan di Kantor Kwarda Jawa Timur, Jl Raya Kenratajaya Indah 77 A Surabaya, Sabtu (7/3/2020). Kegiatan ini diikuti oleh utusan kwartir cabang se Jawa Timur dengan unsur andalan cabang dan pembina pramuka. Total peserta 98 orang.

Lokakarya ini dibuka oleh Kak Dr. H. Sunyoto Hadi Prayitno, M.Pd, Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur Bidang Gugusdepan dan Satuan Komunitas. 

“Penguatan peran kwartir cabang terhadap manajemen gugusdepan masih belum optimal dilakukan, oleh karena itu Kwartir Daerah Jawa Timur melalui lokakarya ini turut mengundang pembina gugusdepan untuk dapat meningkatkan peran aktifnya dalam mengelola gugusdepan,” kata Kak Sunyoto.

Melalui lokakarya ini, diharapkan kwartir cabang se Jawa Timur dapat mengajak gugusdepan di wilayah masing-masih untuk dapat meningkatkan manajemen pengelolaan di gugusdepan. 

“Diharapkan semua gugusdepan di Jawa Timur dapat meningkatkan peran pembinaannya kepada anggota pramuka di pangkalannya,” kata Kak Sunyoto saat membuka kegiatan.

Lokakarya ini mengusung tema “Peran Penting Kwartir Cabang dan Ketua Gugusdepan dalam Meningkatkan Kualitas Gugusdepan.” Tema itu, menurut Andalan Kwarda Jatim Kak Zainudin Ghozali sesuai dengan tagline masa bakti Kwarda Jatim saat ini, yaitu kembali ke gugusdepan.

“Gugusdepan memerlukan manajemen organisasi yang kuat, didukung sumber daya yang mumpuni serta fasilitas yang memadai,” ujar Kak Zainudin Ghozali saat Lokakarya Manajamen Gugusdepan Kwarda Jatim 2020 berlangsung.

Kak Abas Shofwan, Pembina Gugusdepan 04.463 04.464 Pangkalan MTs Negeri 6 Kediri, pemateri, menyampaikan bahwa materi tentang gugusdepan unggul, bercerita mengenai perjalanan pengelolaan gugusdepan dengan sedemikian rupa hingga sukses membawa gudepnya menjadi juara 1 Gugusdepan Unggul Jawa Timur tahun 2018. 

“Banyak tantangan yang saya hadapi, orang tua peserta didik, tuntutan di mata pelajaran, termasuk juga dukungan dana dari pangkalan. Namun saya melibatkan semua komponen. Mulai dari guru, kepala sekolah, dan orang tua anggota Pramuka,” kata Kak Abas Shofwan. Menurutnya, kaderisasi menjadi kunci kesuksesan meraih juara tersebut.

Penulis : Achmat Maskurochman

Penyunting: Mochamad Zamroni

Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *