Kapusdiklatcab Witaraga Kota Malang Dipilih Demokratis

Kak Endik Iswanto terpilih sebagai Kepala Pusat Pendidikan dan Latihan “Witaraga” Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Kota Malang masa bakti 2020-2025. Kak Endik terpilih melalui proses penjaringan dan pemilihan langsung yang digelar di Sanggar Pringgodani Kwartir Cabang Kota Malang, Jalan Brawijaya 1-A Kota Malang, Jumat (17/4/2020).

Yang memiliki hak suara pada pemilihan ini adalah seluruh pelatih pembina pramuka “Witaraga” Kwarcab Kota Malang. Total 39 orang pelatih yang memiliki hak suara. 29 orang hadir menyampaikan suara dan 10 orang tidak hadir. Sedangkan 2 orang tidak memilih karena sebagai kandidat.

“Saya tidak menggunakan hak prerogatif saya sebagai Ketua Kwarcab Kota Malang terpilih periode 2020-20225 untuk menunjuk langsung kapudiklatcab. Saya lakukan penjaringan calon dan pemilihan langsung,” kata Kak Heri Sunarko, yang juga anggota korps pelatih pembina pramuka Kwarcab Kota Malang. 

Kak Heri menjelaskan bahwa pemilihan kapusdiklatcab Kota Malang ini memang mengedepankan aspirasi korps pelatih pembina pramuka Kota Malang. “Sekaligus mendengarkan visi dan misi calon kapusdik sebelum para pelatih lainnya memilih,” jelas Kak Heri.

Ketua Kwarcab Kota Malang Terpilih Periode 2020-2025 Kak Heri Sunarko bersama Kepala Pusdiklatcab Witaraga Kota Malang Terpilih Periode 2020-2025 Kak Endik Iswanto

Selaku Ketua Kwarcab Kota Malang periode 2020-2025, Kak Heri berharap bahwa kwarcab dan pusdiklatcab bisa lebih bersinergi. “Dengan sinergi ini semoga bisa meningkatkan kualitas sumber daya manusia pelatih dan pembina pramuka di Kwarcab Kota Malang,” ujar Kak Heri seusai pemilihan langsung.

Lebih lanjut, Kak Heri berharap Pusdiklatcab Kota Malang bisa menjadi pusat sumber ilmu bagi pelatih dan pembina serta peserta didik. “Semoga bisa meningkatan kemampuan penggunaan teknologi informasi secara bijaksana di kalangan pelatih dan pembina pramuka di Kota Malang,” tambah Kak Heri.

Kak Heri juga berharap kapusdiklatcab baru lebih inovatif mengembangkan sistem kepelatihan bagi calon pembina gudep. “Sehingga pelatih dan pembina tidak menjadi pramuka dewasa yang gagap tekhnologi, sekaligus menjadi panutan peserta didik dalam penggunaan teknologi secara bijak dan selektif,” tutur Kak Heri Sunarko.

Penulis: Mochamad Zamroni

Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *